» » » Pemuda, Etika, dan Moral


Pemuda sebagai generasi penerus bangsa sangat berperan penting dalam menentukan nasib sebuah bangsa ke depannya. Tidak terkecuali pemuda di Indonesia. Negara yang kaya akan sumber daya alam ini, menyandarkan nasib ke depannya kepada pemuda-pemuda bangsa. Sangatlah penting akan  kesadaran yang dimilki pemuda, untuk menjaga semangat nasionalisme dan menjaga kedaulatan bangsa Indonesia .

Kesadaran seperti ini bisa dibuktikan dengan aplikasi moral dan etika yang sesuai dengan indentitas bangsa Indonesia. Seperti penanaman nilai-nilai Pancasila dan perilaku akan menghargai perbedaan di tengah masyarakat yang majemuk. Selain itu, pemuda juga harus membawa bangsa ke arah yang lebih baik, tidak ikut larut dalam arus globalisasi yang terjadi, serta memegang teguh ideologi bangsa ini.

Banyaknya penyipangan sosial yang terjadi di masyarakat menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi kita. Narkoba misalnya, penyalahgunaan narkoba mengancam pemuda untuk melupakan moral dan etika dalam dirinya. Selain itu, penyalahgunaan narkoba juga akan melahirkan beberapa penyimpangan sosial baru, seperti pemerkosaan, pencurian, serta pembegalan yang berujung pembunuhan.

Dari data BNN (Badan Narkotika Nasional) yang dilansir oleh salah satu media cetak mencatat bahwa, pada tahun 2005, ada 3,3 juta jiwa masyarakat Indonesia yang menggunakan narkoba. Sedangkan pada tahun 2015, jumlah pengguna narkoba sebanyak 5,1 juta jiwa. Ini menunjukan ada lonjakan yang cukup tinggi bagi pengguna narkoba di kalangan masyarakat kita.

Bapak Suharto dari Dikpora Sleman Yogyakarta pernah menjelaskan di salah satu pelatihan, tentang etika-etika yang seharusnya dimiliki oleh pemuda-pemuda Indonesia untuk mengurangi dan menyelesaikan penyimpangan sosial yang ada. Etika pemuda yang harus dimiliki, antara lain; jujur, bertanggung jawab, berkepribadian dinamis, mempunyai jiwa dan semangat kepeloporan, berakhlak mulia, beriman dan bertakwa kepada Tuhan, komunikatif, beretos kerja tinggi serta yang tidak kalah penting adalah fleksible.

Sembilan etika  inilah yang harus dimiliki oleh pemuda di Indonesia. Karena kesembilan etika yang telah dijelaskan di atas, mewakili nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa, terutama dalam mencapai tujuan kemanuasiaan yang adil dan beradab. Penanaman nilai Pancasila yang kedua ini membutuhkan kejujuran dan rasa tanggung jawab yang dimiliki masyarakat, terutama para pemudanya.

Untuk itu,  kesadaran ini sangat perlu ditanamkan kepada semua pemuda Indonesia demi terciptanya masyarakat yang sesuai dengan tujuan bangsa (baca: Pancasila). Perlu adanya peran keluarga sebagai agen sosial pertama, peran pemerintah, dan peran media massa sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat.

Hal ini bisa dimulai dengan adanya sosialisasi melalui media, baik media cetak maupun media online. Dengan poster dan iklan-iklan layanan masyarakat yang mendidik tentang pentingnya kesembilan etika yang seharusnya dimiliki pemuda, serta perbaikan tayangan  media terutama televisi. Bila perlu, tayangan-tayangan yang berbau bullying dihapuskan, agar bisa digantikan dengan penanaman kesembilan etika di atas.

Tentunya, tidak hanya media massa seperti televisi, keluarga juga memiliki peran yang begitu besar bagi penanaman etika ini. Dalam sosiologi keluarga, keluarga tidak hanya berperan sebagai pelindung bagi seseorang, namun ia juga berfungsi sebagai wadah pendidikan, sosialisasi, ekonomi, serta rekreatif bagi individu itu sendiri. Peran keluarga dalam membentuk karakter seseorang sangatlah penting bagi pemuda Indonesia.

Selain keluarga, sebagai wadah pendidikan, pemerintah dan tokoh masyarakat seperti guru juga memiliki peran yang cukup besar. Penerapan kurikurum dan konsep pendidikan yang diberikan pemerintah sangat menentukan etika seperti apa yang nantinya akan dimiliki oleh pemuda Indonesa ke depannya.

Pendidikan seharusnya hadir sebagaimana fungsinya, sesuai dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional bab II Pasal 3 bahwa, pendidikan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Apabila pendidikan etika ini sudah dijalankan dengan baik oleh seluruh elemen masyarakat, baik keluarga, pemerintah, maupun sosialisasi dari media massa. Maka, akan lahir pemuda-pemuda bangsa bermoral yang sesuai dengan ideologi bangsa. Batasan tentang baik buruk dan benar salah akan tertanam sesuai dengan harapan bangsa.

Dan tentunya, moral pemuda-pemudanya diharapkan mampu merubah bangsa ini menjadi lebih baik. Kalaupun tidak bisa merubah, setidaknya ia sebagai pemuda tidak menjadi trouble maker di negaranya sendiri.



«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply