» » » Next Leader


Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang hidup bermasyarakat. Sebagai makhluk sosial manusia tidak hanya mengandalkan kekuatan sendiri, melainkan membutuhkan manusia lain dalam beberapa hal. Manusia lama-kelamaan akan kesusahan jika manusia itu hidup sendiri. Kebutuhan merekapun akan tak terpenuhi dengan baik dan maksimal jika ia hidup sendirian. Dalam memenuhi kebutuhannya dalam berkomunikasi, manusia jelas membutuhkan komunitas atau sebuah kelompok bermasyarakat yang dapat menjadi sarana komunikasi satu sama lainnya.

Dalam sebuah komunitas dibutuhkan yang namanya seorang pemimpin yang memiliki jiwa pemimpin yang tinggi. Tetapi ketika seseorang ditunjuk menjadi pemimpin terkadang tidak mau ditunjuk atau dipilih menjadi seorang pemimpin atau leader.Banyak alasan yang muncul, seperti dia merasa tak punya kemampuan memimpin atau merasa tidak punya jiwa kepemimpinan yang tinggi. Alasan inilah yang paling sering digunakan untuk mengelak dari tanggung jawab untuk menjadi seorang pemimpin sebuah komunitas atau dalam bermasyarakat.

Sebagian orang berpikir bahwa sifat kepemimpinan atau jiwa kepemimpinan yang tinggi hanya berasal dari kecil atau sering juga dianggap sebagai anugerah yang paten dan tidak dapat diadakan lagi.  Anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Sifat kemimpinan yang tinggi tidak semata-mata hanya berasal dari keturunan atau hanya berasal dari kecil. Sebenarnya sifat kepemimpinan itu bukan hanya didapat sejak dilahirkan tetapi juga dapat diciptakan.

Beberapa orang ketika merasa bahwa dirinya tak memiliki sifat kepemimpinan akan selamanya tak memilikinya. Sehingga orang-orang seperti itu akan tidak mau menjadi seorang pemimpin. Anggapan itu jelas salah. Setiap manusia pada dasarnya memiliki hak yang sama. Hak itu adalah memiliki sifat kepemimpian. Karena seperti yang dituturkan diatas, sifat kepemimpinan atau jiwa kepemimpinan tinggi itu tidak hanya didapatkan dari keturunan saja atau sejak manusia itu lahirkan,  tetapi juga dapat kita peroleh dengan cara kita menciptakannya sendiri.

Awalnya semua manusia memiliki bakat atau kemampuan untuk memimpin, entah itu sudah memiliki sifat kepemimpinan yang tinggi maupun yang kecil. Tetapi terkadang seseorang ketika sudah beranjak dewasa seseorang merasa sifat itu tidak ada. Hal itu dapat terjadi karena seseorang itu tidak mengasahnya dengan baik dan tidak secara terus menerus. Bakat pada dasarnya jika tidak diasah secara terus menerus dapat menjadi tumpul. Seperti juga dalam hal menimba ilmu, jika kita hanya menerima dan menerima saja tanpa mengasahnya lagi pasti lama-lama akan tumpul dan takan hilang. Begitu juga dengan sifat kepemimpinan. Semakin lama tidak diasah semakin lama akan semakin hilang.

Dalam menangani sifat kepemimpinan yang kurang terasah, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Salah satunya belajar dalam kepelatihan leadership.Didalam pelatihan leadershipseseorang dilatih dalam berorganisasi. Didalam kepelatihan juga ada pelatihan dalam menangani suatu masalah dan juga manajemen. Sebagai pemimpin atau leader, seseorang dituntut untuk dapat menangani dan menengahi suatu masalah. Oleh karena itu kepelatihan dasar kepemimpinan dirasa cukup diperlukan demi menunjang skill dan mengasah kemampuan seseorang untuk melatih dan mengembangkan sifat kepemimpinannya.

Semua orang mampu menjadi seorang leader. Bagaimana bisa hal itu dapat disimpulkan? Ya jelas seperti tutur di atas. Semua manusia memiliki bakat kemampuan dasar dalam memimpin. Walaupun tidak semuanya. Namun tentang hal mengenai ada tidaknya bakat memimpin itu tidaklah suatu masalah yang besar, karena kemampuan untuk memimpin dapat diciptakan dan dilatih

Begitu juga dengan diri kita sendiri. Sama halnya dengan orang lain, kita dimampukan untuk menjadi seseorang pemimpin. Hal itu jelas bisa terjadi dari diri kita. Walaupun terkadang kita terkadang mengelak untuk tanggung jawab itu karena dirasa tanggung jawab itu terlalu besar. Hal itu hanyalah asumsi kita belaka. Sama halnya ketika kita melakukan hal baru, pasti pada awalnya kita merasa tak mampu. Tetapi setelah mau memulai dan mulai merasakan bagaimana rasanya, lama-kelamaan kan menjadi kebiasaan. Semua dapat dilakukan oleh kita karena tidak ada yang tak mungkin dan semua dapat terjadi.

Kita dilahirkan sebagai pemenang dan menjadi seorang pemimpin. Tak bisa dipungkiri kita terlahir menjadi seorang pemenang dan menjadi seorang pemimpin. Hal itu dapat terlihat dari kebiasaan kita sehari-hari. Sebagai contoh, kita bisa menjadi penengah dalam suatu masalah. Hal itu mungkin tak disadari oleh kita bahwa hal itu adalah contoh sederhana dalam sifat kepemimpin.

Diri kita terkadang merasa sifat itu tak terlihat sama sekali. Hal bisa saja terjadi karena kita terlalu sibuk melihat orang lain dan membandingkan dengan kelemahan kita. Kita terlalu lama menutup mata supaya tak melihat diri sendiri. Hal itu sangat disayangkan karena ada saat kita mampu melihat diri dan menggali potensi kita sendiri. Dan pasti sifat kepemimpinan itu akan tampak karena kita mau melihatnya dan mengakuinya.

Hidup adalah sebuah siklus yang selalu berputar dan tak akan berhenti selama Tuhan masih mengijinkan. Inilah saat bagi kita untuk menjadi leader atau pemimpin bagi komunitas-komunitas kita. Kita mampu menjadi seorang pemimpin, kita juga mampu memimpin dalam skala dan cangkup yang lebih besar. Walaupun pada awal terasa berat, tetapi semua akan menjadi berharga dan menjadi seorang leader adalah pijakan awal untuk naik tingkat.

Ketika yang dewasa semakin menua dan anak beranjak dewasa, semua akan terjadi dan tak dapat berhenti. Kita sebagai pemuda beranjak dewasa, inilah saatnya kita untuk tak mengelak dan tak mementingkan ego diri sendiri yang jika diladeni akan menjadi-jadi. Kita sebagai pemuda adalah pemimpin dan kitalah pemimpin hebat selanjutnya.



sumber

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply