» » » Kontradiksi Kehidupan Modern terhadap Kebahagiaan (Bagian 2)


Indeks Kebahagiaan

Saat ini ukuran kemajuan sebuah kota atau Negara bukan lagi diperlihatkan dari GDP (Produk Domestik Bruto) atau pertumbuhan ekonomi, tetapi dari seberapa bahagiakah penduduk sebuah kota atau Negara yang biasanya diukur dalam indeks kebahagiaan. Indeks Kebahagiaan (Index of Happiness) adalah sebuah ungkapan kebahagiaan yang tidak terukur yang sebenarnya bisa diciptakan untuk menjadi terukur.

Orang Indonesia, menurut survei The Happy Planet Index dunia yang dipresentasikan oleh Ridwan Kamil dalam acara Ted-x, masuk dalam kategori orang yang masih bahagia dengan indeks 57,2. Orang Amerika yang superkaya ternyata tidak lebih bahagia dari orang Indonesia dengan indeks 28,8.

Ini artinya bahwa banyak uang tidak menjamin sebuah kebahagiaan. Kita bisa bahagia dengan cara kita sendiri yang lebih sederhana.

Data terbaru yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data indeks kebahagiaan penduduk Indonesia pada tahun 2017. Hasil survei menunjukkan orang Indonesia cukup bahagia dengan indeks sebesar 70,69 pada skala 0-100.

Metode pengukuran indeks kebahagiaan 2017 mengalami perubahan dibandingkan survei terakhir pada 2014. Pada tahun 2014, indeks kebahagiaan hidup hanya mengukur dengan menggunakan dimensi kepuasan hidup.

Sementara pada tahun 2017, bertambah dengan dimensi perasaan dan makna hidup. BPS juga membuat perbandingan indeks kebahagiaan berdasarkan klasifikasi wilayah, jenis kelamin, status perkawinan dan kelompok umur.

Dari data tersebut, terungkap bahwa orang yang belum menikah (single) ternyata memiliki angka indeks kebahagiaan tertinggi dari status perkawinan lainnya. Berdasarkan hasil survei, penduduk yang belum menikah atau lajang memiliki indeks kebahagiaan sebesar 71,53. Sementara penduduk dengan status menikah memiliki indeks kebahagiaan 71,09, penduduk dengan status cerai hidup 67,83, dan penduduk dengan status cerai mati 68,37.

Dari kategori jenis kelamin, hasil survei menunjukkan laki-laki lebih bahagia dengan indeks kebahagiaan hingga 71,12 dibandingkan perempuan dengan indeks 70,30. Adapun berdasarkan wilayah, masyarakat kota memiliki indeks kebahagiaan 71,64 atau lebih tinggi dari masyarakat desa dengan indeks kebagaiaan 69,57.

Berdasarkan sebaran menurut provinsi, penduduk Maluku Utara memiliki indeks kebahagiaan paling tinggi sebesar 75,68 atau lebih dari 5 poin dibandingkan rata-rata indeks kebahagiaan nasional. Provinsi dengan indeks kebahagiaan paling rendah adalah Papua (67,52), Sumatera Utara (68,41), dan Nusa Tenggara Timur (68,98).

Data yang dihasilkan BPS pada tahun 2017 cukup mencengangkan karena membalikkan pandangan umum masyarakat, terutama bahwa jomblo itu lebih bahagia dibandingkan menikah dan masyarakat yang hidup di kota lebih bahagia dibandingkan masyarakat yang hidup di desa.

Hal ini bisa terjadi karena pengukuran tahun 2017 menambahkan dimensi perasaan. Tolok ukur perasaan bahagia seseorang telah bergeser dari perasaan bahagia yang otentik menjadi lebih materialistik. Inilah yang menyebabkan data hasil BPS yang mencengangkan itu.



sumber

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply