» » » HARI PAHLAWAN - Ini 5 Pahlawan yang Wafat di Usia Muda

HARI PAHLAWAN - Ini 5 Pahlawan yang Wafat di Usia Muda

Peran generasi muda bagi negara Indonesia tidak boleh dipandang sebelah mata. Deklarasi kemerdekaan Republik Indonesia oleh Soekarno-Muhammad Hatta, tidak terlepas dari peran pemuda Indonesia kala itu.

Pasca dijatuhkannya bom atom di Jepang pada 6 dan 9 Agustus 1945 oleh Amerika Serikat (AS), para pemuda dengan cepat memanfaatkan peluang tersebut untuk menyatakan kemerdekaan.

Namun sepanjang perjalanan perjuangan merebut kemerdekaan, tidak sedikit dari pahlawan kemerdekaan Indonesia yang wafat dalam usia muda.

Berikut 5 pahlawan Indonesia yang wafat di usia muda yang dirangkum Okezone dari berbagai sumber:

1. Martha Christina Tiahahu (17 tahun)

1. Martha Christina Tiahahu (17 tahun)

Martha Christina Tiahahu lahir di Nusa Laut, Maluku, 4 Januari 1800 dan meninggal di Laut Banda, Maluku, 2 Januari 1818 pada umur 17 tahun. Ia adalah seorang gadis dari Desa Abubu di Pulau Nusalaut. Lahir sekitar tahun 1800 dan pada waktu mengangkat senjata melawan penjajah Belanda berumur 17 tahun. Ayahnya adalah Kapitan Paulus Tiahahu, seorang kapitan dari negeri Abubu yang juga pembantu Thomas Matulessy dalam perang Pattimura tahun 1817 melawan Belanda.

Martha Christina tercatat sebagai seorang pejuang kemerdekaan yang unik yaitu seorang puteri remaja yang langsung terjun dalam medan pertempuran melawan tentara kolonial Belanda dalam perang Pattimura tahun 1817. Di kalangan para pejuang dan masyarakat sampai di kalangan musuh, ia dikenal sebagai gadis pemberani dan konsekwen terhadap cita-cita perjuangannya.

2. RA Kartini (25 tahun)

2. RA Kartini (25 tahun)
Nama Raden Ajeng Kartini sudah tidak asing lagi di telinga bangsa Indonesia. Ia dikenal sebagai perempuan pejuang emansipasi. Kartini yang masih keturunan ningrat ini juga berjasa bagi dunia pendidikan Indonesia. Dialah yang memelopori kebangkitan perempuan Indonesia.

Atas perjuangannya, perempuan Indonesia dapat mengenyam dunia pendidikan sampai sekarang. Ia ingin semua perempuan Jawa menjadi manusia yang maju dan berpendidikan. Semua pemikiran Kartini tertuang dalam buku Habis Gelap, Terbitlah Terang.

Namun, pada usia ke-25 tahun, Kartini meninggalkan dunia untuk selamanya. Meskipun demikian, jasa-jasa Kartini masih membekas di hati para perempuan di era kekinian.

3. Kapitan Pattimura (34 tahun)

3. Kapitan Pattimura (34 tahun)
Nama Pattimura tentunya begitu membekas di hati rakyat Indonesia. Entah sekarang, mungkin nyaris terlupakan. Pattimura adalah pahlawan yang memimpin perjuangan rakyat Maluku melawan VOC Belanda.

Pahlawan yang nama kecilnya Thomas Matulesi ini pun meninggal di usia yang masih muda, yaitu 34 tahun. Namun, jasa Pattimura tetap dikenang rakyat Indonesia.

Kapitan Pattimura merupakan Panglima Perang. Bersama pasukannya berhasil merebut benteng pertahanan Belanda. Setelah berhasil lolos dari berbagai insiden perlawanan, ia bersama para pemimpin perlawanan Maluku lainnya ditangkap dan dijatuhi hukuman gantung.

4. Pierre Andreas Tendean (26 tahun)

4. Pierre Andreas Tendean (26 tahun)

Pierre Andreas Tendean adalah seorang perwira militer Indonesia yang menjadi salah satu korban peristiwa Gerakan 30 September pada tahun 1965. Ia lahir 21 Februari 1939 dan meninggal pada 1 Oktober 1965 dalam usia 26 tahun.

Mengawali karier militer dengan menjadi intelijen dan kemudian ditunjuk sebagai ajudan Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution dengan pangkat letnan satu, ia dipromosikan menjadi kapten anumerta setelah kematiannya. Tendean dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata dan bersama enam perwira korban Gerakan 30 September lainnya, ia ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi Indonesia pada tanggal 5 Oktober 1965.

5. Abdul Halim Perdanakusuma (25 tahun)

Abdul Halim Perdanakusuma (25 tahun)
Halim Perdanakusuma adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Ia meninggal dunia saat menjalankan tugas semasa perang Indonesia - Belanda di Sumatera, yaitu ketika ditugaskan membeli dan mengangkut perlengkapan senjata dengan pesawat terbang dari Thailand.

Ia lahir di Sampang 18 November 1922, dan meninggal di Malaysia, 14 Desember 1947 pada umur 25 tahun. Pemerintah Indonesia memberi penghormatan atas jasa dan perjuangan Halim, dengan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional dan mengabadikan namanya pada Bandar Udara Halim Perdanakusuma di Jakarta. Pemerintah juga mengabadikan namanya pada kapal perang KRI Abdul Halim Perdanakusuma.





[sumber]

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply