» » » Kelestarian Alam Meningkatkan Perekonomian Melalui Ekowisata


Indonesia merupakan negara yang terletak di daerah tropis dan menjadi satu negara terluas didunia dengan total luas wilayah mencapai 5.193.250 km² (mencakup daratan dan lautan). Dengan meninjau luas wilayah tersebut, Indonesia menjadi negara terluas ke-7 didunia setelah Rusia, Kanada, Amerika Serikat, China, Brasil dan Australia.

Namun demikian, jika dibandingkan dengan luas negara-negara di Asia, Indonesia berada diperingkat ke-2. Dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, Indonesia merupakan negara terluas dengan tingkat keanekaragaman hayati yang sangat beragam dan penting untuk dijaga kelestariannya.

Kelestarian lingkungan adalah salah satu hal yang esesnsial untuk selalu dijaga dengan baik karena lingkungan hidup dapat dimanfaatkan untuk peningkatan perekonomian melalui jalur pariwisata. Salah satu aspek pariwisata yang menjadi sorotan saat ini adalah pemanfaatan keindahan lingkungan hidup sebagai salah satu destinasi para wisatawan.

Para pengunjung tidak hanya disuguhi pertunjukan tari-tarian dan acara kebudayaan penduduk setempat tetapi juga dapar menikmati keindahan alam yang mempesona seperti air terjun, lembah, sungai, panorama pegunungan, flora dan faunanya serta wisata bahari.

Sebagai negara yang kaya dengan keindahan alamnya, Indonesia memiliki beberapa objek kajian ekowisata antara lain: Wisata Taman Nasional Komodo, Wisata Alam Gunung Pancar yang menawarkan keasrian hutan pinus, Wisata tracking dan air terjun Srigetuk di Gunung Kidul DIY, Wisata bahari pulau Kakaban Kalimantan Timur, Hutan Manggrove Pantai Indah Kapuk, Desa Wisata Pujon Kidul, Malang Jawa Timur.

Beberapa contoh ekowisata tersebut terbukti dapat berpotensi untuk memperbaiki tingkat pendapatan masyarakat sekitar dengan membuka lapangan kerja baik formal maunpun nonformal. Sebagai contoh penjual makanan, souvenir, tour guide maupun sebagai karyawan di sektor perhotelan.

Pengembangan bisnis dalam ekowisata secara etika bisnis dan lingkungan merupakan bisnis yang telah sesuai dengan etika diantaranya yaitu etika ekologi dan hak lingkungan.

Etika ekologi dalam pengertian etika bisnis merupakan sebuah etika yang mengklaim bahwa kesejahteraan dari bagian–bagian non manusia di bumi ini secara intrinsik memiliki nilai tersendiri dan bahwa, karena adanya nilai intrinsik ini, kita manusia memiliki tugas untuk menghargai dan mempertahankannya, ekowisata mengandalkan kelestarian lingkungan untuk menjalankan usaha wisatanya yang berarti sangat sesuai dengan etika lingkungan.

Terkait etika bisnis dan lingkungan, yang dimaksud dengan hak lingkungan menurut William T. Blackstone adalah bahwa kepemilikan atas lingkungan yang nyaman tidak hanya sangat diinginkan, namun merupakan hak bagi setiap manusia. Dengan kata lain, lingkungan yang nyaman bukanlah sesuatu yang kita semua ingin miliki: tapi sesuatu di mana yang lain berkewajiban untuk memungkinkan kita untuk memilikinya.

Clean Water Act 1977 mewajibkan perusahaan untuk membersihkan semua limbah beracun dan limbah non konvesional dengan menggunakan “teknologi terbaik yang ada”.

Ekowisata tidak menghasilkan limbah secara langsung, dengan ekowisata alam akan terjaga karena nilai jualnya adalah alam yang lestari, dampak tak langsung adalah sampah wisatawan yang melakukan kegiatan pariwisata seperti sampah bungkus makanan maupun sampah plastik lainnya. Namun demikian permasalahan tersebut tidak terlalu besar dan bisa dikurangi dengan menyediakan tempat sampah dan pengumuman pembuangan sampah pada tempatnya serta bisa dengan memberikan denda apabila membuang sampah secara tidak tepat.

Badan Informasi Geospasial RI menyajikan data bahwa panjang garis pantai mendekati kurang lebih 100.000 Km dan ada sekitar kurang lebih 3.000 pulau yang masih asli dan belum memiliki nama.

Dengan panjang garis pantai terpanjang kedua di dunia Indonesia masih memiliki banyak pantai yang belum digarap menjadi potensi destinasi wisata yang menarik dan juga ribuan pulau yang masih terjaga keasrian lingkungannya. Selain wisata bahari, wisata alam lainnya masih memiliki potensi ekowisata adalah hutan alam dan juga desa wisata. Pelestarian lingkungan yang handal pada calon destinasi ekowisata merupakan prospek ekonomi yang bagus bagi perkembangan perekonomian masyarakat sekitar pada khususnya dan secara nasional pada umumnya. Dengan didukung pembangunan infrastruktur yang memadai, maka potensi ekowisata di Indonesia masih terbuka luas dan membuka jutaan lapangan kerja baru.

Dengan demikian, menjaga kelestarian alam memberikan manfaat yang luar biasa bagi manusia baik dari segi lingkungan hidup maupun dari segi ekonomi. Keuntungan dari segi lingkungan hidup alam yang terjaga akan memasok oksigen sebagai paru paru dunia, mencegah banjir dan longsor serta menjaga keanekaragaman hayati yang dimilikinya.

Sedangkan dari segi ekonomi alam yang terjaga dapat menjadi sumber pendapatan bila di kelola dengan baik melalui jalur ekowisata. Sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga kelestarian alam untuk keberlangsungan kehidupan manusia yang lebih baik.



sumber

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply