» » » Pemuda Potensial


Sebetulnya, dari dulu saya ingin sekali punya kemampuan bisa cepat tau kemampuan atau potensi orang-orang yang saya kenal. Karena apa? Karena dengan begitu, kalo saya lagi ada masalah tertentu, saya bisa dengan mudah mendapatkan saran yang spesifik dari orang yang tepat. Atau sebaliknya, kalo mereka curhat dan minta saran, saya bisa  memberi solusi yang tepat sesuai dengan potensi/kemampuan yang dimiliki orang tersebut.

Karena nggak semua yang putih bisa disebut lilin, dan nggak semua demam itu adalah pertanda akan terkena flu. Maksudnya, meski tampaknya atau “pertanda”nya sama, tapi bisa saja beda. Apalagi sekarang saya ruting mengajar juga, jadi sering menghadapi mahasiswa. Kan enak sekali tuh, kalau bisa langsung tahu potensi mereka orang per orang.

Contoh kasus, ada UKM komik di kampus tempat saya mengajar. Anggotanya ya sama, doyan baca komik dan me-ngomik. Sama-sama jago gambar. Tapi sejatinya mereka semua adalah pribadi dengan potensi yang berbeda-beda. Yang bila digali lebih jauh, ada potensi-potensi lain yang membedakan mereka satu sama lain. Entah dalam soal memegang komitmen, ketekunan, ketegasan, problem solving, mind setting, dan lain sebagainya.

Tahu Kazuo Murakami? Seorang profesor Universitas Tsukuba. Beliau di tahun 1983 berhasil mengurai kode genetik enzim renin manusia yang "mendalangi" tekanan darah tinggi, dan berhasil menyedot perhatian ilmuwan gen dunia. Tapi enzim ini jumlahnya sangat sedikit di dalam tubuh manusia.  Jadi digunakanlah sapi yang sudah diketahui ada renin juga di otaknya. Yang menurut saya luar biasa, untuk mendapatkan 1 miligram renin, diperlukan sekitar 35.000 kelenjar bawah otak sapi. Dan berbekal keuletannya, beliau beserta timnya berhasil mendapatkan enzim renin dalam jumlah yang cukup untuk membuktikan bahwa enzim renin itu apa dan fungsinya untuk apa.

Murakami menyatakan di dalam bukunya "Misteri DNA" (2013), kalau dia bisa menilai secara intuitif mana mahasiswanya yang potensial, yang bisa maju dan berkembang, serta mana yang tidak. Menurut beliau, tipe orang yang potensial itu punya 3 syarat berikut:

  1. Bisa menekuni suatu hal. Saat sedang menekuni sesuatu, ia bisa menenggelamkan diri dalam pekerjaannya tanpa menoleh kanan kiri. Pikirannya hanya fokus pada apa yang dilakukannya dan acuh pada apa yang ada di sekelilingnya. Menurut Murakami, orang berdedikasi sepenuh hati macam ini akan mampu berkembang.
  2. Memiliki ketahanan melanjutkan sesuatu. Setekun apapun, kalau tidak berlanjut, akan sulit mencapai keberhasilan. Orang yang terus mikirin pekerjaannya, saat tidur maupun terjaga, merupakan tipe orang yang bisa berkembang.
  3. Berpikiran terbuka dan bebas. Tidak terikat pada aturan maupun pengetahuan yang berlaku. Atau memiliki “pola pikir Amatir”, bebas dari kekangan apapun dan bisa dibilang mirip dengan cara anak-anak merasakan sesuatu. Dengan pola pikir seperti ini, seseorang akan mudah berkembang.


Bila dipikirkan lebih dalam, ketiga syarat tersebut tidak bisa dibangun dalam semalam, namun perlu proses yang panjang hingga menjadi kebiasaan, dan kemudian menjadi karakter penentu di masa depan. Aristoteles pernah berpesan pada pemuda, "Good habits formed at yout make all the difference."



sumber

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply