» » » Sumpah Pemuda Riwayatmu Kini

Sumpah Pemuda Riwayatmu Kini

Kembali pada pertanyaan “Apakah semangat Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak sejarah persatuan Bangsa Indonesia akan punah di kemudian hari dan hanya akan menjadi dongeng bagi generasi Bangsa Indonesia ke depannya?” Melihat kondisi Indonesia saat ini, saya agak meragukan konsistensi serta keberhasilan para pemuda milenial atau pemuda Indonesia masa kini untuk tetap menyalakan obor semangat persatuan dan kebangsaan para pemuda hasil Kongres Pemuda II. Kita akan secara mudah berkata bahwa “Semua ini akibat dari era globalisasi yang terus menerus menggerus identitas sebuah bangsa, utamanya Bangsa Indonesia.” Tetapi di balik itu semua ada banyak faktor yang menyebabkan semangat Sumpah Pemuda menjadi redup.

Kita sering secara ‘serampangan’ mengatakan bahwa era globalisasi adalah faktor utama dari meredupnya semangat Sumpah Pemuda, namun kita tidak seharusnya menyalahkan secara penuh era globalisasi sebagai penyebab meredupnya semangat Sumpah Pemuda. Ada banyak faktor yang saling berkaitan dan saling memengaruhi satu sama lain sehingga membuat Sumpah Pemuda menjadi redup akhir-akhir ini.

Yang pertama, hilangnya minat para ‘Indonesia Muda’ akan pelajaran Sejarah. Saya memiliki anggapan bahwa belajar sejarah berarti belajar tentang segala hal dari masa lalu, salah satunya peristiwa, dan dari peristiwa masa lalu itulah akan mulai terbentuk identitas suatu objek (dalam hal ini adalah Indonesia sebagai sebuah bangsa). Jika kita tidak dapat meminati pelajaran Sejarah, utamanya Sejarah Indonesia, lantas bagaimana kita bisa tahu sejarah dan identitas bangsa kita?

Yang kedua adalah tidak adanya kemauan untuk mencari atau menggali lantas memaknai semangat dari suatu peristiwa sejarah. Hal ini biasanya berawal dari kurangnya minat untuk belajar Sejarah. Contohnya adalah ketika kita memperingati Sumpah Pemuda, maka kita akan mengikuti suatu kegiatan yang berhubungan dengan Sumpah Pemuda sebagai wujud rasa hormat kita untuk memperingati lahirnya Sumpah Pemuda, yang saya pikir tanpa adanya Sumpah Pemuda mungkin Indonesia tidak akan bersatu seperti sekarang. Terkadang orang-orang banyak yang mengikuti kegiatan (utamanya kegiatan untuk memperingati hari-hari besar nasional) sebagai sebuah ‘aktivitas formal’ belaka tanpa memaknai semangat yang terkandung dalam peristiwa yang kita peringati tersebut. Sehingga yang terjadi adalah kita hanya akan sebatas tahu dan paham sebuah peringatan ‘Hari A’ sebagai suatu hari untuk memperingati ‘peristiwa A’

Yang ketiga adalah berkurangnya tekad dan semangat para pemuda Indonesia untuk sebangsa, setanah air dan sebahasa satu. Ini muncul seiring dengan hilangnya keinginan untuk belajar serta memaknai semangat suatu peristiwa sejarah. Di samping itu hal ini juga muncul karena sikap apatis para pemuda dan pemudi Indonesia terhadap kondisi bangsanya sendiri.



[SUMBER]


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply