» » » Kepemimpinan Gaya Millennials

Ilustrasi: mditack.co.id

Populasi masyarakat millennials akan mendominasi dunia kerja 2030 dimana 75 persen angkatan kerja akan diisi oleh kaum millennials. Untuk itu, pemimpin dan manager saat ini harus memahami gaya kepemimpinan yang diinginkan oleh kaum millennials.  Gaya kepemimpinan adaptive, gaya kepemimpinan supportive, dan gaya kepemimpinan appreciative.

Gaya kepemimpinan adaptive yaitu Gaya kepemimpinan seperti ini dapat menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi dan situasi. Gaya kepemimpinan adaptif berkebalikan dengan gaya kepemimpinan kharismatik yang kaku dan tidak luwes dalam interaksi dengan bawahan. Kaum millennials ingin diberlakukan adil dengan sistem merit yang jelas sehingga akan termotivasi dalam kinerjanya. Hal ini sangat bertolak belakang dengan sistem senioritas dalam organisasi.

Gaya kepemimpinan Supportive yaitu gaya kepemimpinan yang memberikan kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri dalam organisasi. Kaum millennials mendambakan pemimpin yang meng –coaching (pelatih) mereka dalam mengembangkan karir dalam organisasi. Selain itu, generasi millennia menuntut dunia kerja yang lebih flexible –working at home. Mereka lebih memilih bekerja dirumah sehingga waktu kerja lebih flexible, dapat memulai lebih awal dan berhenti lebih awal, lebih produktif, beristirahat ketika merasa kurang sehat, dan dapat mengerjakan multi-tasking   terutama bagi bekerja wanita yang memiliki keluarga. Selain itu, mereka membutuhkan pemimpin yang memberikan kesempatan untuk mengupgrade ilmu secara berkala, tidak terpaku dengan cara kerja konvensional karena setiap saat mereka melihat cara-cara kerja baru dari intenet.

Gaya kepemimpinan Appreciate. Kaum millennials hidup dalam zaman dimana pendidikan semakin mudah diakses. Mereka butuh penghargaan dan dihargai atas pencapainnya. Generasi millennials hidup dalam drama Korea yang romantis sehingga mereka seolah-olah berada dalam dunia yang serba roman. Kaum millennials memiliki ide yang idealis namun tidak mengetahui cara mewujudkan ide tersebut, mereka mengetaui (why) namun tidak (how).



sumber

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply