» » » Mimpi Negara Kesejahteraan di Era Revolusi Industri 4.0 (Bagian 2-Habis)


Seperti yang kita ketahui, dewasa ini kita dikatakan memasuki era revolusi industri 4,0, artinya revolusi tahap ke-4.

Jika revolusi industri pertama ditandai dengan penemuan mesin cetak dan mesin uap, revolusi industri ke-2, ditandai penemuan tenaga listrik, lalu revolusi industri ke-3 yang ditandai kehadiran telepon dan telepon genggam, internet, IT, perkembangan biologi dan rekayasa genetika.

Adapun evolusi industri ke-4 adalah era penerapan teknologi modern, antara lain teknologi fiber dan sistem jaringan terintegrasi atau integrated network.

The World Economic Forum ( WEF ) menyatakan bahwa revolusi industry 4.0 ditandai pembauran teknologi yang mampu menghapus batas-batas penggerak aktivitas ekonomi, baik dari perspektif fisik, digital, maupun biologi.

Dari situ kita bisa melihat sejatinya ada persamaan lain antara dunia industri dan sistem kenegaran, yakni sama-sama ingin menciptakan kesejahteraan.

Untuk menjebatani jurang antara makin meraksasanya negara dan dampak buruk yang dikhawatirkan akan muncul, perlu penerapan prinsip teknologi dan prinsip revolusi industri dalam bernegara.

Alangkah luar biasanya jika sistem kenegaraan juga menerapkan prinsip revolusi industri  4.0 dalam menjalankan roda pemerintahanya.

Prinsip-prinsip revolusi industri 4.0 yang dapat diterapkan dalam sistem pemerintahan, antara lain:


  1. Internet of thing (IOT). IOT memungkinkan setiap instrumen negara terkoneksi satu sama lain secara virtual, sehingga mendukung kinerja atas kebijakan yang telah diambil, pengawasan terhadap performa managemen pemerintah, serta meningkatkan nilai guna aparatur negara dan mengurangi manipulasi keuangan, melalui sistem pengaturan yang terbuka, dan melibatkan patisipasi publik.
  2. Artificial intelligence (AI). AI adalah sistem mesin berteknologi komputer yang mampu menggantikan kemampuan manusia. Teknologi ini dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas, sekaligus mengurangi kesalahan managemen birokrasi, seperti penyalahgunaan data, atau penyelewengan keuangan dan korupsi.
  3. Advance robotic. Instrumen yang mampu bekerja secara mandiri, yang mampu berinteraksi secara langsung dengan manusia berdasarkan sensor data. Jika intrumen ini dapat diterapkan dalam birokrasi negara tentu akan sangat mengurangi beban keuangan negara, karena robot tak perlu digaji, dan tak perlu THR tentunya.
  4. Virtual and augmented reality. Virtual reality adalah alat yang mampu memenipulasi penglihatan manusia sehingga seolah-olah berada di tempat yang berbeda-beda. Virtual reality juga mampu menghasilkan informasi dari kondisi sebenarnya dari suatu tempat, yang mana data tersebut diproses secara digital, untuk suatu tujuan tertentu. Ini cocok diterapkan di negara kita yang luas, dan berbentuk kepualauan. Dengan teknologi ini biaya perjalanan dan study banding pejabat dapat ditekan.
  5. Distributed manufacturing. Konsep ini menyatukan Antara lokasi produksi, dalam hal ini pemerintah, dan objek produksi, sehingga produsen hadir sedekat mungkin dengan konsumen, dalam hal ini rakyat. Dengan teknologi dan sistem ini, produsen akan mengetahui kebutuhan riil konsumen, dan strategi kebijakan yang diambil pun akan tepat, sekaligus mengurangi beban biaya dan resiko.




sumber

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply