» » » Tips Membagi Waktu Kuliah dan Beroganisasi (Bag. 2)


Bingung menentukan antara kuliah atau berorganisaasi? Dua-duanya bisa kamu jalani dengan sukses, kok. Mahasiswa yang berkualitas ialah mahasiswa yang bisa menjalankan soft skill dan hard skill secara seimbang. Pastinya kamu ingin menjadi mahasiswa yang berkualitas, bukan?

Agar kamu sukses dalam menjadi mahasiswa yang berkualitas, yaitu mahasiswa yang bisa ‘membagi waktu kuliah dan beroganisasi’, yuk simak lanjutan tips berikut ini.


Manajemen Waktu yang Baik

Kamu bisa membeli jam, tapi tidak bisa membeli waktu. Sedikit saja waktu kamu buang sia-sia, maka kamu akan merugi. Biasakan membuat perencanaan waktu. Jika kamu aktivis, buat timeline atau ssemacam daftar harian kamu yang terangkum jadi satu dalam buku agenda harian kamu. biasakanlah untuk membuat perencanaan dari kegiatan yang akan kamu lakukan. Tulis semua kegiatan dalam bentuk jadwal maupun teamline dari bangun tidur hingga kita beranjak ketempat tidur. Buatlah perencanaan secara detil mulai dari harian, bulanan hingga tahunan. Dengan kegiatan yang terencana dan terjadwal kita akan memiliki panduan yang jelas, sehingga kita tahu kapan kita harus melakukan dan menyelesaikan kegiatan-kegiatan tersebut.

Bagi seorang mahasiswa, me-manage waktu antara belajar, organisasi, dan melakukan aktivitas sosial adalah wajib dilakukan. Namun demikian, banyak dari kita yang masih terkendala dalam membagi aktifitas akademik dengan organisasi. Hal inilah yang menyebabkan tidak sedikit dari kita yang boleh jadi sukses di organisasi namun jatuh nilai akademisnya atau sebaliknya.


Prioritas

Mahasiswa yang sukses dalam kuliah maupun organisasi pasti mempunyai prioritas yang harus diutamakan terlebih dahulu. Dahulukan tugas kuliah kamu yang penting dan mendesak, seperti tugas mata kuliah yang akan kamu tempuh esok harinya.

Organisasi bisa kamu tangani di lain waktu. Namun, tidak bagi tugas kuliah. Masing-masing dosen memiliki kebijakan tersendiri. Sedikit saja kamu terlambat mengumpulkan tugas tepat waktu, maka hasil jerih payahmu akan sia-sia nantinya. Ini adalah masalah prioritas. Buat perencanaaan mana saja yang harus kamu lakukan saat ini, dan mana saja yang bisa kamu tunda. 

Kurangi kegiatan yang bisa memboroskan waktu, seperti menonton TV terlalu lama, hangout tanpa tujuan yang jelas, atau sekedar ngobrol kesan-kemari. Sedikit gambaran, jika kamu menargetkan untuk lulus tepat waktu dengan predikat cumlaude, sebaiknya untuk tidak terlalu aktif dalam berorganisasi, khususnya yang berat seperti BEM. Cukup imbangi kehidupan sosial kamu dengan mengikuti workshop, seminar ataupun kepanitiaan yang tidak mengikat seperti organisasi.

Menjadi mahasiswa, memang merubah banyak hal, seperti pola berpikir, waktu belajar, cara memperoleh ilmu serta cara berteman. Nah, bagaimana cara menyiasati bagi kamu yang ingin sukses di akademik namun tetap ingin berorganisasi? Kuncinya kembali ke awal. Manajemen waktu yang baik. Nah, tapi jika kamu bukan tipikal yang terlalu mementingkan akademik, itupun tidak salah, karena softskill faktanya juga tergolong penting. 

Ketika kita menginjakkan kaki di bangku kuliah, banyak pengetahuan yang baru dikenal dan diketahui. Bukan hanya pertambahan ilmu yang didapat, tetapi juga cara hidup berorganisasi dan berperan serta dalam lingkungan masyarakat. Organisasi adalah salah satu wadah belajar dan berlatih bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat. Menjadi mahasiswa 'sibuk' itu boleh saja, asalkan mampu memprioritaskan kegiatan mana dulu yang akan dijalani. kegiatan akademik atau organisasi? Kunci suksesnya ada pada pribadi kamu.


... bersambung ...




[berkuliah.com]

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply