» » » Peran Pemuda dalam Menegakkan Hak Asasi Manusia dari Kacamata Politik


Pernyataan umum tentang hak-hak asasi manusia merupakan sebagai suatu pelaksanaan umum bagi semua bangsa dan semua negara dengan tujuan bahwa setiap orang atau setiap badan dalam masyarakat mendapatkan kesetaraan dan keadilan yang sama. Doktrin hak asasi manusia sekarang ini sudah diterima secara universal sebagai a moral, political, and legal framework and as a guidelinedalam membangun dunia yang lebih damai dan bebas dari ketakutan dan penindasan serta perlakuan yang tidak adil. Oleh karena itu, dalam pandangan negara hukum, jaminan perlindungan hak asasi manusia dianggap sebagai ciri yang mutlak harus ada disetiap negara yang disebut rechtsstat.

Bila kita berbicara pelaksanaan tentang hak asasi manusia, maka kita  tidak bisa lepas dan lupa dari peran pemuda negri ini. Diawal tulisan ini saya berusaha meyakinkan dan sekaligus melakukan perenungan atau menengok ke sejarah belakang yang sekarang sudah mulai terasa usang, betapa pemuda merupakan sosok yang kuat dan penuh semangat tetapi perlu motivasi, pemuda ialah kelompok yang berperan tetapi butuh arena, pemuda ibaratkan kelompok yang menentukan masa depan tetapi perlu diberikan kesempatan dan pemuda sebagai kelompok potensial yang dapat apa saja tetapi perlu pengakuan.

Sejarah telah mencatat bahwa peran dan kiprah pemuda dalam melakukan sebuah perubahan peradaban, dan pencerahan sangatlah menentukan termasuk dalam kehidupan politik. Sosok idealisme, sifat kritis, darah juang, dan semangat tinggi yang dimiliki pemuda selalu risau terhadap kemapanan. Berpihak kepada yang terpinggirkan, pembela kaum miskin, ketidakadilan dan kaum tertindas. Maka tak mengherankan apabila Bung Karno mengatakan “berikan aku sepuluh pemuda, maka akan ku guncangkan dunia ini”.

Artinya apa, sebagai kelompok anomik dalam struktural politik, pemuda memiliki kekuatan laten dan manifest yang patut dibangkitkan kembali, diberikan ruang dan arena untuk berkiprah, mengasah kreatifitas, inovasi bagi tumbuhnya generasi yang memiliki kesadaran, kemampuan, semangat, dan tanggung jawab bagi diri dan bangsanya.

Hak asasi politik (politic rights) yaitu hak untuk ikut serta dalam pemerintahan, hak pilih (memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan umum), dan hak untuk mendirikan partai politik. Namun hak asasi politik bukan diam saja dalam kesenangannya tapi terdapat sebuah persoalan besar dalam hak asasi manusia maupun hak asasi politik.

Contohnya, ada orang yang memiliki kemampuan untuk membawa sebuah kekuasaan ke arah yang lebih baik untuk kepentingan orang banyak, tapi oleh penguasa negara yang memegang kekuasaan dibungkam paksa untuk berhenti bersuara dan bergerak. Contoh lain, ada orang yang memiliki tujuan untuk menguasai suatu negara dengan cara apapun, boleh-boleh saja, asalkan rakyat mendukung tidak masalah, tapi kalau rakyat sudah tidak cocok dengan penguasa negara, terus rakyat ingin ganti penguasa, tetapi penguasanya masih saja ingin jadi eksekutif dinegara itu, maka itu telah termasuk dalam pelanggaran hak asasi politik artinya hak asasi dibungkam.

Ditengah hingar bingarnya problematika dunia politik yang menimpa negri Nusantara yang kita cintai ini, kita rindu akan sebuah sosok pemuda yang penuh darah juang yang tinggi seperti pemuda dulu. Pemuda merupakan motor penggerak tumbuhnya kehidupan politik yang damai, aman, dan berperikemanusiaan. Peran dan kiprah pemuda tidak saja ditunjukkan pada situasi anomalis tertentu, ketika negara sedang kacau, justru dalam keadaan normal. Idealisme pemuda sangat diperlukan untuk mengawali setiap proses kehidupan ideologi, politik, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan.

Khusus dibidang politik, sentuhan dari idealisme dan daya pikir kritis pemudalah yang sangat diperlukan untuk mengawal proses transisi demokrasi yang sedang kita laksanakan pada saat sekarang ini. Pilihan terhadap sistem demokrasi dalam menata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara membutuhkan dukungan dari semua pihak untuk mengawal proses demokrasi agar dapat berjalan dengan lancar dan mempercepat pencapaian tujuan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

Proses demokrasi yang sedang kita laksanakan pada saat sekarang ini perlu untuk dikawal, agar tidak menjadi stigma atau pandangan negatif terhadap negara demokrasi itu sendiri. Jangan sampai berkembang anggapan bahwa negara demokrasi justru malah menjadikan masyarakat sengsara, harga-harga menjadi mahal, rakyat susah untuk mendapatkan penghidupan, kerusuhan terjadi dimana-mana, jangan sampai kita kembali ke masa otoriter pada masa lalu. Stigma atau pandangan ini tentu sangat berbahaya bagi keberlangsungan sistem demokrasi yang dianggap sebagai pilihan terbaik bagi kemaslahatan masyarakat.

Negara yang kita cintai ini adalah negara yang menganut paham demokrasi. Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjamin kemerdekaan setiap warga negara untuk berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat sebagai bagian dari hak asasi manusia dan untuk mewujudkan kehidupan kebangsaan yang kuat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, makmur, demokrasi dan berdasarkan kepada hukum yang sah.

Pemuda merupakan bagian suatu unsur terpenting untuk membangun komponen suatu bangsa, karena pemuda tidak bisa melepaskan diri dari yang namanya zoon politicon atau makhluk politik. Keberadaan dan kiprah pemuda merupakan dari produk politik dan terlibat baik langsung maupun tidak langsung nyata maupun tidak nyata dalam kehidupan politik.

Peran pemuda dapat kita lihat dari partisipasi politik pemuda sebagai bagian dari sistem politik yaitu supra struktur politik dan infra struktur politik. Contoh dalam supra struktur politik, pemuda merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam sebuah sistem pemerintahan, karena pemuda harus memahami tentang hak dan kewajibannya sebagai warga negara, termasuk dalam melakukan bela negara. Sedangkan contoh dalam infra struktur politik, pemuda yang dapat berkiprah dalam kegiatan partai politik karena politik adalah salah satu media yang dapat digunakan oleh pemuda untuk berpartisipasi.

Pemuda sebagai agen perubahan harus dapat mengawal proses transisi demokrasi ke arah yang lebih substansif yakni terlaksananya politik secara free dan fair. Untuk mengawal proses tersebut, pemuda dapat berkiprah baik sebagai penyelenggara suatu kegiatan yang berbau politik. Pemuda harus dapat tampil sebagai agen penjaga moral dan etika politik dalam sebuah proses demokrasi, artinya dalam sebuah politik langsung harus dapat berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku, sikap dan perilaku politik yang dijalankan harus menjunjung tinggi etika dan sopan santun politik sehingga tidak ada penerapan politik kotor, dan politik yang menghalalkan segala cara serta menggunakan cara-cara kekerasan atau premanisme politik.

Hampir dipenghujung tulisan ini saya agak miris melihat keadaan pemuda yang sekarang. Pemuda yang sudah tidak peduli lagi dengan keadaan masyarakatnya, mereka hanya memperdulikan bagaimana gadgetnya bisa berbunyi setiap saat, pemuda yang sangat jauh bertolak belakang dengan pemuda pada zaman dulu. Dimana pemuda dulu bersusah payah untuk menegakkan tiang kemerdekaan dan tiang perubahan, tapi pemuda saat ini mereka juga sangat berlomba untuk menegakkan sebuah tonggak yaitu tonggak atau tongkat selfie.

Pemuda yang hanya sibuk dengan perang-perangan Clash Of Clans tapi tidak tau negaranya sedang diperang oleh musuh dari segala sudut. Pemuda yang sudah tidak bisa lagi membela negaranya karena pemuda kini telah larut dalam asmara. Bagaimana pemuda sekarang ingin semangat sedangkan mereka telah tanggal semangat.

Pemuda sekarang ini telah bertumbuh menjadi generasi rapuh, belajar berdiskusi dari perihal kafe-kafe mewah. Pemuda yang belajar problem solving ditengah tengah hingar bingar musik diskotik yang hidonis. Pemuda yang belajar soal kebangsaan di mal-mal kapitalis. Pemuda yang belajar perihal cinta bangsa dari drama-drama korea yang sok romantis. Dan pemuda yang belajar nasionalisme sekedar hanya menyusuri luasnya lapangan futsal.

Diakhir tulisan ini saya tidak menyalahkan pemuda, karena saya tau bahwa agent of change bukan hanya sekadar mantra-mantra berbusa. Sosial control bukan hanya sekedar omong kosong tolol belaka. Iron stock bukan hanya sekedar cerita gagah-gagahan yang dusta. Cerdas cendikia bukan hanya sekedar diotak tetapi juga dari perilaku yang mulia.

Supaya kiprah dan peran pemuda dan partisipasi politik pemuda dapat diperhitungkan maka hendaknya pemuda memiliki sebuah komitmen yang tinggi, keteguhan hati dan konsisten memperjuangkan dan mewujudkan cita-cita bagi kemaslahatan masyarakat, bangsa, dan negara. Pemuda harus mempunyai integritas, yakni menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika.

Banyak yang keliru bahwa politik itu kotor/kejam, politik itu menghalakan segala cara sepanjang tujuan tercapai menabrak rambu-rambu sekalipun itu dibenarkan. Pemuda harus berkopetensi, yakni kemampuan atau kualitas sumber daya manusia menjadi modal dasr yang harus dikembangkan secara terus menerus. Kemampuan untuk memahami orang lain, merumuskan masalah, dan mencari solusi untuk menyelesaikan masalah. Pemuda harus konstituensi, yakni meliputi dukungan dan jaringan dari masyarakat sebanyak-banyaknya.

Usia bukanlah ukuran untuk menentukan kiprah, peran dan fungsi serta kedewasaan politik seseorang. Banyak pemuda yang memiliki kecakapan, kedewasaan dan kebijaksanaan politik yang kadang melebihi orang tua.

Oleh karena itu politik bukan hanya sebagai sebuah ilmu, tetapi seni untuk bernegara, berbangsa, bermasyarakat, seni untuk mendapakan, menjalankan dan mempertahankan kekuasaan. Maka dalam implementasinya dibutuhkan akal/rasio, rasa, dan kehalusan jiwa untuk memainkannya dalam arti diperlukan kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual. Inilah sesungguhnya esensi pemuda dari kacamata politik dan partisipasi politik.

Pemuda. Indonesia kembali memanggil kita, rakyat kembali merindukan kita, nusantara mendambakan hadir kita, dan pertiwi mengundang bakti kita. Marialh kita berdiri gagah dibarisan terdepan dalam menjaga Indonesia para pemuda. Hadapi dengan watak kesatria para penjajah dan penghianat bangsa. Karena, dipundak kitalah kelak negri ini dititip sejahterakan. Dijiwa dan raga kitalah republik ini akan dipertaruhkan.



sumber

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply