» » » Pemuda Sekarang, Pemuda Sebagai Komoditi

Pemuda Sekarang, Pemuda Sebagai Komoditi

Tanpa menguraikan secara detail persoalan yang bertalian dengan peran gerakan pemuda dari masa ke masa itu, yang perlu dikatakan adalah, bahwa peran pemuda kini berbeda jauh dengan peranan pemuda pada era sebelumnya yang memiliki kultur politik tertentu. Pemuda kini hidup dalam dunia yang serba-pragmatis sebagai imbas dari guliran budaya global yang merasuk budaya Indonesia lewat perkembangan teknologi dan informasi dengan gaya instannya yang sangat memekat. Akibatnya, pemuda kini tidak lagi mempersoalkan ideologi dalam tataran makna, tetapi pada tataran perbuatan. Itulah yang membuat pemuda kini lebih berkonsentrasi mengejar prestasi di bidang ekonomi, dan perebutan prestise di berbagai tataran sosial, ekonomi, dan politik.

Perspektif pemuda saat ini bila kita amati, adalah ukuran kesuksesan seorang anak bangsa tidak lagi di ukur dengan kepribadian yang jujur, bersih yang senantiasa mempunyai keberanian untuk membantu kepentingan sesama bangsa dan kepentingan orang banyak. Ukuran yang dipandang terhormat bagi pemuda saat ini ialah ketika berhasil menjadi seorang pejabat, baik yang duduk parlemen, pemerintahan atau pejabat daerah. Seorang pemuda dianggap paling sukses, jika dia mampu menjadikan jabatan yang diemban tersebut sebagai alat untuk memperkaya diri, hidup bermewah-mewahan yang didapat dari hasil mencuri uang Negara, atau mengeksploitasi Sumber Daya alam.

Perspektif diatas adalah bentuk kemunduran dan keterbelakangan mental dan moral pemuda pada Era Reformasi, kejadian cacat mental dan moral ini sangat merata dan belum pernah terjadi pada sejarah panjang Indonesia di era sebelumnya. Pemuda era reformasi ini adalah pemuda sebagai komiditi. Pemuda sebagai manusia yang telah dimusnahkan secara sistematis. Pemuda era reformasi. Pemuda yang dibentuk oleh lingkungan sosial dan system Negara yang sebagai komoditi politik yang diperdagangkan. Oleh karena itu perjuangan terberat bagi pergerakan pemuda saat ini bukan semata menggantikan sebuah system pemerintahan. Perjuangan terberat dari gerakan pemuda saat ini adalah merevolusioerkan “mindset” atau cara pandang pemuda dan seluruh rakyat Indonesia untuk kembali kepada nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.

Kembali kepada nilai-nilai perjuangan untuk kepentingan umum, dengan ketulusan untuk mengorbankan kepentingan pribadi dan kelompok, revolusi mindset adalah agenda prioritas saat ini, sebagai syarat untuk menempuh dan mewujudkan masyarakat yang berlandaskan pada filosofi kerjasama, gotong royong (eka sila) dan kekeluargaan guna membasmi bakteri liberalisme, individualisme, kapitalisme dan cacat moral dan mental yang terjangkit luas dikalangan PEMUDA saat ini, siapa pelakunya ya anak bangsa Indonesia sendiri secara kolektif meraih keuntungan dengan memasukan pemodal-pemodal asing kedalam negeri, sementara saudara-saudaranya mengais sampah diselokan jalanan, tertindas dinegerinya sendiri selaras dengan apa yang disampaikan oleh bung karno “musuh kita hari ini tidak lagi melawan penjajah, tetapi musuh kita hari ini adalah melawan sesama anak bangsa”.




[sumber]

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply