» » » Bagaimana Seharusnya Mahasiswa? (Bagian 2)


1. Mahasiswa Harus Berani Berterus Terang (Jujur), Mempunyai Banyak Cita-Cita, Tidak Takut Salah, Independen, Pencari Kebenaran, dan Bertaqwa kepada Allah SWT.

Saya katakan pada diri saya sendiri: saya adalah seorang mahasiswa. Sebagai mahasiswa saya tak bisa mengingkari wujud saya. Sebagai pemuda yang masih belajar dan mempunyai banyak cita-cita, saya harus bertindak sesuai dengan wujud tadi. Karena itu saya harus berani untuk berterus terang, walaupun ada kemungkinan saya akan salah tindak. Lebih baik bertindak keliru daripada tidak bertindak karena takut salah. Kalaupun saya jujur terhadap diri saya, saya yakin akhirnya saya akan menemukan arah yang tepat. Saya adalah seorang manusia dan bukan alat siapa pun. Kebenaran tidaklah datang dalam bentuk intruksi dari siapapun juga, tapi harus dihayati secara “kreatif”. A man is as he thinks.


a. Mahasiswa Harus Berani Berterus Terang (Jujur)

Sifat berterus terang, harus berani dibiasakan oleh mahasiswa. Berani menyatakan salah sebagai kesalahan, dan benar sebagai kebenaran. Karena Jujur itu revolusioner. berani menyatakan kebenaran adalah sebuah simbol bahwa idealisme masih ditegakkan. Kejujuran-kejujuran di kala mahasiswa akan membiasakan kita hingga kelak selesai kuliah. Mahasiswa harus terus membawa sikap yang jujur berterus terang. Anda akan mendapat trust dari siapapun ketika anda terbiasa berkata jujur.


b. Mahasiswa Harus Punya Banyak Cita-Cita dan Harus Kritis dengan Situasi

Seorang pemuda, datang dengan penuh takjub pada gerbang perguruan tinggi. Ia berfikir untuk memasuki dunia baru, dunia untuk membuat field work bagi kemajuan nusa dan bangsa. Saya membayangkan seorang mahasiswa antropologi, yang berusia sembilan belas tahun yang datang dengan cita-cita untuk membuat field work di pedalaman Kalimantan atau Irian Barat. Atau seorang jurusan kimia yang berfikir untuk mendapatkan sejenis cairan baru yang dapat melambungkan manusia ke bulan. Atau seorang mahasiswa hukum yang datang dengan ide-ide yang sarat tentang rule of law.

Dalam waktu beberapa tahun, pemuda berumur Sembilan belas tahun ini mengetahui bahwa tak mungkin ada “field work” ke Irian Barat atau pedalaman Kalimantan. Ia harus puas dengan skripsi tentang masyarakat tukang buah-buahan di pasar minggu. Dan pelan-pelan ia harus melupakan idealismenya tentang cairan yang dapat melontarkan manusia ke bulan. Dan mahasiswa fakultas hukum ini mengetahui, bahwa di atas hukum terdapat hukum yang tidak tertulis. Tentara, polisi, jaksa dan garong-garong yang punya koneksi.

Digambarkan diatas, bahwa ketika memasuki gerbang perguruan tinggi, para mahasiswa sangat antusias dan telah mempunyai mimpi masing-masing, tergantung dari jurusan apa yang mereka ambil. Namun, pada kenyataanya, kampus-kampus hari ini hanya membentuk mahasiswa yang rajin kuliah, cepat lulus dan seterusnya… dan seterusnya…

Namun, yang menjadi poin pentingnya, bahwa dalam kondisi apapun mahasiswa harus konsisten pada cita-citanya. Dalam prosesnya, mahasiswa harus kritis pada kondisi-kondisi yang tidak seharusnya.


c. Mahasiswa Harus Tidak Takut Salah

Dalam proses menuntut ilmu, kesalahan adalah salah satu proses belajar dan kebenaran adalah buah dari proses belajar. Tidak perlu takut salah, seperti kata Gie tadi, jangan sampai karena takut salah kita tidak berani melakukan apapun sehingga akhirnya kita tidak memperoleh apa-apa. Padahal dari proses salah dan berani mengambil sikap itu, merupakan proses belajar yang paling berharga.


d. Mahasiswa Harus Independen dalam Gerakan dan Kehidupannya

Menurut Anies Baswedan, Pergerakan Mahasiswa mempunyai karakter moral yang jelas, hitam putih; benar-benar, salah-salah tidak ada area abu-abu. Dan mahasiswa memang harus begitu. Mahasiswa jangan takut, menurut saya “A” nggak ada masalah, Anda tidak mempunyai kepentingan apapun kalau benar Anda katakan benar kalau salah Anda katakan salah.

Mahasiswa harus independen, dia berbicara sesuai dengan keilmuan yang ia miliki, dia harus lepas dari ikatan intruksi, doktrin yang mengikat, yang mebuat mereka harus lari dari kebenaran.


e. Mahasiswa Harus Mencari dan Menegakkan Kebenaran

Mencari kebenaran adalah khittah dari tugas seorang mahasiswa menuntu ilmu. Mencari kebenaran dari yang sudah benar dan mencari yang baik dari yang sudah baik. Walaupun mereka mengikuti sebuah organisasi lalu mereka diajarkan sesuatu yang bertentangan dengan idealismenya, maka mahasiswa tersebut harus melawan. Tidak ada fanatisme terhadap organisasi yang bisa saja salah dan benar. Fanatisme hanya pada kebenaran dan kebaikan.


f. Mahasiswa Harus Bertaqwa kepada Allah SWT

Seorang Mahasiswa Harus Bertaqwa kepad Allah. Dunia mahasiswa justru membuat kita jauh dari Tuhan. Padahal kebenaran yang hakiki hanyalah ajaran Tuhan. Namun, tidak bisa dipungkiri di kala mahasiswa sikap kritis kita di hadapkan pada apapun, termasuk eksistensi Tuhan. Tak banyak manfaatnya terus-terusan membahas hal seperti itu. Semua ajaran dari Allah benar kecuali yang telah diubah atau di interpretasikan salah oleh manusia.




sumber

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply