» » » Mengatasi Kemiskinan di Indonesia


Dalam kehidupan global ini, kita tentu sudah mengenal yang namanya masalah kemiskinan. Masalah kemiskinan termasuk gejala sosial yang sudah tidak asing lagi didengar oleh telinga masyarakat luas. Gejala sosial ini juga termasuk salah satu kisah-kisah kemanusiaan yang cukup serius untuk ditangani lebih lanjut pemecahan masalahnya.

Akan tetapi, masalah kemiskinan malah tidak dipedulikan dan justru dibiarkan begitu saja serta tidak dicari jalan penyelesaiannya. Alhasil, dampak yang ditimbulkan dari masalah kemiskinan ini semakin parah dan merajalela hingga dapat merombak nilai karakter kepribadian suatu Bangsa itu sendiri.

Macam-macam dampak yang ditimbulkan dari masalah kemiskinan dapat mengakibatkan munculnya gejala sosial yang baru pula, seperti pencurian, perampokan, begal, pembunuhan, penculikan, sengketa hak tanah, perebutan harta warisan, dan lain sebagainya.

Mendengar kata kemiskinan, sudah pasti Anda tebak bahwa seseorang yang dikatakan miskin jika dirinya tidak mampu memenuhi kebutuhan dalam kehidupan sehari-harinya. Dengan kata lain, seseorang tersebut hidupnya serba kekurangan serta tidak mempunyai harta yang lebih didalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Secara umum, kemiskinan berarti kurangnya tingkat pendapatan seseorang untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya. Jadi, mereka yang termasuk ke dalam garis kemiskinan adalah apabila tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang bersifat pokok. Jika di dalam suatu negara tingkat kemiskinannya cukup tinggi, maka biasanya negara tersebut digolongkan ke dalam negara yang sedang berkembang.

Dari masalah kemiskinan yang ada, pasti ada pula faktor penyebabnya. Berbagai faktor tersebut ada yang berasal dari dalam manusia itu sendiri. Selain itu, ada yang berasal dari luar manusia itu sendiri. Perlu diketahui, faktor-faktor itulah yang menyebabkan masalah kemiskinan berujung muncul dan tersebar luas dalam lingkungan masyarakat dari cakupan yang awal mulanya kecil hingga akhirnya wilayah cakupan kemiskinan tersebut menjadi luas tak terkendali. Faktor-faktor penyebab munculnya masalah kemiskinan adalah sebagai berikut :


1. Pengangguran

Dalam realita hidup, semakin banyak pengangguran maka akan semakin banyak pula orang-orang miskin yang tersebar luas di lingkungan masyarakat. Orang yang menganggur tidak bisa memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Akibatnya, dia akan terjerumus ke dalam masalah kemiskinan. Jika ia sangat membutuhkan uang, maka bisa saja dirinya akan melakukan tindakan tercela, seperti mencuri barang milik orang lain.


2. Sikap, pola pikir, serta wawasan manusia yang rendah

Suatu kebiasaan seseorang yang ada di dalam pikirannya, bahwa dirinya kadangkala malas dan tidak ada semangat untuk bekerja didalam memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Faktor inilah yang menyebabkan munculnya pengangguran. Pola pikir mereka lebih enak bersenang-senang daripada bekerja inilah yang menyebabkan kemiskinan muncul dalam sendi kehidupan mereka sendiri.


3. Kurangnya keterampilan di dalam diri individu

Manusia yang di dalam dirinya tidak mempunyai ketrampilan apa-apa, sungguh tidak semudah itu mencari lapangan pekerjaan. Bahkan sebagian dari mereka kebanyakan ditolak saat ingin melamar pekerjaan di suatu tempat karena tidak adanya keterampilan yang dimiliki oleh mereka.

Akibatnya mereka merasa putus asa dan tidak ingin lagi untuk mencari pekerjaan. Akhirnya mereka berdiam diri secara terus-menerus tanpa melakukan kegiatan yang bermanfaat. Inilah yang menyebabkan pengangguran, awal mula faktor untuk menuju masalah kemiskinan.


4. Pola hidup manusia yang konsumtif

Pola hidup manusia dalam memenuhi kebutuhannya kadangkala terlalu berlebihan sehingga ingin memiliki semua barang yang dianggapnya penting padahal barang tersebut tidak sepenuhnya penting bagi dirinya. Manusia yang memiliki kelebihan modal/harta biasanya akan berfoya-foya untuk membeli segala macam barang yang diinginkannya. Akibatnya, lama-kelamaan modal/harta yang dimilikinya menjadi habis hingga akhirnya mereka jatuh ke dalam jurang kemiskinan.


5. Pendidikan yang rendah

Kadangkala setiap seseorang dalam menempuh jenjang pendidikannya tidak sepenuhnya tuntas. Ada dari dirinya yang hanya lulusan SD dan SMP. Ada juga yang lulusan SLTA/SLTP (SMA). Penyebabnya mungkin dari faktor biaya yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya dikarenakan tingkat pendapatan orang tuanya rendah. Akibatnya jika ia mencari pekerjaan, mungkin akan sedikit sulit karena masih belum punya ketrampilan khusus yang ada pada dirinya.


6. Tingkat pendapatan yang rendah

Saat bekerja, seseorang pasti menerima upah pada saat waktu yang telah ditentukan, baik sehari, seminggu, ataupun sebulan sekali. Namun, upah itu masih belum cukup dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Tambahnya lagi jika dia mempunyai anak dan tidak kuat lagi untuk membiayai sekolah anaknya. Akibatnya si anak tersebut putus sekolah serta tidak bisa meneruskan sekolahnya ke jenjang tingkat berikutnya.


7. Bencana alam

Berbagai bencana yang berasal dari alam seperti gunung meletus, banjir, tanah longsor, gempa, dan tsunami menyebabkan kerugian harta benda serta jumlah korban yang tertimpa bencana cukup banyak. Jika seseorang selamat namun harta miliknya lenyap, maka orang tersebut tidak memiliki apa-apa lagi untuk memenuhi kebutuhannya.


Sedangkan untuk mengatasi permasalahan kemiskinan ini, peran pemerintah serta individu itu sendiri juga sangat diperlukan dalam mengurangi tingkat kemiskinan di suatu wilayah. Berikut cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah kemiskinan :


1. Memperluas lapangan kerja

Cara yang satu ini cukup ampuh dalam mengatasi masalah kemiskinan yang ada dengan cara mengurangi jumlah tingkat pengangguran yang kian bertambah dari tahun ke tahun. Pemerintah harus menyediakan lapangan kerja lebih banyak lagi di setiap wilayah tertentu, dimana wilayah itu sedang kekurangan lapangan pekerjaan. Dengan kata lain, diharapkan pemerintah mampu dalam memenuhi jumlah pelamar kerja agar sebanding dengan lapangan kerja yang tersedia.

Pemerintah dapat membangun industri besar, perusahaan, apartemen, hotel, rumah makan, dan sebagainya yang tentu membutuhkan tenaga kerja. Dengan adanya lapangan pekerjaan yang cukup, seseorang bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari anggota keluarganya.


2. Memberi bantuan pendidikan secara gratis

Dalam hal edukasi, pemerintah telah mengadakan program bantuan pendidikan berupa wajib belajar sembilan tahun bagi masyarakat yang tidak mampu. Di samping itu, pemerintah juga perlu memberi keringanan biaya iuran bulanan sekolah kepada siswa yang orang tuanya merasa kurang mampu. Dengan itu, masalah putus sekolah dapat diatasi sehingga pada suatu saat nanti siswa yang telah lulus tersebut dapat leluasa mencari pekerjaan karena dia telah memiliki kemampuan dan ketrampilan di dunia kerja.


3. Memberi fasilitas yang memadai dan subsidi gratis

Pemerintah sebaiknya membantu dalam memberi fasilitas yang merata di setiap wilayah. Pemberian fasilitas tersebut dapat diwujudkan dengan melengkapi sejumlah sarana dan prasarana yang dinilai kurang atau masih belum cukup keberadaannya. Setelah fasilitas terpenuhi, diharapkan masyarakat dapat hidup layak dan sejahtera.

Selain itu, Pemerintah juga perlu memberikan subsidi gratis kepada masyarakat yang membutuhkan. Subsidi ini dapat berupa barang pokok/sembako yang diberikan secara gratis kepada masyarakat yang kurang mampu. Pemberian sembako secara gratis dapat memberikan keringanan kepada sejumlah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.


4. Lakukan hal yang inovatif dan kreatif

Sebagian dari manusia malas untuk bekerja. Selain itu, ia tidak memiliki kemampuan serta ketrampilan dalam bekerja. Alhasil, ia lebih memilih untuk bersenang-senang atau hanya diam di rumah saja tanpa melakukan sesuatu yang bermanfaat. Hal inilah yang menyebabkan angka pengangguran kian meningkat.

Daripada melakukan hal-hal semacam itu, lebih baik lakukanlah kegiatan yang bermanfaat. Kegiatan itu dapat berupa hal-hal yang inovatif dan kreatif, seperti membuat kerajinan dari barang bekas. Hasil karya yang diperoleh dari kerajinan itu, dapat kita jual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


5. Membuka lapangan kerja sendiri

Dalam usaha untuk mencegah kemiskinan, kita dapat berinisiatif untuk membuka usaha sendiri, seperti warung makan sederhana, restoran, tempat penginapan, toko roti, dan lain sebagainya. Tentunya, jika kita membuka usaha, maka akan membutuhkan sejumlah tenaga kerja sebagai penggerak jalannya suatu usaha kita. Dengan itu, orang-orang yang mencari kerja akan membutuhkan permintaan kerja kepada kita. Dengan cara inilah, pengangguran yang merupakan faktor utama kemiskinan dapat dikurangi jumlahnya.

Dari penjelasan di atas, jika ingin kasus kemiskinan tidak tersebar luas, maka harus ditangani lebih lanjut untuk dicari jalan penyelesaiannya agar dampak yang ditimbulkan tidak semakin parah dan merajalela. Untuk mengantisipasi segala faktor penyebab munculnya masalah kemiskinan tersebut, pemerintah seharusnya perlu menindaklanjuti penanganan dari masalah kemiskinan yang ada di lingkungan masyarakat sekitarnya.

Tidak hanya pemerintah, namun semangat, kemauan, dan usaha yang berasal dari diri kita sendiri juga harus dikembangkan dalam memberantas kasus-kasus kemiskinan ini.

Maka dari itu, marilah kita bersama-sama berjuang untuk menumpas habis segala masalah kemiskinan, agar negara Indonesia kita tercinta ini terbebas dari belenggu kasus-kasus kemiskinan yang selama ini menyengsarakan hidup rakyat.



sumber

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply