» » » Semangat Pemuda untuk Kemanusiaan


Pemuda abad 21 berbeda dengan pemuda abad 20. Dahulu, semangat perjuangan pemuda seperti pada masa kemerdekaan terkenal dengan keberanian, kepandaian, dan rasa persatuan mereka. Sekarang, hidup dapat dikatakan ‘lebih tenang’ karena kondisi kita sudah merdeka. Namun perjuangan itu tampaknya masih diperlukan oleh warga dunia, meski dalam bentuk yang berbeda.

Setelah kemerdekaan Republik Indonesia, seluruh rakyat harus berjuang mempertahankan kemerdekaan itu. Hingga akhirnya sampai saat ini, kita tidak perlu lagi merasakan takut yang sama kepada para penjajah yang akan datang kembali. Mungkin peluang itu ada, namun memiliki nilai yang kecil. Di sisi lain, kemerdekaan dengan pemaknaan yang lebih luaslah yang perlu diperjuangkan oleh rakyat Indonesia hingga saat ini.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, merdeka adalah bebas dari perhambaan, penjajahan, dan lain sebagainya. Sebagian orang pun mengartikan kemerdekaan adalah “jembatan emas” atau merupakan pintu gerbang untuk menuju masyarakat adil dan makmur. Maka merdeka bukan sekedar terlepas dari penjajahan bangsa lain seperti yang terjadi pada bangsa Indonesia dahulu, namun merupakan kebebasan untuk seluruh individu dalam melakukan aktivitasnya sebagai manusia sehingga terciptalah masyarakat yang adil dan makmur.

Namun pada kenyataannya, angka kemiskinan Indonesia masih belum berkurang secara signifikan dari tahun ke tahun. Kebebasan manusia untuk melakukan kehendaknya belum dapat terpenuhi secara sempurna. Menurut data Jumlah Penduduk Miskin Menurut Provinsi pada tahun 2013-2015 dari Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk miskin Indonesia mengalami fluktuasi yang tidak jauh dari angka 28 juta penduduk.

Pasal 34 UUD 1945 menyebutkan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Namun pada kenyataannya, kita masih melihat banyak anak jalanan yang kehidupannya tidak terurus. Selain itu, kita pun masih dapat melihat banyak orang yang belum memiliki tempat tinggal. Bahkan kondisi satu keluarga harus tidur dalam sebuah gerobak dapat kita temukan. Banyak orang yang sedang sakit namun terhalang dana untuk dapat berobat. Masalah kemiskinan ini hanya tertutupi oleh kain bening di mana semua orang dapat mengetahui betapa masih belum sempurnanya kondisi Indonesia.

Sandang, pangan, dan papan adalah hak dasar manusia. Berbagai kebutuhan primer tersebut haruslah dipenuhi oleh manusia agar dapat hidup dengan aman dan nyaman di atas bumi ini. Mungkin keberuntungan setiap orang memang berbeda-beda sehingga kebutuhan dasar tersebut tidak dapat dipenuhi oleh setiap orang.

Karena dilahirkan dari keluarga yang miskin, bisa jadi sang anak pun mengikuti garis kehidupan yang serupa atau dapat memperbaiki keadaan keluarganya. Satu hal yang pasti, bagaimanapun keberuntungan yang didapatkan oleh semua orang, rasa kemanusiaan tetap harus bertengger dalam jiwa setiap manusia.

Keberuntungan bukanlah hal yang sepenuhnya dikuasai oleh manusia. Yang dapat dilakukan oleh manusia hanyalah berusaha. Usaha dengan hasil yang belum dapat mencapai kemakmuran hidup secara utuh dapat tertolong dengan rasa kemanusiaan dari manusia lain.

Di sini kita dapat melihat letak peran pemuda. Pemuda adalah sosok individu yang masih berproduktif yang mempunyai jiwa optimis, berpikir maju, dan berintelektual. Karakter pemuda ini memiliki kemampuan berpotensi untuk menjadi penggerak dan perubah dalam kehidupan. Kepekaan terhadap sekitar yang dimiliki para pemuda dapat membantu membuka mata hati dunia terhadap kemanusiaan yang kian menipis.

Pemuda bukanlah orang yang sibuk dengan dirinya sendiri. Sebab, yang demikian itu adalah apa yang dilakukan oleh para remaja. Pemuda adalah mereka yang mulai berpartisipasi untuk kemudian berkontribusi. Ia adalah orang yang berusaha membangun kemandirian dan keunggulan dirinya. Dengan apa yang dimilikinya itulah, ia kemudian berperan aktif dalam lingkungan sosialnya, dan berkontribusi terhadap umat.

Pemuda yang berstatus mahasiswa pun memiliki amanah seperti yang terdapat dalam Tridharma Perguruan Tinggi. Poin ketiga dari Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Banyak komunitas kemahasiswaan yang berlandaskan pada poin ini dalam melakukan pegerakan. Bahkan tak jarang pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu program kerja dari suatu komunitas mahasiswa yang terdapat dalam perguruan tinggi.

Hal ini menunjukkan betapa pemuda khususnya mahasiswa memiliki semangat yang tinggi dalam melaksanakan perannya untuk mengabdi pada masyarakat. Terkadang untuk mahasiswa-mahasiswa baru, kegiatan seperti ini hanyalah suatu ‘paksaan’ atau tugas yang diberikan oleh kampusnya. Namun dalam perjalanannya, makna dari tugas ini dapat dirasakan oleh mahasiswa itu sendiri. Hatinya akan tergerak secara alamiah untuk melakukan gerakan kemanusiaan dengan memanfaatkan potensi yang dimilikinya.

Peran dan fungsi teknologi yang begitu banyak pun dapat dimanfaatkan untuk kreativitas pemuda dalam melakukan aksi kemanusiaan. Seperti contoh, penggalangan dana kini dapat dilakukan dengan mudah melalui informasi dari website. Sebarkan berita berikut dengan bukti sebagai validasinya, sertakan rekening atau tujuan pengiriman sumbangan dana, maka dana dapat terkumpul untuk membantu sesama manusia.

Media sosial pun dapat dimanfaatkan sebagai tools untuk melakukan gerakan-gerakan kemanusiaan. Sering kita mendapatkan informasi mengenai kebutuhan donor darah ataupun bantuan untuk daerah-daerah yang mengalami musibah. Tak jarang sang inisiator dari penyebar informasi tersebut adalah pemuda-pemuda yang peduli terhadap kemanusiaan.

Jumlah pemuda yang tidak sedikit di negeri ini dapat membuka mata-mata yang masih tertutup. Semangat bersama untuk menciptakan rasa kemanusiaan yang mulia dalam negeri ini jika dilakukan secara masif bahkan dapat menuntaskan masalah kemiskinan untuk jangka panjangnya.

Banyak perubahan-perubahan sudah terbukti terjadi karena ‘ulah’ pemuda. Kemerdekaan akhirnya tercapai oleh bangsa Indonesia, Soeharto turun dari posisinya, dan lain-lain. Kini perjuangan pemuda bukan lagi melawan penjajah yang menindas bangsa ini. Perjuangan pemuda kini adalah membuat perubahan-perubahan terhadap rasa kemanusiaan yang masih belum melekat dalam setiap jiwa dengan melakukan pergerakan-pergerakan kemanusiaan.



sumber

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply