» » » Bangsa yang Bermasalah


Pernahkah Anda bayangkan bagaimana keadaan Indonesia di masa yang akan mendatang? Apakah bangsa ini akan menjadi saingan bangsa-bangsa besar seperti Amerika, China, Jepang, Inggris,atau bangsa kita yang akan mendominasi mereka?

Negara kita memiliki sumber daya alam yang berlimpah banyaknya. Bahkan sudah diakui oleh dunia mungkin akan melebihi China dan Amerika sekarang. Karena itu, bangsa lain mungkin iri bahkan gemetar melihat bangsa kita yang akan menguasai pasar di hari esok.

Sumber daya manusianya pun sangat besar jumlahnya karena kita memiliki penduduk terbanyak ke-4 setelah India lalu Amerika (riset tahun 2018). Patut kita banggakan karena generasi muda kita memiliki semangat juang yang besar dan inovasi-inovasi yang dapat menggerakkan pasar.

Jadi masa depan Indonesia sudah cukup cerah, bukan? Namun sedihnya semua itu masih sangat jauh dari yang kita harapkan.

Apakah kita sadar jika selama ini bangsa kita adalah sebuah bangsa yang bermasalah? Dimulai dari kecurangan-kecurangan kecil yang selama ini secara tidak sadar kita lakukan di sekolah: mulai dari menyontek, memberi jawaban, mengerjakan PR di sekolah, semua itu adalah hal-hal kecil yang secara tidak sadar mengajarkan kita untuk bertindak curang.

Dari hal-hal kecil tersebut dapat menyebabkan korupsi. Dan kita tahu, bukan, jika korupsi itu menghambat pertumbuhan ekonomi bangsa, menyebabkan terhambatnya pendidikan, kesehatan, dan lain-lain, sehingga rakyat menderita bahkan sampai kelaparan karena perbuatan-perbuatan oknum tidak bertanggung jawab?

Bukankah tujuan didirikan pemerintahan demokratis demi menyejahterakan rakyat? Namun yang terjadi adalah korupsi, mementingkan kepentingan sendiri, bahkan terdapat rasis karena yang boleh hanya memerintah adalah golongan tertentu.

Golongan muda “sakit” banyak dapat kita temui di negara ini pada jalan raya yang setiap hari mereka kerjanya tidur, menghabis-habiskan uang, dan membuat keributan. Namun anehnya saya melihat respons kepolisian terhadap mereka tidak menindak tegas orang-orang tersebut. Ironisnya banyak saya temui polisi-polisi yang tersuap oleh masyarakat yang tidak taat hukum tersebut.

Hukum pada negara inipun tidak ditegakkan dengan adil. Mengapa para koruptor tidak dihukum dengan hukuman yang setimpal (seumur hidup)? Layaknya China yang menindak tegas mereka yang telah menghabiskan semua jerih payah rakyat, mungkin itu alasannya mereka lebih memilih untuk menyimpan uangnya di luar dibandingkan Indonesia.

Apakah karena Indonesia dari awal memang kurang disiplin? Coba saja praktik saat menaruh sebuah Vending Machine di jalanan Indonesia dan di jalanan Singapura, yang hilang duluan pasti milik Indonesia, karena generasi muda kita yang kurang disiplin dari sekolah atau orangtuanya.

Banyak saya dapati bahwa banyak yang bercita-cita untuk bekerja di luar dan mengganti kewarganegaraannya dikarenakan di luar sana kehidupan mereka lebih terjamin. Fasilitas-fasilitas yang disediakan pun lengkap, mulai dari kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan lain-lain.

Standar pendidikan yang rendah memengaruhi rakyatnya, bukan? Standar pendidikan Indonesia yang terlalu rendah dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia, Australia, Singapura yang menaruh standar mereka tinggi karena itu yang akan menentukan seberapa tinggi kualitas mereka.

Padahal Indonesia mempunyai keunggulan hanya memiliki 2 musim yang hangat agar manusia dapat beraktivitas sepanjang hari. Namun apa yang terjadi hingga kita kalah dengan negara yang harus bekerja ekstra keras untuk hidup karena memiliki 4 musim?

Ciptaan-ciptaan mereka juga laris di pasar internasional dikarenakan pendidikan yang maju mendukung proses perkembangan ekonomi. Percaya atau tidak, contohnya Google, Asus, Samsung, dan masih banyak lagi menciptakan pasar baru, sedangkan kita hanya membuat salinan dari mereka.

Hak asasi manusia sangat diutamakan di luar karena mereka percaya bahwa setiap manusia mempunyai hak untuk hidup. Meskipun kita tahu bahwa ada yang melenceng dari norma, namun banyak dari mereka yang saya temukan lebih baik hidupnya dibandingkan orang-orang beragama.

Apakah kita tahu bahwa Indonesia dan Jepang adalah daerah yang rawan gempa dan tsunami? Respons pemerintah Jepang mendidik ajaran tentang gempa, dari struktur bangunan hingga segala jenis pekerjaan yang mereka harus lakukan, sehingga kelangsungan hidup mereka lebih baik dari kita. Berbeda dengan Indonesia; saat terjadi gempa, pemerintah baru mengajarkan apa yang harus dilakukan.

Jika perang dunia ke-3 pecah, salah satu target utama mereka adalah Indonesia dikarenakan fasilitas milik negara kita tertinggal sangat jauh dibandingkan fasilitas mereka, misalnya Drone, ICBM, Nuclear Aircraft Carrier (CVN). Dengan mudah negara kita akan dibantai habis oleh mereka karena dari awal kita sudah tidak memiliki rasa “Bhinneka Tunggal Ika” lagi.

Dari seseorang yang saya wawancarai berkatan, “Untuk apa kembali ke Indonesia? Di sini kamu dapat menikmati segala yang kamu inginkan. Kariermu terjamin di sini.” Dari kalimat tersebut, saya menyimpulkan bahwa Indonesia adalah negara yang kurang layak ditinggali.

Bagi saya pribadi, kata “Indonesia Maju” merupakan sebuah mitos belaka atau mimpi yang tidak akan pernah tercapai. Adalah 3 dari 100 kemungkinan, atau mungkin peluang tersebut lebih kecil dari angka-angka yang saya bayangkan.



sumber

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply