» » » 9 Orang Indonesia yang Menjadi Nama Jalan di Belanda - Part 10 (L.N. Palar)

9 Orang Indonesia yang Menjadi Nama Jalan di Belanda - Part 10 (L.N. Palar)

L.N. Palar

Lambertus Nicodemus Palar lahir di Tomohon, Manado, Sulawesi Utara, pada 5 Juni 1900. Setelah meneyelesaikan studinya di MULO Tonando, AMS di Yogyakarta, dan Technische Hoogeshcool di Bandung, Palar meneruskan kuliah di Sekolah Tinggi Hukum di Batavia. Pada masa-masa tersebut, ia mulai mendalami pandangan sosial-demokrat. Hal itu dipengaruhi oleh pertemanannya dengan JE Stokvis, anggota Volksraad dan ketua Partai Sosial Demokrat Hindia (ISDP).

Pada 1928, Palar pergi ke Belanda dan kuliah di Universitas Amsterdam mengambil studi ekonomi dan sosiologi. Ia lalu mendaftar menjadi anggota Partai Buruh Sosial Demokrat Belanda (SDAP). Di dalam partai Palar cukup dihormati sebagai penulis dan pembicara untuk urusan sosial-demokrat.

Atas usul Palar, SDAP dan Perserikatan Perhimpunan-Perhimpunan Pekerja Belanda membentuk komisi kolonial dan Persdienst voor Indonesia (Persindo). Pembentukan komisi itu dilakukan agar terjalin kontak antara gerakan di Belanda dan Indonesia. Palar dipercaya sebagai sekertaris komisi kolonial, merangkap ketua Persindo.

Palar menjadi salah satu orang Hindia yang dihormati oleh banyak orang Belanda, terutama Partai Buruh Belanda. Itu terjadi lantaran ia ikut melakukan perlawanan bawah tanah melawan fasisme NAZI saat Jerman menduduki Belanda pada 10 Mei 1940.

Pada 1945, Palar terpilih menjadi anggota Parlemen Belanda. Ia sangat aktif membujuk pemerintah Belanda agar tidak melancarkan agresi militer terhadap Indonesia. Usahanya selalu gagal. Bahkan partai buruh yang dibelanya ikut mendukung agresi tersebut. Sebagai bentuk protes, Palar pun memilih mengundurkan diri.

Pemerintah Republik Indonesia di Yogyakarta kemudian mengundang Palar untuk menjadi juru bicara di Sidang Dewan Keamanan PBB. Dengan keahlian diplomatiknya, Palar menekan negara-negara anggota PBB agar ikut membela perjuangan bangsanya. Indonesia pun diterima menjadi anggota PBB ke-60 pada 28 September 1950.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply