» » » Mahasiswa 'Terbaik'


Mahasiswa sebagai kaum intelektual masih dipandang baik oleh masyarakat. Hal ini menjadi satu “amanah” dari masyarakat untuk mahasiswa untuk mengawal negeri ini dan memimpin perubahan. Karena dalam sejarah, perubahan dan pembaruan selalu berawal dari tangan pemuda yang dipelopori oleh mahasiswa, karena mahasiswa memiliki begitu banyak potensi yang luar biasa. Hal ini menuntut mahasiswa untuk memiliki nilai kepekaan yang tinggi terhadap apa yang terjadi pada negeri ini. Namun, mahasiswa juga memiliki sisi lainnya. Beban utama mahasiswa adalah nilai perkuliahan dan prestasi akademiknya. Hal ini yang menjadi salah satu hal yang menyebabkan mahasiswa menjadi kurang peka terhadap apa yang terjadi. Atau bahkan mahasiswa itu sendiri bisa jadi tidak tahu akan tugas berat yang dibebankan masyarakat pada tiap pundaknya. Hal ini bisa terjadi karena diawal, mahasiswa tidak dikenalkan dengan fungsi dirinya secara menyeluruh.

Maka akhirnya kita sebagai mahasiswa harus benar-benar menyadari dan memahami bagaimana fungsi dan peran kita sebagai mahasiswa. Lalu pertanyaannya bagaimana kita bisa menjadi “pemegang amanah masyarakat” tetapi kita belum mempunyai kemampuan yang memadai. Jangankan harus turun ke jalan meneriakkan keadilan, untuk presentasi didepan kelaspun terkadang kita tidak percaya diri. Jangankan harus membela masyarakat lemah, wawasan kita tentang kondisi masyarakat pun lemah. Jangankan harus “melobby” pemerintah, untuk menghadapi dosen pun kita sering gemetar. Namun hal yang pasti dimiliki oleh mahasiswa, yaitu semangat yang mengelora dan ilmu yang mumpuni.

Cara yang tepat untuk mengasah kemampuan yang kita miliki adalah dengan “berogranisasi”. Dengan berorganisasi kita bisa mendapatkan begitu banyak hal. Ketika ikut organisasi, pastinya akan ada banyak hal yang harus kita kerjakan yang tentunya melibatkan banyak orang. Sadar atau tidak, kita akan menjadi orang yang lebih aktif dari yang lain. Kita akan terlatih dalam mengutarakan pendapat didepan umum dan  memiliki kepemimpinan yang baik dan bisa menggerakkan orang lain. Kita akan belajar mengatur waktu, memiliki banyak teman, mendapatkan channel di perusahaan dan memiliki kemampuan sosial yang baik. Dengan organisasi akan memperluas pergaulan dan wawasan, akan membentuk pola pikir yang lebih baik, menjadi kuat dalam menghadapi tekanan.

Organisasi berperan sebagai ajang simulasi atau latihan dunia kerja yang sesungguhnya. Karena bangku sekolah atau perkuliahan tidak mengajari kemampuan-kemampuan itu. Didalam kelas, kita sebatas mendapat pengetahuan teknis akan suatu disiplin ilmu. Di buku-buku teks yang banyak dijual di pasaran sebenarnya banyak mencantumkan teori-teori dan tips-tips praktis mengenai soft skills ini. Namun itu tidak akan bisa dimiliki jika tidak dipraktekkan ke dalam bentuk perbuatan nyata. Karena ada perbedaan mendasar antara tahu teori dan mampu mempraktekkannya ke dalam kehidupan sehari-hari.

Terlepas dari begitu banyak “keuntungan” yang akan kita dapatkan dalam organisasi, ada satu hal yang begitu mendasar yang harus kita sadari yaitu nilai kebermanfaatan yang akan dihasilkan ketika kita menjadi seorang organisator. Karena Rasul pun mengajarkan kita untuk menjadi orang yang bermanfaat.

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain”.

Dengan adanya kita diorganisasi akan mengupgrade kemampuan yang ada didalam diri yang akhirnya akan kita berikan untuk masyarakat. Dan akhirnya kita bisa merasakan bagaimana nikmatnya melihat senyuman rakyat, merasakan indahnya arti sebuah kebermanfaatan. Dan pada akhirnya kita bisa berusaha meraih gelar “mahasiswa terbaik”.



sumber

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply