» » » Tjipto Mangoenkoesoemo, Soekarno, Sjahrir, dan Bowo Alpenliebe (Bag. 2-Habis)


Rengasdengklok

Setelah perdebatan panjang dengan golongan tua. Golongan muda pun mengambil inisiatif. “Segera ambil tindakan. Soekarno dan Hatta terpaksa harus dijemput dari kediamannya masing-masing.” Saat itu juga Sjahrir dan kawan-kawan menjemput paksa Soekarno dan Hatta dan membawanya ke Rengasdengklok dengan tujuan untuk mempercepat Proklamasi.

17 Agustus 1945  lahirlah  sebuah peristiwa monumental yang akan di ingat sepanjang masa oleh anak cucu ibu pertiwi yaitu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang kemudian diabadikan sebagai hari kemerdekaan Indonesia


Generasi Pasca Perang Dunia II

Sidang umum MPR (Maret 1998) memilih Suharto dan B.J. Habibie sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI untuk masa jabatan 1998­-2003. Presiden Suharto kemudian membentuk dan melantik Kabinet Pembangunan VII.

Kabinet yang sarat akan kolusi dan nepotisme ini kemudian membuat mahasiswa bergerak. Ditambah dengan terjadinya krisis moneter, maka pada bulan Mei 1998, para mahasiswa dari berbagai daerah mulai bergerak menggelar demonstrasi dan aksi keprihatinan yang menuntut penurunan harga barang-­barang kebutuhan (sembako), penghapusan KKN, dan mundurnya Soeharto dari kursi kepresidenan.

Pada tanggal 12 Mei 1998, dalam aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Trisakti Jakarta telah terjadi bentrokan dengan aparat keamanan yang menyebabkan empat orang mahasiswa (Elang Mulia Lesmana, Hery Hartanto, Hafidhin A. Royan, dan Hendriawan Sie) tertembak hingga tewas dan puluhan mahasiswa lainnya mengalami luka-­luka. Kematian empat mahasiswa tersebut mengobarkan semangat para mahasiswa dan kalangan kampus untuk menggelar demonstrasi secara besar-besaran.

Hal ini berlanjut pada tanggal 13 dan ­14 Mei 1998, di Jakarta dan sekitarnya terjadi kerusuhan massal dan penjarahan sehingga kegiatan masyarakat mengalami kelumpuhan. Dalam peristiwa itu, puluhan toko dibakar dan isinya dijarah, bahkan ratusan orang mati terbakar. Pada tanggal 19 Mei 1998, para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya berhasil menduduki gedung MPR/DPR.

Dan puncaknya, pada tanggal 21 Mei 1998, pukul 10.00 di Istana Negara, Presiden Soeharto meletakkan jabatannya sebagai Presiden RI di hadapan Ketua dan beberapa anggota Mahkamah Agung. Berdasarkan pasal 8 UUD 1945, kemudian Soeharto menyerahkan jabatannya kepada Wakil Presiden B.J. Habibie sebagai Presiden RI. Pada waktu itu juga B.J. Habibie dilantik menjadi Presiden RI oleh Ketua MA.

***

"Belajarlah dari barat, tapi jangan jadi peniru barat, melainkan jadilah murid dari timur yang cerdas" setidaknya itulah pesan dari "The Forgotten" Tan Malaka.

Setelah menyimak semua peristiwa itu. Peristiwa besar yang pernah di lakukan oleh pemuda-pemuda Indonesia. Di mana Generasi Z?

Peristiwa apa telah telah dilakukan? Hal apa yang telah diciptakan sehingga dapat di sejajarkan dengan kisah sejarah di atas untuk nanti dituliskan juga di buku-buku sejarah anak cucu kita?. Galau-galauan? berdebat mengenai Tik-tok? berlomba-lomba mendapatkan followers? atau melakukan hal gila untuk menjadi viral? ayolah yang benar saja.

"Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita." - Ir. Soekarno.



sumber

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply