» » » Generasi Muda Untuk Indonesia

Generasi Muda Untuk Indonesia 

“ Generasi Muda Bangsa (GMB) “ merupakan sebuah ungkapan yang secara terminologi melekat erat pada pembangunan bangsa ini, yang memiliki semangat membara jika dipercikkan api motivasi dan masa dimana seorang pemuda berada dalam tahap persiapan menuju kehidupan yang lebih jauh lagi.

Generasi Muda Bangsa sebuah estetika gairah yang bergelora dan tidak semua dapat meraihnya. Sebuah sebutan yang tentunya harus ditebus dengan perjuangan, baik itu dengan pengorbanan materi dan nonmateri.

Kita mengetahui bagaimana susahnya untuk melanjutkan pendidikan, dengan semangat yang tinggi orang tua dengan cucuran keringat ingin melihat anaknya menjadi orang yang berguna, tapi tidak semua mendapatkan keberuntungan untuk menjadi orang yang berguna.

Beruntunglah untuk mereka yang terus memacu semangatnya untuk berjuang hingga akhir nafasnya. Begitulah kira – kira akhir dari perjalanan panjang seorang GMB.

Lebih jauh lagi, mereka jelas tidaklah puas hanya dengan menenteng ilmu hanya sebatas yang dia terima dari seorang guru sekolah atau dosen di kampus, tapi dia lebih banyak lagi dengan mencari dari yang lain baik itu dari buku,lingkungan dan pengalaman.

Realita yang sebenarnya ada saat mereka kelak berjalan lebih jauh, mata akan terperanga dengan keadaan yang ada di luar idealisme mereka.

Siap ataupun masih bersiap, GMB telah ditakdirkan untuk berjibaku dengan masalah dan tantangan hidup yang diwariskan oleh generasi sebelumnya.

Tantangan yang ada bukanlah pilihan, namun ini menjadi fardu bagi mereka yang mengerti akan arti sebuah perjuangan untuk terus memberikan yang terbaik bagi bangsa ini.

Inilah yang menjadi faktor penting, lingkungan sebagai bentuk stimulus yang memberikan rangsangan kepada emosi GMB untuk merespon isu – isu sosial yang berkembang dalam lingkungan sekitarnya.

Lingkungan pendidikan identifikas sebagai dua tempat yang khas. Utamanya kepribadian dan personalitasnya dapat dirilis dalam rancangan personal dan selanjutnya kehidupan alamiah yang berkembang di sekitar tempat tinggalnya.

Kedua lingkungan ini merupakan suatu platform media yang dapat menentukan peran GMB. Lingkungan kampus contohnya dapat memberikan pendidikan emosional dan spiritual bagi diri GMB.

Lingkungan masyarakat sekitar tempat tinggal dapat membantu GMB membentuk kesadaran bermasyarakat dengan merekonstruksi kondisi – kondisi dimana peran sosial potensial dalam diri individu dapat tersalurkan.

Semakin tingginya tingkat apatisme dalam diri generasi muda maka tidak lain dan tidak bukan kehancuran akan semakin dekat. Apakah cukup tenaga orang tua saat ini untuk membalikkan keadaan yang terus bergelombang saat ini ?.

Musim kemarau dan penghujan dalam demokrasi kehidupan bangsa mengajarkan kita bahwa sangat sulit untuk tersenyum dalam keadaan yang serba sulit saat ini.

Di tengah kegaluan yang kian memuncak dan apatisme yang melonjak tajam. Peran Pendidikan sangatlah diharapkan. Pendidikan harus menjalankan menjalankan tugas-tugasnya, untuk mewujudkan generasi pemimpin masa mendatang yang cerdas dan bermoral.

Banyak yang cerdas tapi sedikit sekali yang bermoral dan benyak juga yang bermoral tapi sedikit sekali yang cerdas..

Pendidikan dalam membentuk manusia yang berkualitas tidaklah lebih baik dari kesadaran pemuda itu sendiri akan peran penting mereka untuk longterm .

Begitu banyak peran yang akan dimainkan oleh GMB kedepannya jika mereka mau terus haus akan ilmu. Kesuksesan di akhir hanyalah milik mereka yang pandai dalam memanajemen peran tersebut. Dan sangatlah fatal akibatnya bagi mereka yang hanya menonton dan bertanya namun tanpa usaha yang jelas untuk diri mereka.

Berbicara mengenai peran serta GMB, akan sangat menarik untuk membahasnya satu persatu. Peran utama GMB jelaslah sebagai sebuah kewajiban individu kepada orang tua masing – masing.

Selembar senyuman dengan nilai memuaskan merupakan suatu euforia kebanggan yang dihadiahkan kepada kedua orang tua tercinta. Melalui sekelumit proses panjang di bangku sekolah ataupun perguruan tinggi.

Di samping itu mereka terus mengembangkan ilmu pengetahuan dengan penelitian dan mengasah logika dengan berbagai perlombaan akademik lainnya.

Peran selanjutnya adalah peran moral. Moral merupakan peran mendasar yang jika dilakukan dengan baik maka peran – peran lainnya akan menjadi baik pula. Pola tingkah laku dapat menentukan keberhasilan seseorang.

Terkadang peran ini yang dilupakan GMB. Sebagai insan terdidik mereka sering buta akan keberadaan harkat dan martabat mereka untuk selalu menjaga nama baik diri mereka. moral kemanusiaan sangatlah penting dalam diri GMB.

Contohnya saja, tidak adanya rasa malu bagi GMB saat berkata kasar pada orang tua. GMB seharusnya dapat menjaga kepercayaan masyarakat di sekitarnya dengan memberikan contoh perilaku yang baik bagi masyarakat bukannya dengan menjatuhkan diri mereka sendiri.

Belum lagi , banyaknya GMB yang suka membuat huru – hara dengan tujuan yang tidak jelas, sehingga reporter senang sekali memberitakan kejadian tersebut di media – media.

Namun seburuknya perilaku demikian, ada pula yang berjuang keras dalam menegakkan keadilan dan kebenaran. Tetapi terkadang sikap anarkis dapat mencoreng harumnya perilaku GMB yang baik tersebut.

Peran GMB yang terakhir adalah peran sosial dan politiknya. Kedua buah peran ini tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Sebab berbagai peran sosial yang dilakukan GMB tidak luput sebagai bentuk peran politik aktif mereka terhadap keadaan bangsa.

Hal ini dapat dilihat bagaimana peran aktif GMB mulai dari era sebelum kemerdekaan hingga saat ini. Idealisme dan totalitas selalu dimunculkan dalam setiap aksinya.

Sehingga Ir. Soekarno pernah berkata “ Berikan aku sepuluh pemuda maka akan ku guncang dunia .“ begitu dahsyatnya semangat yang ada dalam diri GMB sehingga mereka dapat membuat perubahan hebat dalam sejarah manusia.

Seperti yang kita ketahui dalam sejarah bangsa ini, GMB telah mengukir perjuangan emas dalam mewujudkan kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan tersebut.

Lembar demi lembar perjuangan telah diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Keadaan bangsa yang sekarang ini merupakan warisan generasi yang lampau.

Citra kejayaan dan keterpurukan bangsa bersatu dalam sebuah drama reformasi yang kian redup dan membawa kita kembali ke masa – masa yang telah berlalu.

Peran GMB di zaman sekarang bukanlah lagi mencapai kemerdekaan dengan mengangkat senjata untuk menyerbu benteng lawan. Peran riilnya adalah GMB dapat berpartisipasi aktif dalam mewujudkan kestabilan dan kemantapan nasional.

Hal ini tentunya harus dimulai dari pendidikan terlebih dahulu. Semangkin tinggi pemahaman GMB terhadap pentingnya mencari ilmu, semangkin tinggi pula kematangan sebuah bangsa Membenahi sistem yang kacau, membangun kembali pondasi demokrasi yang ternodai oleh KKN hingga menyelamatkan aset – aset bangsa yang digandrungi para pengkhianat bangsa dan asing contoh nya seperti Freeport, teluk ara puru, Inalum dan dan masih banyak lagi aset bangsa ini yang di kuasai asing.

Kedepannya GMB harus membantengi dengan ILMU, ILMU dan ILMU. GMB sekarang dihadapkan pada kenyataan tentang potret buruk bangsa ini dan masalah internal yang menerpa mereka yaitu apatisme. Peran krusial GMB sebagai agen sosial, akan hancur sia – sia jika mereka terjerumus dalam keadaan yang sedemikian.

Apapun yang terjadi selanjutnya, GMB tetaplah dengan idealismenya. Masalah terbesar dalam diri GMB adalah apatisme yang dapat melunturkan peran GMB dalam membela panji keadilan dan pemberantasan korupsi. Harapan bangsa ini tidak lain hanyalah terwujudnya pemerintah yang bersih dari Korupsi,Kolusi dan Nepotisme.

Masyarakatpun menggantungkan harapannya kepada seluruh GMB untuk dapat menganyam kembali tali moral bangsa ini yang telah rusak..

Sesungguhnya GMB diciptakan untuk membangun kembali bangsa ini yang telah jauh terjatuh, perlahan namun pasti jelas akan tiba masa GMB membawa keadilan yang merata untuk segenap rakyat Indonesia.





sumber

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply