» » » Nasionalisme remaja dari kalangan pelajar/mahasiswa

Nasionalisme remaja dari kalangan pelajar/mahasiswa

Keberanian dan patriotisme generasi muda masa lalu, khususnya pelajar dan mahasiswa dalam hal bela bangsa tidak bisa dianggap remeh. Berkat cucuran darah merekalah, negeri ini bebas dari penindasan penjajahan. Namun generasi anak muda zaman sekarang sering dituduh larut dalam euforia kemerdekaan yang makin melunturkan semangat patriotisme. Lalu apa iya rasa patriotisme kita makin menipis atau bahkan hamper hilang? Dan apa buktinya? 
Dalam catatan sejarah, peran serta pemuda selalu hadir dalam setiap fase-fase perjuangan. Pada saat kebangkitan nasionalisme Indonesia misalnya, muncul gerakan Boedi Oetomo tahun 1908. Meskipun gerakan ini hanya mencakup masyarakat Jawa saja, namun gebrakannya tetap menjadi inspirasi bagi tumbuhnya rasa kebangsaan. Dalam gerakan ini, sejumlah mahasiswa kedokteran Stovia, Jakarta, yang sudah muak terhadap para penjajah, bangkit membentuk organisasi yang membela kaum papa, dengan memberikan pelayanan kesehatan bagi rakyat yang hidupnya menderita.
Demikian pula pada saat berjuang merebut kemerdekaan, peran nyata para pemuda pelajar dan mahasiswa sungguh luar biasa keberaniannya. Sehingga Indonesia mencapai pintu gerbang kemerdekaan. Sebuah momentum yang sangat dicita-citakan oleh seluruh bangsa Indonesia.
Jadi kalau kita bicara perjuangan generasi muda, pelajar dan mahasiswa tempo dulu, nampak terlihat sebuah semangat nasionalisme dan jiwa patriotisme yang demikian membara. Mereka begitu tegas, gagah dan berani mengorbankan seluruh jiwa dan raganya untuk mengangkat martabat bangsa. Bagaimana dengan generasi muda, pelajar dan mahasiswa masa kini?
Generasi muda sekarang hidup dalam kondisi yang kondusif, aman dan tidak ada peperangan lagi. Karena itulah generasi muda sekarang umumnya hanya santai-santai menikmati hidup dengan berbagai fasilitas yang sudah tersedia. Namun mereka tidak menyadari bahwa perang yang terjadi pada zaman sekarang ini bukan lagi perang seperti pada saat penjajahan melainkan perang globalisasi yang dampaknya bukan lagi pada fisik namun pada pola pikir dan pola hidup generasi muda yang cenderung tidak bermanfaat bagi bangsa dan Negara.
Demikian pula dalam bidang pendidikan, kesempatannya sangat besar dan terbuka lebar. meskipun tidak semuanya memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh, bahkan sedikit sekali. Akibatnya fasilitas dan kesempatan yang disediakan dengan baik itu jadi mubazir.
Apalagi bagi anak dari kalangan elit yang bergelimangan duit, semuanya selalu diukur dengan duit. Semua urusan dianggapnya mudah dengan duit, dengan sogok sana, sogok sini. Bahkan saking banyaknya limpahan materi itu, sebagaian dari mereka malah menghambur-hamburkan untuk sesuatu yang tidak ada manfaatnya sama sekali seperti; dugem, narkoba, mabuk-mabukan dan berbagai bentuk pemborosan lainnya.
Ada juga generasi muda yang masih gemar tawuran dengan sesama. Pemuda dengan pemuda, pelajar dengan pelajar, mahasiswa dengan mahasiswa atau kombinasi antar ketiganya. Mahasiswa dengan masyarakat, pelajar dengan mahasiswa dan seterusnya. Tindakan ini bukan saja membahayakan keselamatan umum, tapi juga dapat menimbulkan disintegrasi bangsa, pembelah rasa kebangsaan. Inilah potret buram generasi muda Indonesia masa kini yang terus terjadi hingga sekarang.
Namun kita tahu tidak semuanya buram seperti itu, masih ada sebagian generasi muda Indonesia yang benar-benar cemerlang. Mereka adalah orang-orang yang pandai memanfaatkan dengan baik fasilitas dan kesempatan yang dimilikinya. Sehingga tumbuh menjadi pemuda yang berprestasi.
Merekalah pemuda Indonesia yang mampu “bicara” di pentas dunia, baik dalam bidang olah raga, kesenian dan bahkan dalam bidang ilmu pengetahuan. Mereka layak disebut sebagai patriot bangsa masa kini, yang kerap mengharumkan nama bangsa di dunia internasional.
Disamping itu, ada juga generasi muda Indonesia yang berprestasi dalam berbagai bidang, namun sepi dari perhatian publik. Mereka adalah pelajar-pelajar yang aktif di organisasi-organisasi sekolah, PMR, Pramuka, Paskibra dan sejumlah kegiatan lainnya. Yang pasti kegiatannya tidak menimbulkan masalah bagi masyarakat dan Negara. Mereka juga patut dicatat sebagai patriot-patriot bangsa yang mampu mengisi kemerdekaan dengan karya nyata yang positif guna kemakmuran bersama. 
Jadi setiap pemuda, pelajar dan mahasiswa dengan segala kelebihan dan keistimewaannya sangat diharapkan dapat mewujudkan cita-cita nasional menuju bangsa yang bermartabat dan berdaulat. Tentunya pemuda yang dimaksud adalah mereka-mereka yang mempunyai jiwa nasionalisme, patriotisme, didukung dengan komitmen moral dan karya nyata.
Semangat sumpah pemuda yang pernah dideklarasikan oleh pemuda masa lalu mestinya bisa direaktualisasi sekarang ini. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa masalah pembangunan dan kedaulatan Indonesia tidak terlepas dari campur tangan para pemudanya. Karena itu sosok pemuda diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan karakter bangsa dan Negara, tidak jauh dari sosok para pemuda pendahulunya. Hanya saja konteks peran aktif itu mungkin bisa menjadi berbeda dan lebih beragam di zaman sekarang ini.





[sumber]

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply