» » Pemuda Masa Kini

Pemuda Masa Kini

Meminjam istilah yang digunakan oleh kawan – kawan pemuda kreatif Cianjur yang (tanpa mereka sadari) secara tidak langsung bergerak dalam tataran politik praktis melalui media massa, Grow Up!! Magz, kita dapat melihat apa yang telah dilakukan oleh pemuda pada hari ini di sini. Pemuda yang seharusnya tetap menjadi elemen kunci dalam pembangunan justru terkesan buta politik.

Ironis ketika pada masa reformasi ini ketika pembangunan politik berjalan lebih cepat daripada pembangunan ekonomi (pada orde baru justru sebaliknya, bahkan pembangunan politik dapat dikatakan nihil), pemuda malah dikesankan but a politik. Berarti dapat diasumsikan bahwa buta politik ini tidak dikarenakan nihilnya pendidikan politik pada pemuda justru akibat apatisme terhadap politik.

Menurut pengamatan dan diskusi dengan kawan – kawan pemuda yang tidak aktif di organisasi politik atau yang berkaitan dengan politik menyatakan fakta bahwa pemuda berpendapat bahwa politik itu berkonotasi negatif. Politik diidentikkan dengan kebusukan dan penghalalan segala cara demi mencapai tujuan. Identifikasi dan asumsi seperti ini yang membuat pemuda cenderung resistance terhadap politik.

Keadaan ini harus dikaji lebih mendalam dengan berbagai teori. Bagaimana mungkin pemuda yang berwatak dasar progresif revolusioner lebih memilih diam dan menutup mata ketimbang melawan ketidakbenaran yang terjadi di depan mata. Pemuda hari ini menjadi lembek dan bermental seperti keledai yang siap ditarik kemana saja jika ada kesenangan dan memilih tidur daripada berlari menyongsong fajar harapan demi kehidupan yang lebih baik.

Bukan ingin menjebak diri pada romantisme histori, namun mencoba mengajak untuk sedikit membuka hati untuk introspeksi.. Dahulu di mana pada jaman – jaman perjuangan yang harus dilawan dengan senjata, pemuda kita siap berada di garis terdepan untuk menghadapi ancaman. Mereka sadar betul bahwa mereka adalah tulang punggung bangsa tempat sebuah badan dapat berdiri dengan tegak dan melingdungi organ lunak lainnya. Namun hari ini, rasanya semangat perjuangan pemuda sudah kalah oleh indahnya dunia mimpi yang disunguhkan oleh sinetron.

Pemuda kita sudah menjadi pemuda lembek yang cengeng. Yang terus menerus menangisi kekasihnya yang pergi dibonceng vespa sahabatnya. Terus berkhayal akan indahnya cerita Romeo dan Juliet yang dia tonton dari layar kaca atau sibuk menganalisa kasus perceraian dan perselingkuhan artis ibu kota. Pemuda kita hari ini sudah bersujud pada dunia gemerlap dan melarutkan hidupnya pada stimulus kimiawi sekedar untuk mensugesti diri agar tetap percaya diri. Pemuda sekarang sudah berlomba menjadi kritikus fashion untuk pemuda lainnya yang sedang berbelanja pakaian gaul mereka di “Mall"

Pemuda, kita-kita ini hampir lupa bahwa masyarakat perlu tenaga dan pemikiran kita untuk mengawasi kinerja Presiden, Gubernur, Bupati, dan pejabat publik lainnya. Pemuda hari ini lupa bahwa besok dia akan tua dan akan malu bila menyanyikan lirik - lirik cengeng yang dibawakan dengan ritme cadas. Juga lupa bahwa mereka yang kini menduduki jabatan publik akan semakin tua dan akhirnya mati yang berarti akan digantikan oleh generasi produktif, pemuda hari ini. Dan yang terpenting dari segalanya, kita lupa bahwa semangat pemuda dapat mengalahkan pengalaman orang tua.






[sumber]

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply