» » » Sosok Pemuda Pembaharu Yang Tangguh


Oleh: Junelpri Saragih

Pemuda sebagai generasi penerus bangsa adalah ujung tombak dri kemajuan dan perkembangan suatu peradaban. Pemuda adalah apa yang menjadi harapan untuk meningkatkan, memperbaharui, dan menjadikan sesuatu menjadi lebih baik. Artinya adalah bahwasanya peran pemuda sangat menentukan kemajuan suatu bangsa. Pemuda bukan hanya sebagai pengamat yang berperan di belakang layar namun juga di barisan terdepan, bahkan sesungguhnya peranan pemuda sudah ada  dalam rangka menyusun kemerdekaan Republik Indonesia.

“Berikan padaku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncang dunia” Presiden Republik Indonesia yang pertama-Soekarno. Apa yang dihanturkan beliau bukan hanya suatu angan-anagan semata atau sebuah kata yan mengandung makna konotasi tinggi. Namun pernyataan itu memiliki filosofis kebenaran dan makna yang sangat mendalam. Maksut dari perkataan itu menunjukkan bahwa peran dan pengaruh pemuda adalah suatu hal yang dapat diperhitungkan untuk merubah suatu hal menjadi berbeda.

Apa yang diharapkan dari seorang pemuda adalah semangat juang dan idealismenya. Seperti kata Tan Malaka “ Kekayaan terahir yang dimiliki pemuda terletak pada idealismenya. Pemuda harus mempunyai pendirian yang kuat atas kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi atau golongan. Seorang pemuda harus kritis dan jeli melihat situasi dan kondisi bangsa dan negara ini. Pemuda harus memperjuangkan kebutuhan bangsa dan kebutuhan masyarakat secara luas. Sehingga pemuda yang  kritis mampu memberikan dampak positif terhadap kebijakan-kebijakan yang dilahirkan oleh pemerintah. Tentunya tidak lupa juga untuk tetap berada pada garis koridor dan memegang teguh nilai-nilai yang trkandung dalam Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia.

Memasuki abda ke-21, tantangan bangsa Indonesia kian meningkat, baik dalam perihal ekonomi, politik luar negeri, serta maraknya kejahatan-kejahatan bermotif ganda serta kejahatan-kejahatan kerah putih sudah merajalela di negeri ini. Korupsi salah satunya, kejahatan yang merupakan kategori kejahatan luar biasa (ekstra ordinary crime) sudah dianggap sebagai sebuah budaya. Padahal jika dibandingkan dengan tingkat sumber daya alam yang sangat tinggi seperti potensi barang tambang, potensi hasil laut, potensi hasil hutan dan sebagainya, sudah sepantasnya rakyat Indonesia sejahtera.  Namun dapat kita lihat pekembangan masyarakat pelosok, belum juga menunjukkan harapan dan cita-cita seperti yang diamanatkan dalam alinea ke-4 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, yaitu kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Melihat tantangan bangsa ini yang semakin menguat, para pemuda harus sejenak merefleksikan diri tentang apa yang sudah diperbuat untuk bangsa dan negara kita negara Indonesia. Pemuda harus maju satu langkah untuk dapat dijadikan sebagai penggerak yang konsisten dan idealis yang mengutamakan jiwa nasionalisme dan pancasila. Pemuda diharapkan dapat memperbaharui sumber daya manusia menjadi lebih baik, berkualitas dan juga berintegritas. Pemuda adalah tunas yang berpotensial untuk melahirkan generasi berintegritas serta berwawasan global.

Loyalitas seorang pemuda dipertanyakan ketika berjabat tangan dengan politik. Pemuda kadang terlena dengan suatu tawaran dan angan-angan untuk memiliki sesuatu kekuasaan dan janji-janji manis. Tentunya menjaga idealisme seorang pemuda tidak luput dari pengaruh komunitas atau organisasi-organisasi kepemudaan. Selain itu apa yang diharapkan dari seorang pemuda tidak lain adalah jiwa kepedulian serta pengabdiannya. Banyak penyelenggara negara mengerjakan sesuatu dipengaruhi oleh kepentingan dan uang. Padahal dalam konteks pemerintahan, semua pemangku kepentingan (stakeholder) yang dalam hal ini adalah wakil rakyat yang harus menyuarakan suara kerakyatan.

Untuk menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang besar, ada dua hal yang harus dimiliki atau harus dicapai oleh seorang pemuda. Pertama, sumber daya manusia yang berkembang. Artinya adalah serang pmuda harus mampu bersaing dalam kancah nasional maupun internasional. Pemuda harus mampu menggali potensi yang ada dalam diri masing-masing individu serta mengembangkannya, atau sering kita dengar soft skill. Sumber daya seorang pemuda sangat diharapkan untuk mampu melakukan sesuatu, menciptakan sesuatu dan mempertahankan sesuatu. Sehingga diharapkan mampu menerobos ketertinggalan zaman dan pembangunan. Kedua, adalah kecintaan. Artinya seorang pemuda harus memiliki rasa keberpihakan (ahap), rasa kepemilikan serta rasa cinta terhadap bangsa atau daerahnya sendiri. Pemuda jangan mementingkan diri sendiri, sekolah di luar negeri, bekerja di luar negeri dan tinggal di luar negeri. Seorang pemuda harus mau kembali ke tanah air setelah menimba ilmu dari negara lain. Lain dari itu, hal yang harus dipertahankan oleh pemuda adalah integritasnya. Ketika seseorang dihadapkan pada suatu kekuasaan disitulah integritasnya diuji. Dia harus benar-benar takut dan tidak memilik niat untu melakukan hal-hal yang hanya menguntungkan dirinya sendiri. Dengan strategi di atas, pemuda pasti dapat membuat sejarah dan era baru di negeri yang kita cintai ini.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply