» » » Membangun Pemimpin yang Berhasil pada Organisasi yang Unggul


Keberhasilan organisasi dalam melaksakan visi, misi dan obyektifitasnya akan sangat tergantung dari Pemimpin (Leader) dalam mengelola sumber daya yang dimiliki organisasi tersebut, termasuk memimpin tugas yang harus diselesaikan di dalam program yang telah ditetapkan. Akan tetapi keberadaan Pemimpin di dalam organisasi yang akan melaksanakan program, masih sangat dirasakan sulit, sehingga mengakibatkan Top Level atau Pemilik dari perusahaan dipaksa untuk ikut campur pada proses bisnis yang seharusnya dilakukan oleh Pemimpin Program.

Kesulitan untuk memiliki pemimpin bagi organisasi, menjadikan penyebab utama organisasi mengalami kekalahan dalam persaingan dengan organisasi lainnya, yang tidak jarang, organsasi pesaing akan melakukan rekrutmen terhadap anggota organisasi yang mengalami kekalahan, karena anggota organisasi yang pindah dari satu organisasi ke organisasi lain, melihat bahwa organisasi yang mengungguli persaingan memiliki harapan yang lebih baik dari sebelumnya.

Pemimpin adalah orang-orang biasa yang menerima atau ditempatkan dalam keadaan luar biasa yang mendatangkan potensi terpendam mereka, menghasilkan karakter yang mengilhami keyakinan dan kepercayaan orang lain, melalui proses pengaruh sosial di mana satu orang dapat meminta bantuan dan dukungan orang lain dalam pemenuhan tugas bersama", dan hanya seseorang yang akan diikuti untuk membimbing atau mengarahkan orang lain dengan melibatkan interaksi nilai-nilai situasional, fungsi, perilaku, kekuatan pengaruh, visi, karisma dan kecerdasan.

Karakteristik dari pemimpin adalah:

  1. Memiliki komitmen pribadi yang tinggi
  2. Pemimpin harus memiliki tanggung jawab akal untuk memberikan pelayanan dan kontribusi kepada orang lain.
  3. Dapat mendefinisikan rasa, visi dan dapat mengartikulasikan dengan jelas.
  4. Memiliki visi untuk berbagi dan bermakna serta realitas bagi orang-orang yang terlibat.
  5. Sebagai pembelajar yang terus menerus
  6. Sebagai pribadi yang dapat dipercaya
  7. Sebagai pribadi yang terbuka dalam berkomunikasi
  8. Melibatkan anggota tim untuk mencapai hasil pekerjaan
  9. Tidak melakukan reaksi yang berlebihan terhadap perilaku negative
  10. Memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengembangkan ketrampilan
  11. Siap menghadapi masalah pada suatu waktu
  12. Mampu berkomunikasi dan mendengarkan dengan baik dan mendengarkan


Obyektif

Banyak dari organisasi terutama pada level Top Management yang tidak menyadari, bahaya yang ditimbulkan dengan tidak adanya Pemimpin, dan sering membuat permasalahan internal organisasi diketahui oleh pesaing usahanya, dimana kesempatan tersebut akan dijadikan suatu moment untuk dapat mengungguli organisasi yang menjadi kompetitornya.

Moment yang menguntungkan tersebut bagi organisasi competitor, tidak akan dilewatkan karena memiliki potensi yang besar terutama dalam merebut pangsa pasar yang semula tidak bisa dikuasai untuk melakukan pertumbuhan usaha bagi organisasi pesaing.

Efek negative dari organisasi yang tidak memiliki pemimpin antara lain sebagai berikut.

  1. Anggota tidak merasa dihargai
  2. Menciptakan sikap budaya yang negative
  3. Tidak memiliki motivasi untuk mengembangkan diri
  4. Produktifitas rendah dan/atau kualitas buruk
  5. Mudah terjadinya mis komunikasi (konflik)


Efek positive dari organisasi yang memiliki pemimpin adalah sebagai berikut

  1. Menumbuhkan rasa individu dibutuhkan oleh organisasi
  2. Meningkatkan sikap positif terhadap organisasi
  3. Mudah memanfaatkan sumber daya
  4. Mengurangi keluhan individu dan kelompok kecil yang ada pada organisasi
  5. Menghilangkan kebingungan bagi individu
  6. Memudahkan untuk mencapai tujuan bersama
  7. Mempermudah membangun tim



Strategi membangun pemimpin

Dalam membangun pemimpin, maka harus dilakukan beberapa tahapan (proses), sebagai berikut.

  1. Menilai tingkat pemberdayaan diri, melalui masukan atau saran dari berbagai sumber di luar organisasi
  2. Menentukan kinerja pribadi individu secara baik (menurun, memenuhi atau melampaui harapan)
  3. Melakukan pengujian kembali atas kinerja tersebut dan membuat rencana untuk melakukan yang terbaik
  4. Membuat komitmen untuk memiliki ketrampilan yang dibutuhkan dalam memenuhi harapan organisasi
  5. Mendapatkan mentor untuk membangun kemampuan dan mengatasi keterbatasan serta mendefinisikan perluasan pemberdayaan untuk kegiatan baru
  6. Menjelaskan bidang kegiatan yang akan dilakukan saat akan bertanggung jawab terhadap hal yang signifikan dalam memperoleh ketrampilan individu atau professional yang baru
  7. Melakukan life cycle dengan menggunakan metode professional


Ketrampilan yang harus dimiliki

  1. Efektif Performance Appraisal dan/atau Assessment
  2. Mendefinisikan dan membangun visi dan misi
  3. People Management
  4. Building motivation and innovation
  5. Building people engagement
  6. Team building management
  7. Management and Organization Development






sumber

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply