Pada Era globalisasi yang ditandai dengan perubahan yang serba cepat menutut Pemuda untuk selalu menyesuaikan diri dengan realitas yang ada kalau tidak ingin terdegradasi oleh sistem tatanan yang berlaku. Ada realitas tidak terbantahkan yang menunjukkan bahwa tidak semua Pemuda memiliki kesadaran dan keterlibatan langsung akan persoalan–persoalan kronis kebangsaan. Hal ini disebabkan Pemuda Indonesia terkena virus pragmatism, hedonisme, budaya kapitalisme dan apatisme secara simultan. Di sisi lain, sistem pendidikan yang berlaku cenderung mendukung tersebarnya virus pragmatisme, hedonisme, kapitalisme dan apatisme. Pragmatisme dan apatisme karena sepertinya hanya membentuk Pemuda yang pintar dan terampil serta berorientasi kerja an sich untuk memenuhi permintaan pasar. Virus ini telah sukses menggiring Pemuda ke sisi tragis Pemuda. Tragis karena virus ini telah berhasil “membunuh” atau setidaknya “membonsai” daya pikir dan karakter khas Pemuda, yakni idealisme, daya kritis, wawasan interdisipliner dan solutif.

Dari sinilah dibutuhkan sebuah rekayasa sosial yang konseptual dan sistematis untuk mencoba mengoptimalisasi kesadaran tersebut sebagai artikulasi pencerahan alternatif terhadap Pemuda menuju cakrawala kesadaran ilmiah yang diproyeksikan akan berujung pada penyadaran akan tanggung jawabnya yang bukan sekadar tanggung jawab akademis, namun juga tanggung jawab sosial, tanggung jawab moral, tanggung jawab politis serta tanggung jawab kesejahteraan.

Lebih dari itu, pencerahan ini akan menghidupkan daya kritis, idealisme dan daya analisis Pemuda dalam menyikapi berbagai kejadian serta menumbuhkembangkan sentimeny sosial DPD KNPI Kota Semarang atas berbagai problematika kebangsaan, kesewenang-wenangan, pelangaran HAM dan ototiranisme kekuasaan global.

Dari rahim kesadaran, analisis, daya kritis, idealisme, serta semangat perlawanan inilah terlahir gerakan moral dan gerakan sosial Pemuda. Gerakan ini eskalasinya akan semakin pasif manakala pencerahan yang dilakukan betul-betul konseptual dan sistematis sehingga memiliki daya tular yang cepat dan dahsyat di kalangan kader Pemuda pada umumnya dan Aktifis DPD KNPI Kota Semarang  pada khususnya.
DPD KNPI Kota Semarang, sebagai salah satu ornamen inti kekuatan pemuda berkewajiban mengemban suatu tugas dalam mengapresiasikan nilai-nilai kepemudaan. Memandang pentingnya prioritas tersebut maka dipandang perlu sebuah kondisi yang sehat, demokratis dalam pembangunan sumber daya kader (manusia) sebagai titik tumpu pembangunan bangsa.

Konsep pembangunan itu sendiri memiliki cakupan yang luas, lebih dari sekedar pendekatan konvensional yang hanya menekankan pada pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi sebagai tolak ukur dari pada memperbaiki kualitas hidup manusia. Pendekatan Sumber Daya Manusia yang menekankan pada manusia sebagai input (faktor produksi) bukan sebagai tujuan, pendekatan kesejahteraan yang menempatkan manusia sebagai penerima dan bukan sebagai agent of change peningkatan partisipasi dalam proses pembangunan, pendekatan kebutuhan dasar yang hanya terfokus pada penyediaan barang dan jasa kepada masyarakat tertinggal bukannya upaya perluasan pilihan manusia di segala bidang. Pendekatan pembangunan manusia merupakan sebuah pendekatan komperhensif dengan menempatkan secara proporsional di segala aspek kehidupan yang bertumpu pada peningkatan derajat manusia dengan menampilkan asumsi-asumsi klasik tentang trade off antara pertumbuhan ekonomi dengan pemerataan.

Dalam usaha menopang pembangunan sumber daya manusia sebagai pilar pembangunan nasional, dipandang perlu untuk menciptakan suatu iklim yang kondusif dalam pengoptimalan potensi dan peningkatan kapasitas Pemuda Pertanian sebagai penerus bangsa dan calon pemimpin bangsa untuk masa mendatang. Untuk itu sebagai, maka Pemuda yang nantinya akan dihadapkan pada realitas dan berbagai  problematika kebangsaan yang makin kompleks, perlu melakukan berbagai pembenahan dan persiapan internal untuk lebih memiliki tingkat ketajaman analisis secara sistematik yang memadai, progresif, visioner. Dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi serta kesadaran dan karakteristik kepemimpinan dalam memanfaatkan peluang dan mengelola sumber daya yang tersedia. Termasuk tenaga kerja mereka sendiri secara efesien sebagai prinsip, karena kekayaan merupakan hasil dari memadukan sumber daya yang dapat digantikan dengan tenaga produktif. Kekayaan datang dari pengetahuan bagaimana memanfaatkan sumber daya, bukan dari sekedar memiliki.

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sebagai wadah berhimpun organisasi kepemudaan, lahir sebagai jawaban terhadap kondisi bangsa khususnya Pemuda untuk lebih aktif dan mewarnai kehidupan bangsa yang sedang menapak menuju perubahan. Sejatinya, KNPI menjadi wadah pemersatu Pemuda Indonesia yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam pembangunan nasional, sehingga antara pemuda dan lingkungan strategis yang melingkupinya tidak bisa dipisahkan.

Semangat Kebangkitan Nasional yang dicetuskan kaum muda satu abad lalu tepatnya 21 Mei 1908, dan Sumpah Pemuda yang diikrarkan para pemuda pada 28 Oktober 1928 yang menyatakan satu bahasa, satu bangsa dan satu tanah air Indonesia menjadi momentum awal Kebangkitan Nasional, yang mengawali kesadaran kolektif dan politis untuk berkomitmen bersatu dalam bingkai Indonesia.

Pemberdayaan Pemuda melaui pelaksanaan program kerja Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) haruslah diarahkan untuk menyiapkan kehidupan bangsa di masa depan KNPI sebagai wadah berhimpun Organisasi kemasyarakatan tidak hanya mampu menjadi perekat heterogenitas segala potensi masyarakat dalam menjawab tantangan masa kini dan akan datang, tetapi juga mampu memiliki kewajiban moral untuk membentuk kader-kader yang beriman bertaqwa sebagai sumber insani pembangunan.

Oleh karenanya pembangunan kepemudaan tidak diabaikan dalam menyiapkan kehidupan bangsa di masa depan. Sesuai dengan visi dan arah kebijakan, maka pembangunan pemuda dalam wadah KNPI diarahkan untuk menyamakan visi, misi dan persepsi tentang pemberdayaan pemuda dalam menyikapi perubahan dinamika perkembangan yang terjadi dimasa depan. Juga harus mampu menjadi panduan dalam memadukan langkah serta implementasi kebijakan pembangunan dan upaya pemberdayaan pemuda dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pengendalian, baik yang dilakukan KNPI di tingkat pusat maupun daerah. Program kerja juga akan menjadi pedoman bagi KNPI, instansi terkait dan semua pihak yang terlibat di dalamnya, agar sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan yang harus dicapai dalam menghadapi tantangan perubahan di era persaingan global.

Untuk itu, fungsi, tujuan dan usaha-usaha yang termuat dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI perlu dijabarkan lebih lanjut dalam Pokok-Pokok Program Kerja Daerah (PPPKI) Komite Nasional Pemuda Indonesia Kaota Semarang Masa Bhakti 2012-2015.