» » » 9 Orang Indonesia yang Menjadi Nama Jalan di Belanda - Part 2 (Tan Malaka)

9 Orang Indonesia yang Menjadi Nama Jalan di Belanda - Part 2 (Tan Malaka)

Tan Malaka

KNPI KOTA SEMARANG - Tan Malaka lahir pada 2 Juni 1897 di Padam Gadang, Sumatera Barat. Ia adalah tokoh pemikir yang gagasannya dinilai berbahaya oleh pemerintah kolonial Belanda. Tan dianggap dapat menggerakan perlawanan terhadap praktek kolonialisme. Bahkan setelah Indonesia mencapai kemerdekaan, Tan masih dianggap sebagai ancaman, terutama setelah ia mendirikan Partai Murba (Musyawarah Rakyat Banyak).

Namun jauh sebelum Partai Murba yang berasas: antifascis, antiimperialis, dan antikapitalis terbentuk, Tan Malaka telah menyuarakan gagasan kebebasannya di panggung internasional. Pada 12 November 1922, saat Kongres Komunis Internasional IV, Tan mengusulkan aliansi Islam-Komunis dengan membentuk Pan-Islamisme dalam rangka melawan imperialisme.

Tan juga pernah membuat sebuah propaganda yang sukses menarik 17-19 batalyon untuk bergabung dengan Gabungan Pembela Proklamasi (GPP). Ia mampu menarik simpati kalangan militer saat menjelaskan ide-idenya itu dalam Gerpolek (Gerilya, Politik, Ekonomi). GPP sendiri disiapkan oleh Tan untuk mengahadapi serangan Belanda jika sewaktu-waktu mereka kembali ke Indonesia.

Selama masa hidupnya Tan dianggap sebagai pengkhianat. Pemikirannya yang anti pemerintah Sukarno-Hatta dikhawatirkan akan merusak stabilitas negara yang baru terbentuk ini. Tan memang giat melakukan gerilya untuk gagasan-gagasannya.

Pemerintah yakin bahwa gerakan Tan mesti ditumpas. Bersama GPP, Tan mesti berpindah-pindah markas dan akhirnya melarikan diri ke arah selatan Jawa Timur. Ketika melakukan gerilya menyusuri lereng Gunung Wilis, di Selopanggung, Kediri, Tan Malaka ditangkap oleh Letnan Dua Sukoco dari Batalion Sikatan Divisi Brawijaya.

[Sumber]

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply