» » » Pemuda dan Pesan dalam Surat


Menjadi pemuda itu bukanlah hal yang sepele. Sadar atau tidak, ada hal besar yang benar-benar harus diperhatikan. Salah satunya adalah tanggung jawab. Bukan hanya dalam perkara yang remeh, tetapi dalam perkara yang sangat penting.

Tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa. Ini bukan tentang menjadi pemimpin negara, tetapi tentang perjuagan untuk menjadi seseorang yang akan menentukan wajah negara, wajah Indonesia dimasa depan. Pemudalah yang menentukan corak warna masa depan suatu negara. bukan dengan memilihnya, tetapi memperjuangkannya.

Ketika suatu generasi bisa membangun negara menjadi lebih baik, hal itu tidak ditentukan dari sumber daya yang dimiliki suatu negara. penentunya adalah kegigihan dalam berjuang para pemudanya untuk berusaha melakukan pembangunan yang nyata. Menciptakan karya-karya terbaik dan meraih prestasi demi prestasi yang gemilang. Generasi tua yang berhasil, tidak serta-merta mendapatkan keberhasilan mereka, tetapi ditentukan oleh masa muda mereka. Mereka bukan berasal dari generasi pemuda yang malas dan tidak bertanggung jawab, tetapi mereka lahir dari tempaan perjuangan di masa muda.

Hal inilah yang menjadi tanggug jawab dan beban berat para pemuda. Jika pemuda saat ini menjadi generasi yang gagal, maka di masa depan mereka juga akan menjadi generasi yang gagal dalam meneruskan  estapet negara di masa depan.

Hal ini terjadi karena generasi tersebut tidak mampu memperjuangkan pembangunan dan kepemimpinan negara. akan berbeda jika pemuda masa kini menjadi para pemuda yang gigih berjuang, berusaha menetaskan karya-karya emas mereka, meraih prestasi gemilang pada  kancah nasional maupun internasional. Jika hal itu yang terjadi, maka masa depan negara tentu akan dibawa ke arah yang lebih baik. bukan hanya Indonesia, seluruh negara itu ditentukan oleh kualitas para pemudanya.

Lihatlah para pemuda yag lahir dalam  angkatan proklamator Indonesia, ir. Soekarno. Pada masa itu, tempaan perjuangan yang dilalui oleh para pemuda kala itu menetaskan tokoh-tokoh yang namanya masuk dalam catatan sejaran Indonesia.

Moh. Hatta, Muhammad Yamin, W.R Supratman, jendral Sudirman dan tokoh-tokoh nasional lainnya. Mereka tidak akan bisa membawa Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan jika saat mereka masih menjadi pemuda, mereka hanya bermalas-malasan dan berpangku tangan. Menerima kondisi saat penjajahan Belanda dan Jepang. Jika saat itu mereka seperti itu, maka pada tanggal 17 Agustus 1945, Ir. Soekarno tidak mungkin bisa membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Suatu saat, haluan Indonesia akan ditentukan oleh kalian. Pemuda-pemuda masa kini lah yang akan meneruskan perjalanan negara di masa depan. Hitamkah Indonesia? merah? Putih? Biru? Corak warna itu kelak akan ditentukan oleh kalian. Kalian ingin meneruskan perjuangan bangsa ini, atau justru berhenti, itu adalah pilihan kalian. Kami telah melaksanakan tugas kami terhadap negara ini.

Kami telah mengerahkan kemampuan terbaik kami untuk membangun dan mensejahterakan negara ini. Kelak kami akan menyusul para pahlawan yang telah gugur. Kelak kami juga akan menjadi penumpang saat kalian mengemudikan negara ini. Saat itu, masa muda kalianlah yang akan memandu kalian. Tentukan pilihan kalian sekarang, dan perjuangkanlah. Buatlah ibu pertiwi tersenyum saat kalian mengemudikannya.



sumber

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply