» » » Bagaimana Seharusnya Mahasiswa? (Bagian 5-Habis)


4. Mahasiswa harus kreatif dan bisa menghasilkan duit sendiri.


a. Mahasiswa Harus Kreatif

“Kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya berguna (useful), lebih enak, lebih praktis, mempermudah, memperlancar, mendorong, mengembangkan, mendidik, memecahkan masalah, mengurangi hambatan, mengatasi kesulitan, mendatangkan hasil lebih baik atau banyak.” (Mangunhardjana (1986 : 11))

“Kreativitas adalah suatu kemampuan umum untuk menciptakan suatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya” (Utami Munandar (1995 : 25))

Dari definisi kreativitas diatas seorang mahasiswa harus mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-harinya yang penuh dengan tantangan, persoalan dan perjuangan. Mahasiswa dalam kesehariannya harus berisi penemuan hal baru, gagasan-gagasan baru, penuh dengan imajinasi-imajinasi baru yang diperuntukkan untuk melewati tantangan, menyelesaikan persoalan dan mempermudah perjuangan.


b. Mahasiswa Harus Belajar Mecari Duit Sendiri

Sebuah penelitian dari Dr Stephen Carr Leon yang dituliskan dalam artikel yang berjudul “Mengapa Yahudi Pintar?”

Di Perguruan Tinggi Yahudi terutama fakultas Ekonomi, para mahasiswa dikumpulkan dalam satu kelompok yang berisi sepuluh orang. Mereka harus menyelesaikan proyek senilai $US 1 juta. Untuk dapat lulus dari perguruan tinggi tersebut.

Pelajaran diatas adalah bagaimana cara bangsa Yahudi bisa cerdas. Yaitu dengan penerapan beberapa kebiasaan yang teman-teman bisa baca artikelnya lebih lanjut.

Belajar mencari uang saat mahasiswa adalah modal berharga untuk kehidupan setelah kampus. Bisa melahirkan pengusaha-pengusaha muda baru. Yang kala mahasiswanya bisa mengurangi beban pembiayaan hidup dan ketika lulus, turut berpartisipasi memajukan negara. Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mengungkapkan,

“Minimnya jumlah pengusaha dari total populasi penduduk Indonesia membuat kemakmuran masyarakat berjalan tersendat-sendat. Kekurangan pelaku industri menjadi salah satu kendala penghambat kemajuan bangsa. Pengusaha di Indonesia ini kurang satu persen dari populasi penduduk. Bila dibandingkan misalnya dengan Malaysia, yang punya pengusaha dua persen dari jumlah penduduknya, kita masih kalah. dunia sekarang dikuasai oleh kebutuhan pangan, air, energi, dan logam. Keempat rupa penguasaan tersebut hanya bisa dipenuhi apabila sebuah negara memiliki banyak pengusaha yang mumpuni.”

Inilah salah satu motivasi mahasiswa untuk mulai merintis bisni. Apapun bentuknya.

Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang… Pertumbuhan angkatan muda di Indonesia itu setiap tahunnya bisa mencapai 3 juta. Ternyata, mayoritas berorientasi menjadi PNS atau pegawai swasta. Nah, mindset inilah yang diharapkan berubah. Anak muda tidak hanya bisanya bercita-cita menjadi PNS dan pegawai swasta. Justru sebaliknya, anak muda harus bercita-cita menciptakan lapangan kerja untuk menyelamatkan Indonesia dari krisis ekonomi. Anak muda seharusnya memiliki impian yang revolusioner untuk menaklukkan dunia, bukan ditaklukkan dunia. Coba tengok Bill Gates yang sejak usia 13 tahun, saat berdiskusi dengan rekannya, mampu memiliki statement revolusioner dan visioner untuk kategori usianya. “Mari kita tampil dan menjual sesuatu kepada dunia,” ujarnya. Impiannya saat itu adalah agar setiap rumah memiliki satu Komputer. Sehingga, pada umur 20 tahun, akhirnya ia mendirikan Microsoft. Dampaknya? Manusia memiliki kecenderungan untuk memiliki personal computer. Belum lagi demam Komputer jinjing yang pasarnya semakin luas. Komputer kini sudah menjadi lifestyle yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Dan masih banyak kisah sukses lainnya.

Lalu, bagaimana Seharusnya Mahasiswa? Beberapa bagian seperti yang telah disampaikan diatas. Dan selebihnya tergantung proses, pengalaman dari hari-hari kita menjadi mahasiswa.

Meskipun Mahasiswa Indonesia dihadapkan pada realitas-realitas yang anti Idealisme. Namun, mahasiswa akhirnya dihadapkan pada dua pilihan.

Yang pertama tetap bertahan dengan cita-cita idealisme. Menjadi manusia-manusia yang non-kompromistis. Orang-orang dengan aneh dan kasihan akan melihat mereka sambil geleng-geleng kepala: “Dia pandai dan jujur, tetapi sayangnya kakinya tidak menginjak tanah.” Atau yang kedua dia kompromi dengan situasi yang baru. Lupakan idealisme dan ikut arus. Bergabunglah dengan grup yang kuat (partai, ormas, ABRI, klik dan lain-lainnya) dan belajarlah teknik memfitnah dan menjilat. Karir hidup akan cepat menanjak. Atau kalau mau lebih aman kerjalah disebuah perusahaan yang bisa memberikan sebuah rumah kecil, sebuah mobil atau jaminan-jaminan lain dan belajarlah patuh dengan atasan. Kemudian carilah istri yang manis. Kehidupan selesai.

Semua keharusan diatas, hanyalah pilihan bagi mahasiswa, karena menjadi multi talenta itu tidaklah mudah. Namun, bila ada yang mampu, akan lebih baik.

Mahasiswa terbaik adalah mampu menjadi dirinya sendiri.



sumber

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply