» » » Perwujudan Idealisme Generasi Muda Penerus Bangsa


Pemuda adalah harapan bangsa, pemuda adalah tulang punggung dari suatu negara, pemuda pun orang-orang yang akan menentukan arah suatu bangsa di masa yang akan datang, singkatnya pemuda adalah masa depan.Tak pelak hal ini sering kali kita dengar sebagai seorang pemuda. Mempunyai peranan serta tanggung jawab yang sangat besar dan tidak main-main. Generasi saat ini merupakan generasi yang akan memimpin di masa yang akan datang, begitulah kata mereka.

Kata-kata inilah yang mengingatkan kita kembali bahwa pemuda memiliki kedudukan serta peran yang sangat vital bagi suatu negara. Di pundak seorang pemuda lah cita-cita bangsa dijunjung, melalui pemuda lah harapan serta mimpi rakyat di perjuangkan. Pantaskah generasi ini memegang tanggung jawab sebesar itu ?

Di sisi lain, mereka yang berperan sebagai pemuda pada generasi ini masih susah untuk berkembang di negara sendiri. Arus globalisasi serta akulturasi menjadi penghambat utamanya, ketertarikan pada budaya negara lain bahkan mengubah seluruh elemen kehidupan pemuda pada generasi ini. Ketertarikan akan cita-cita bangsa memudar seiring dengan masuknya budaya asing ke negri nusantara, kecepatan arus informasi ternyata tidak selalu berdampak baik bagi para pemuda. Kecenderungan untuk menjadi pengikut,gejolak masa muda yang menjurus ke arah negatif, serta lemahnya mental para pemuda masih menjadi masalah serius yang harus kita hadapi. Apa yang harus dimiliki oleh seorang pemuda untuk menyelamatkan generasi ini dari kerusakan yang mereka timbulkan ?.

Oleh karena itu, mampukah idealisme seorang pemuda menjadi jawaban dari tantangan-tantangan yang dihadapi? . Tan Malaka mengatakan “Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda” . Kata-kata ini masih terus menjadi pegangan sebagian besar pemuda, timbul keresahan dalam benak penulis. Apakah idealisme benar-benar sebuah jawaban dari persoalan atau malah sebuah ancaman yang harus di padamkan. Di zaman ini, tidak sedikit pemuda yang mengatasnamakan dirinya seorang mahasiswa bersikap anti kritik atau bahkan menyebut diri mereka seorang yang skeptis. Lantas,Salahkah seorang pemuda yang idealis ?

Maka, jawaban dari pernyataan itu tergantung dari sudut pandang mana orang yang menjawab pernyatan itu menilai suatu idealisme. Apakah mereka dalam posisi benar-benar idealis serta concern dengan isu-isu sosial serta tulus dalam setiap gerakan yang mereka lakukan,maka jawaban dari pernyataan itu sudah jelas bahwa seorang pemuda memang harus memiliki idealisme.

Namun, jika mereka dalam posisi yang ‘mengatasnamakan’ diri mereka idealis dengan ikut-ikutan suatu gerakan yang mereka sebut action,leadership, atau movement hanya untuk terlihat peduli serta sama sekali tidak mengerti apa yang mereka lakukan maka jawaban dari pernyataan itu ialah salah, idealisme tidak sebercana itu. Dengan begitu, masihkah idealisme menjadi kemewahan seorang pemuda seperti yang dikatakan Tan Malaka ?

Selanjutnya, muncul dalam benak penulis apa sebenarnya yang dimaksud dengan idealisme serta bagaimana seorang bisa di katakan sebagai seorang yang idealis. Jika meilhat dari sudut pandang filsafat, secara umum idealisme merupakan sebuah paham yang menganggap prinsip, harapan, serta cita-cita sebagai pegangan utama serta pedoman hidup.

Definisi idealisme pun berbeda-beda menurut tiap tokoh yang menganutnya. Selanjutnya, secara sederhana seseorang dikatakan idealis ketika ia berani memegang teguh apa yang menjadi cita-cita serta harapannya, ketika seseorang berani bergerak mengikuti kata hatinya walau orang lain mengambil jalan yang berbeda. Pada akhirnya kembali ke pertanyaan awal, mampukah idealisme seorang pemuda menjawab tantangan-tantangan hidup yang mereka hadapi ?

Idealisme tumbuh dan berkembang dengan bertahap juga melalui proses yang sangat panjang, tetapi mengandung fondasi yang solid karena berisi ide, perilaku, sikap, mindset, maupun cita-cita seseorang. Namun, idealisme pun mengandung nilai-nilai individualis yang sangat mempengaruhi pola hidup, cara melihat realita, kepedulian sosial, pemikiran kritis, dll.Nilai-nilai individualis itulah yang sejatinya bisa jadi sisi negatif dari idealisme, karena ketika idealisme seseorang lebih besar daripada kepentingan orang banyak maka saat itu pula idealisme bisa menjadi kekuatan yang dapat mengubah jati diri seseorang. Lalu, bagaimana sebenarnya contoh dampak negatif dari idealisme ?

Dampak negatif dari idealisme yang dianut seseorang terkadang bisa menjadi sangat berbahaya dan banyak contoh yang dapat kita pelajari. Salah satunya kita mengetahui seorang tokoh besar sebagai aktor yang bertanggung jawab dalam Perang Dunia II, Adolf Hitler. Hitler adalah seseorang yang memiliki jiwa idealis yang sangat tinggi, ia punya keyakinan yang tinggi atas bangsa arya serta menganggap kaum Yahudi serta ideologi komunis merupakan sesuatu yang harus di musnahkan.

Idealisme nya bukan hanya berdampak bagi dirinya ataupun bangsa yang ia bela, tetapi idealisme yang hitler miliki mempengaruhi semua bangsa. Idealisme hitler juga merupakan tanda kemunduran dalam pemikiran yang dialami peradaban manusia, ketika individualis seseorang bahkan bisa merenggut jutaan nyawa. Selanjutnya, bagaimana dengan tokoh-tokoh besar yang lainnya ?

Sampai saat ini, terdapat banyak pemimpin di Indonesia, namun Indonesia memiliki satu pemimpin yang dianggap mempunyai sikap idealisme paling kuat, ia adalah soekarno. Soekarno tentu jelas menganut beberapa aspek ideologi yang ia tanamkan dalam pemikirannya, ia adalah orang yang berani mencampur adukkan nilai-nilai kebaikan dari tiap ideologi yang ia anut serta membuang jauh nilai-nilai negatif dari ideologi yang tidak cocok untuk bangsanya. Idealisme terbesar yang dimiliki Soekarno adalah ketika ia menjadi seorang tokoh revolusioner dengan melawan arus penjajahan serta menanamkan idealisme “kemerdakaan” yang harus diperjuangkan oleh bangsa Indonesia. Maka, dari contoh tersebut apa yang menjadi dampak dari idealisme yang dimiliki seseorang ?

Orang yang idealis mengalami beberapa dampak negatif yang pasti ia rasakan, keteguhan hati yang tinggi serta berpegang teguh pada keyakinan yang ia miliki merupakan ciri utama dari orang yang idealis. Tetapi, permasalahan utama yang dialami oleh seorang yang idealis adalah ketika seringkali mereka terasing dari lingkungannya, orang-orang disekitarnya akan menganggap bahwa mereka merupakan orang yang egois, kaku, sombong, dll. Karena sejatinya orang yang idealis pasti mencampurkan keinginan individu diatas kepentingan bersama. Namun, seorang yang idealis tentu juga bisa memiliki sikap fleksibel seperti saat ia mendapati seorang yang ternyata tidak sepaham tapi tetap bisa mempertahankan perbedaan, tahu kapan harus bersikap egois untuk kepentingan yang ia miliki tapi tahu pula kapan ia harus bersikap kooperatif dan bekerja sama.

Banyak kutipan yang sangat tepat ketika dikaitkan dengan idealisme yang dimiliki seorang pemuda. Salah satunya yaitu : “ janganlah terbawa arus, atau memaksakan diri untuk melawannya, tetapi cobalah untuk bermain diatasnya”. Menurut penulis kutipan ini sangat menggambarkan bagaimana sikap idealis yang dimiliki seorang pemuda dikembangkan, seorang pemuda tidak boleh semata-mata mengikuti trend untuk terlihat idealis tetapi seorang pemuda memiliki sikap idealis untuk kepentingan yang bukan hanya miliknya tetapi juga kepentingan bangsa yang harus ia perjuangkan. Kejar apa yang sudah dicita-citakan, perjuangkan apa yang sudah menjadi harapan.

Kembali ke awal, pemuda merupakan power of the world atau kekuatan dari dunia itu sendiri. Seorang pemuda memiliki kekuatan/spirit yang luar biasa, idealisme seorang pemuda sangat diperlukan ditengah permasalahan besar yang dihadapi bangsa Indonesia. Hal ini membutuhkan peran seorang pemuda yang berjiwa cekatan, kreatif, inovatif, serta efektik untuk menaklukkan tantangan menjadi peluang serta menjadi garda terdepan untuk melawan ancaman yang dapat merusak persatu NKRI. Lalu, apa saja tantangan yang dihadapi oleh seorang pemuda dengan idealisme mereka miliki ?

Bagi seorang pemuda dengan sikap idealis maka tantangan yang mereka hadapi sangat banyak. Secara khusus, para pemuda dengan idealisme yang mereka pegang cenderung memiliki masalah dalam kehidupan pribadi mereka masing-masing yang tentu saja berbeda beda, tetapi secara umum para pemuda yang idealis memiliki beberapa tantangan bersama yang harus mereka hadapi, yaitu: Perlawanan terhadap penjajahan narkoba, jatuhnya semangat muda serta martabat maupun kharismatik yang tidak lagi dimiliki generasi muda saat ini, kurangnya kepedulian sosial, kurangnya kepedulian terhadap cita-cita bangsa, kurangnya kepedulian terhadap perjuangan generasi terdahulunya, pudarnya nasionalisme yang dimiliki anak muda. Tantangan-tantangan itulah yang harus dihadapi oleh pemuda masa kini dengan sikap idealis yang mereka miliki.

Meskipun begitu, perjuangan menghadapi tantangan-tantangan yang dihadapi pemuda masa kini bisa belajar dari berbagai peristiwa yang melibatkan idealisme dari pemuda di masa lalu. Pada tanggal 28 oktober 1928 di Jakarta masih jelas dalam ingatan kita ketika membaca saat-saat dimana pemuda di Indonesia berhasil mengguncangkan dunia dengan mendeklarasikan sumpah pemuda, sikap ini menjadi pioneer dalam proses bangkitnya bangsa Indonesia untuk melawan imperialisme Belanda ataupun Jepang pada saat itu.

Selain itu, pada tahun 1998 pemuda Indonesia kembali menjadi aktor utama dalam terjadinya gerakan reformasi melawan pemerintah orde baru. Pemuda,mahasiswa, seluruh elemen masyarakat yang mempunyai idealisme yang sama pada saat itu berhasil menjatuhkan kekuasaan seorang soeharto yang sudah duduk dibangku kepresidenan selama 32 tahun. Dari kedua peristiwa itu dapat kita buktikan bahwa benar adanya pemuda merupakan roda penggerak dari suatu negara, dengan idealisme nya pemuda bahkan bisa mengguncangkan dunia.

Sejatinya, pemuda sebagai pilar dan fondasi negara harus memiliki jiwa idealis, bukan seperti air yang selalu mengikuti alur begitu saja, pemuda harus berani mengatakan serta bertindak sesuai kebenaran, dan mengakui kesalahan ketika memang salah. Dengan kuatnya arus informasi yang beredar saat ini pemuda harus bisa menjadi aktor yang dapat memfilter kebenaran.

Selanjutnya, pemuda harus dapat menyatukan gagasan dari idealisme mereka untuk kepentingan negara, peduli serta turut mengkaji masalah dan fenomena yang terjadi di masyarakat. Dengan idealisme masing-masing pemuda harus tetap bersama-sama membangun serta memperjuangkan cita-cita bangsa. Sebagai perisai yang dimiliki masyarakat, pemuda harus dapat meninjau serta menerapkan fungsi controling kebijakan pemerintah secara nyata dan mendukung kegiatan Pro rakyat, kekuatan dasar sebuah ide, gagasan, serta pandangan yang dimiliki para pemuda tetap harus bepegang pada falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang bersifat universal, idealisme pemuda harus pula sejalan dengan prinsip dasar dari Pancasila maupun UUD 1945.

Ditengah-tengah berkembangnya problematika yang dapat memecah belah persatuan serta keragaman bangsa Indonesia, pemuda harus bertindak sebagai penggerak. Jika bukan pemuda generasi ini, maka siapa lagi yang mampu memperbaiki nasib bangsa ini ? Perlu diingat, Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh pemuda. Maka manfaatkanlah sebaik mungkin.



sumber

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply