» » Jadikan Revolusi Mental Pemicu Pemuda Indonesia Maju

Jadikan Revolusi Mental Pemicu Pemuda Indonesia Maju


Semarang – Revolusi Mental harus dapat dijadikan sebagai pemicu untuk mempercepat terwujudnya pemuda yang maju. Dengan mewujudkan pemuda yang maju berarti dapat menghasilkan bangsa yang hebat.

Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Gubernur Jawa Tengah. H Taj Yasin Maimoen pada upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan Semarang).

“Revolusi Mental yang dicanangkan Bapak Presiden Ir Joko Widodo, amatlah relevan dalam mewujudkan pemuda yang maju. Ciri pemuda yang maju adalah pemuda berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing,” bebernya.

Pemuda-pemuda hebat Indonesia telah lahir dan mampu berkompetisi di kancah Asia. Perhelatan Asian Games 2018, atlet-atlet muda Indonesia berhasil bersaing dengan bangsa-bangsa Asia, dan berhasil menduduki peringkat empat, serta di ajang Asian Para Games 2018 para atlet kita berhasil menduduki peringkat lima.

“Wahai pemuda Indonesia, dunia menunggumu, berjuanglah, lahirkanlah ide-ide, tekad, dan cita-cita. Pengorbananmu tidak akan pernah sia – sia dalam mengubah dunia”, terangnya.

Dalam sambutannya Imam menjelaskan, Hari Sumpah Pemuda ke-90 mengambil tema “Bangun Pemuda Satukan Indonesia”. Tema tersebut diambil atas dasar pentingnya pembangunan kepemudaan untuk melahirkan generasi muda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, dan mandiri.

Selain itu juga generasi yang demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Satu sisi memberikan jaminan kecepatan informasi, sehingga memungkinkan para pemuda Indonesia untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing.

Namun pada sisi yang lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif, informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari hoax, hate speech, pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme, juga masuk dengan mudahnya apabila kaum muda tidak dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan, serta kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara.

Imam juga berpesan, tahun 2019 bangsa Indonesia akan menggelar hajat besar pesta demokrasi untuk memilih dan menentukan pimpinan nasional dan daerah. Untuk itu pesan dan tanggung jawab pemuda dalam menyukseskan proses Pemilihan Umum nanti, amat sangat di-butuhkan. Partisipasi aktif pemuda dalam pemilu 2019 perlu ditingkatkan untuk mewujudkan pemilu yang damai, kredibel, dan berkualitas.

“Kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan Bangsa. Maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik,” pungkasnya.


[sumber]

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply