» » » Tips Membagi Waktu Kuliah dan Beroganisasi (Bag. 1)

Gambar: citraaguszebua.blogspot.co.id

Bingung menentukan antara kuliah atau berorganisaasi? Dua-duanya bisa kamu jalani dengan sukses, kok. Mahasiswa yang berkualitas ialah mahasiswa yang bisa menjalankan soft skill dan hard skill secara seimbang. Pastinya kamu ingin menjadi mahasiswa yang berkualitas, bukan?

'Kuliah' dan 'Organisasi'. Dua hal yang tak terpisahkan dari sisi mahasiswa. Masing-masing mahasiswa memiliki hak untuk mengikuti suatu organisasi ataupun tidak. Kuliah tanpa organisasi bagai kerupuk yang jika dimakan hanya mendapat anginnya saja. Mahasiswa hanya belajar teori di dalam kelas tanpa mampu mengaplikasikannya di dalam masyarakat. Begitu juga organisasi. Terlalu mengutamakan organisasi hingga melalaikan kuliah bagai pohon yang tidak berdaun. Kamu bisa bersosialisasi dengan siapapun, tapi tidak memiliki basic pendidikan yang terarah.

Menjadi bagian dari lingkungan baru, tentunya membuat kita harus beradaptasi dengan kehidupan yang baru. Begitu juga dengan kehidupan kampus. Segala macam karakter orang terdapat dalam dunia kampus. Jati diri kamu sebagai mahasiswa akan semakin diperhitungkan.

Pengetahuan yang didapat di bangku kuliah sangat terbatas. Karenanya, kamu harus mengikuti organisasi agar bisa mendapatkan ilmu yang tidak kamu dapatkan di bangku kuliah. Cara beradaptasi di suatu lingkungan baru, akan memudahkanmu berbaur di masyarakat. Dengan berorganisasi, kita akan menjadi tahu apa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, merasakan juga  apa yang mereka rasa.

Kampus merupakan tempat kamu mengembangkan diri dan berevolusi lebih baik.  Kampus juga bukan hanya sekedar tempat mencari ilmu, melainkan juga mengembangkan diri, baik di bidang akademik maupun organisasi. Dunia kerja yang semakin menuntut kita agar memiliki soft skill disamping hard skill. Hal ini semakin memacu kamu untuk berkembang lebih baik lagi. Menjadi mahasiswa yang memiliki organisasi akan menjadi nilai tambah bagi bekal masa depanmu kelak. Di saat persaingan yang semakin tinggi, kamu harus bisa menjadikan diri kamu sebagai mahasiswa yang berkualitas. Di organisasi itulah kita dapat belajar memimpin, bekerja sama dengan orang lain (secara team), belajar tentang manajemen dan lain sebagainya. Kemampuan-kemampuan seperti itulah yang justru sangat diperlukan ketika mamasuki dunia kerja yang sebenarnya.

Agar kamu sukses dalam menjadi mahasiswa yang berkualitas, yaitu mahasiswa yang bisa ‘membagi waktu kuliah dan beroganisasi’, yuk simak tips berikut ini.


Renungkan Kembali Apa Tujuan Kamu sebagai Mahasiswa

Tujuan Kamu kuliah ialah untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya. Jika kamu ingin berorganisasi, sebelum berorganisasi sebaiknya renungkan kembali apakah kamu bisa membagi waktu antara kuliah dan organisasi kamu. Tidak jarang banyak mahasiswa yang berorganisasi, namun kuliahnya terbengkalai. Hal ini tidak sesuai dengan tujuan kamu akan kuliah. 

Organisasi seharusnya menjadi penunjang kamu agar kamu bisa memperoleh nilai lebih daripada teman-teman yang lain. Bukan sebaliknya, karena aktif di organisasi, kuliah kamu jadi berantakan. 

Sebagai seorang  mahasiswa, tentu tujuan utama kamu adalah kuliah. Kuliah bukan hanya sekedar belajar teori di dalam kelas. Menjadi bagian dari seorang aktivis, akan banyak pengalaman dan kamatangan yang akan kamu peroleh. Jika kamu hanya bergulat dalam dunia akademik saja yaitu kuliah, kuliah, dan kuliah, tanpa mengembangkan jiwa kepemimpinan, maka kamu akan sulit beradaptasi jika terjun ke masyarakat yang sesungguhnya. Kamu  akan sulit menghadapi peristiwa sosial yang terjadi di sekitar, karena tidak pernah merasakan kehidupan sebagai seorang aktivis yang lebih sering berbaur dengan lingkungan sekitar. Begitu juga sebaliknya, seorang aktivis yang kemampuan intelektualnya nol tidak berarti apa-apa. 

Perdalam lagi tujuan kamu kuliah. Jangan pernah menganggap bahwa organisasi lebih penting dari kuliah, maupun sebaliknya. Kuliah lebih penting daripada organisasi. Keduanya haruslah berjalan seimbang jika kamu ingin menjadi mahasiswa yang berkualitas. Biasanya mahasiswa yang aktif, mereka akan lebih asyik menjadi aktivis dari sebuah organisasi dan acap kali menomorduakan kuliah. Sementara mereka yang bukan aktivis, kurang peduli dengan berbagai macam kegiatan di luar jam kuliah.

Banyak mahasiswa yang mendapatkan nilai indeks prestasi (IP) pas-pasan, bahkan jelek karena alasan menjadi aktivis organisasi. Di sinilah harusnya terjadi hal-hal yang tidak merugikan kamu sebagai mahasiswa. Jangan sampai organisasi menghambat kuliah kamu. Sementara bagi mereka yang fokus hanya pada kuliah, nilai IP mereka aman-aman saja dan memuaskan. Walaupun tidak semuanya seperti itu, ada juga aktivis yang mampu meraih IP tinggi dan merekalah yang mampu membagi waktu antara kuliah dan organisasi.

Kuliah merupakan tugas utama kamu. Padatnya perkuliahan sering kali menyita waktu karena mengikuti bermacam pembelajaran hard skill di kampus. Padahal, tingginya persaingan dunia kerja saat ini menuntut kamu tidak hanya unggul di bidang hardskill, namun juga softskill. Dewasa ini, hardskill  bukanlah jaminan kesuksesan di dunia kerja. Memiliki soft skill akan lebih menjual dan berpengaruh bagi karir seseorang. 

Lantas, apa yang seharusnya kamu pertimbangkan? Kuliah penting! Organisasi juga penting! Dengan kuliah kamu meraih cita-cita yang kamu impikan. Jika semasa kuliah status kamu sebagai mahasiswa, lain halnya ketika kamu lulus. Status masyarakat yang akan kamu sandang. Kamu harus pandai-pandai menempatkan diri sebagai pribadi yang intelek.  Tentu dengan kita ikut organisasi kamu tahu cara menempatkan diri. Lalu, bagaimana caranya agar kuliah dan organisasi bisa sama-sama sejalan? Semua itu tentu bergantung kepada kamu. Tidak mungkin hal yang kamu senangi dilakukan dalam waktu yang bersamaan.


... bersambung ...




[berkuliah.com]

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply