» » » Pemuda sebagai Inisiator, Inovator, dan Motivator


Dinamika politik dalam kehidupan birokasi merupakan fenomena sebuah pemerinthan, baik pada lmbaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Sudah menjadi wacana dan khasanah global ketika sesorang berbicara mengenai politik, dari kalangan awam sampai kalangan intelektual.

Namun perbincangan hanya berbatas pada opini negatif mengenai politik, sesuai arti sebenarnya politik merupakan suatu strategi mekanisme dalam melakukan sebuah tidakan. Bukan politik dalam arti presepsi masyarakat pada umumnya. Satu kata “politik” adalah sebuah ulasan yang menjadi menu harian seluruh lapisan masyarakat, sebagaimana mestinya bahwa manusia adalah makhluk politik pada umumnya.

Dalam menciptakan dinamika sebuah politik tentunya sebuah dialetika telah terstruktur dan ditata oleh formulator di setiap ritmenya. Dinamika ini tentunya diinisiasi dan diinovasi sehingga sesuai arah yang ditentukan. Politik itu kejam, politik itu busuk, atau bahkan politik itu kotor.

Namun bisa jadi politik adalah kebajikan atau politik adalah perjuangan, semua merupakan hasil dari susunan material yang beranekaragam karakter pembentuknya, yang artinya politik merupakan sesuatu yang menjadi tanda Tanya besar untuk memahaminya tentang siapa yang menciptakan dinamika ini, dan bagaimana politik kembali pada makna sesungguhnya.

Pemuda merupakan agen pembaruan, agen perubahan yang digadang-gadang dalam setiap pidato kenegaraan, keorganisasian, dan bahkan sosial kemasyarakatan. Sehingga pemuda merupakan sokoguru pemerintahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara setiap lapisan masyarakat. Pemuda merupakan organ yang sangat mudah dibangun, sangat mudah dibentuk, supel dan kreatif dalam menciptakan hal-hal baru.

Demikian pula dalam kehidupan politik, pemuda selalu menjadi garda depan laju pergerakan politik di segala lini birokasi, pemikiran-pemikiran baru, karya-karya baru, bahkan maneuver-manuver politik lahir dari buah pikir para pemuda, sebagaimana kita lihat bahwa espektasi pemuda dalam karya menjadi sebuah hasil yang dinikmati para politikus yang terrgolong sudah lama dan menjamur di kursi birokrasi.

Cipta dan karya pemuda dalam dunia selalu memiliki gagasan gagasan baru baik sebuah gagasan provokatif, ataupun gagasan motivatif. Sehingga terciptalah dinamika politik yang sangat beragam.

Lahirnya politik paraktis diciptakan oleh pemuda apatis, lahirnya politik diskriminatif diciptakan oleh pemuda otokratif dan individualis, lahirnya politik uang diciptakan oleh pemuda borjuis dan materialis, dan juga sebaliknya politik santun, politik adaptif dan politik hierarki juga diciptakan oleh para pemuda untuk menciptakan dinamika politik.

Sebagai refleksinya kita bisa melihat pada lembaga legislatif dan eksekutif para politisi muda hadir dalam beragam paradigma untuk menghangatkan suasana birokrasi. Kondisi birokrasi yang tertata, terstruktur, dan teratur, birokrasi yang amburadul, carut marut, dan lain sebagainya merupakan buah inisiasi para politisi muda yang memiliki gagasan dalam menciptakan fenomena frontal ataupun kondisional dalam sebuah tatanan kepemerintahan atau birokrasi.

Melihat politik yang menjadi wacana global, dan melihat pemuda sebagai agent of change, merupakan dua buah konstruksi yang menjadi satu, lahirlah buah pemikiran dan pemahaman bahwa pemuda merupakan sebuah mesin penggerak dalam sebuah bagan media, dan politik sebagai cara dalam media tersebut.

Artinya pemuda dan politik adalah sebuah formulsai yang akan melahirkan sebuah keadaan atau kondisi di mana politik menjadi  bagan yang bergerak dinamis pada setiap orang, golongan ataupun kelompok. Artinya pemuda merupakan organ yang mengkreasi politik, pemuda adalah bagan yang menjadikan politik sebagai mesin birokrat untuk mencapai sebuah  tujuan yang diinginkan.

Pemuda merupakan inisiator, pemuda merupakan innovator yang berkreasi dalam dunia politik. Jadi pada hakikatnya pemuda adalah aktor pada panggung politik yang ada di setiap lapisan birokrasi. Sebab ide-ide kreatif, pemikiran-pemikiran berilian hanya lahir pada diri seorang pemuda yang identik dengan rasa ingin tahu dan mencintai hal-hal baru.

Oleh karena itu, semua kendali sebuah perdaban adalah di tangan pemuda. Di tangannyalah negeri ini akan kembali jaya dengan politik muda, politik baru, politik yang santun, bermoral dan penuh hikmah.



sumber

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply