» » » Sektor Pertanian Bisa Kembali Jadi Andalan Profesi Pemuda Indonesia

Sektor Pertanian Bisa Kembali Jadi Andalan Profesi Pemuda Indonesia

Pertanian kini sudah menjadi profesi yang mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit. Karena itu, generasi muda yang menginginkan menjadi konglomerat, atau jadi pengusaha sukses maka seharusnya menekuni bidang ini.

Hal ini disampaikan Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat menerima kunjungan Jajaran pengurus pusat dan daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di ruang kerja Menteri Pertanian, Jakarta, Senin (4/02).

Menurut Amran bukti bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar dalam perekonomian, bisa dilihat dari fakta bahwa delapan dari sepuluh pengusaha terkaya bergerak di sektor pertanian.

“Anda sebagai pemuda harus mengubah kebiasaan. Tekad kuat dan kerja keras, akan mengubah nasib Anda,” ujar Amran kepada seluruh OKP dan DPD KNPI setelah melakukan kongres nasional KNPI di Jakarta.

Untuk itu, tegas Amran, Pemuda Indonesia harus memiliki karakter yang kuat dan cerdas sehingga mampu menjadi pemimpin dan pengusaha yang sukses di masa depan. Kunci paling utama yang harus dilakukan adalah berinovasi, kalau sudah berhasil terus lakukan ”The Power or Repetition”.

“Dulu saya miskin, baju kemeja putih dan celana hitam serta ikat pinggang itu saja yang saya pakai selama 6 tahun. Umur 9 tahun saya sudah cari uang, gali batu gunung. Kami lahir dalam keadaan miskin, tapi kami tidak ingin dikuburkan dalam keadaan miskin," ujarnya.

Amran pun memilih kerja keras di bidang pertanian. Dulu saya tahun 1989 pinjam uang Rp500.000 dalam waktu 8 tahun menjadi Rp3 triliun. Kalau kita kerja keras pasti bisa sukses," cerita Amran.

Ia juga menambahkan, sektor Pertanian kini juga menjadi salah satu andalan perekonomian Indonesia. Ini terlihat dari capaian kebijakan pangan selama empat tahun pemerintahan Jokowi-JK. Hal ini di antaranya terlihat dari data BPS, dimana lompatan inflasi pangan di tahun 2014 sebesar 10,57% menjadi 1,26% di tahun 2017.

"Ini lompatan yang luar biasa, bisa dikatakan terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Melompati 12 negara besar seperti Jerman dan Cina dilompati," bebernya.

Capaian berikut, sambung Amran, Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian meningkat 47,2% dari Rp 994,8 triliun pada 2013 menjadi Rp 1.463,9 triliun pada 2018. Ini pun merupakan lompatan kinerja pangan yang luar biasa.

"Untuk data PDB ini sudah divalidasi oleh BPS. Sektor pertanian menyumbang dalam peningkatan PDB,"" Katanya.

Sehingga berkat dua lompatan ini saja memicu penurunan inflasi dan kenaikan PDB, pada empat tahun pemerintahan Jokowi-JK. "Dan lompatan ini tidak terlepas dari program dan kebijakan yang sudah kami lakukan. Kita dorong pertanian dengan teknologi," ucap Amran.

Menurut Amran, capaian tersebut diraih melalui langkah atau program terobosan, sehingga tidak serta merta terjadi.

Di antaranya melalui perubahan kebijakan atau perubahan sistem melalui online single submission dan pengurusan izin dokumen ekspor yang disusun sesingkat mungkin.

Hingga saat ini, Kementan telah melakukan deregulasi dengan mencabut 291 permentan atau Kepmentan.

"Dulu mengurus izin bisa butuh waktu 3 tahun, 1 tahun, atau 3 bulan. Tapi hari ini di Kementan tanpa pungli, kalau kami temukan kami langsung pecat, sekarang mengurus izin hanya butuh 3 jam dan tidak perlu ketemu,“ ungkapnya.





[sumber]

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply