» » » 9 Orang Indonesia yang Menjadi Nama Jalan di Belanda - Part 4 (SK Trimurti)

9 Orang Indonesia yang Menjadi Nama Jalan di Belanda - Part 4  (SK Trimurti)


SK Trimurti

Perjuangan S.K. Trimurti dalam pergerakan melawan imperialisme telah dimulai sejak usia yang cukup muda. Dilahirkan di Solo pada 11 Mei 1912, Trimurti segera bergabung dengan Partindo (Partai Indonesia) ketika usianya genap menginjak 20 tahun. Selama tahun-tahun tersebut, Trimurti terlibat dalam berbagai pergerakan anti kolonial hingga akhirnya ia harus mendekam di penjara Semarang selama 9 bulan pada 1936.

Setelah bebas dari penjara, Trimurti menekuni dunia jurnalistik. Ia pernah bekerja sebagai pembantu tetap harian Sinar Selatan yang terbit di Semarang. Trimurti dengan cepat dikenal oleh para tokoh pergerakan sebagai penulis yang anti kolonial. Tulisan-tulisannya yang kritis tentang pemerintah Belanda membuat ia harus menyamarkan namanya agar tidak ditangkap.

Berkat karirnya yang cemerlang selama periode kemerdekaan, Trimurti diminta menjadi Menteri Perburuhan yang baru dibentuk dalam kabinet Amir Sjarifuddin. Awalnya ia menolak, namun akhirnya diterima sebagai lanjutan dari perjuangan yang selama ini ia lakukan.

Sebagai Menteri Perburuhan, Trimurti mendorong oraganisasi-organisasi buruh untuk memperkuat diri agar siap mengahadapi segala kemungkinan dalam suasana kemerdekaan yang masih rapuh tersebut. Terutama jika suatu saat penjajahan kembali menghampiri Indonesia.

Trimurti meyakini bahwa pergerakan buruh harus dibawa ke front perjuangan nasional. Ia hafal betul kalau kabinet Amir Sjarifuddin masih terlalu lemah untuk perjuangan sehingga Trimurti selalu menemui dan meyakinkan kelompok buruh agar mendukung pemerintah.

[Sumber]

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply