» » » Estafeta Perjuangan Pemuda Untuk Indonesia


Sebagai generasi penerus bangsa sudah seharusnya kita berfikir maju untuk masa yang akan datang, karena kelak dipundak pemudalah tanggung jawab akan dibebankan. Usia muda adalah suatu hal yang berharga, dimana kita menemukan banyak potensi diri dan semangat yang mungkin tidak kita temukan lagi di usia lanjut.

Banyak orang yang beranggapan bahwa berusia muda adalah salah satu faktor penghalang bagi terwujudnya mimpi-mimpi, cita-cita dan harapan. Justru berusia muda adalah sebuah berkah yang tak ternilai harganya, sebab saat muda kita bisa berkenalan dengan dunia luar, bersosialisasi dan melakukan berbagai aktivitas.

Coba kita lihat orang dengan usia lanjut, untuk sekedar membayangkan mimpi pun mereka sulit. Berbagai prahara mulai dari masalah anak, pasangan hidup, keuangan, dan sebagainya menjadi penghambat bagi orang-orang yang berusia lanjut untuk bermimpi. Belum lagi banyak penyakit yang rentan menyerang orang-orang berusia lanjut. Seperti degenerasi, osteoporosis hingga gangguan kognitif. Penyakit-penyakit seperti inilah yang membuat orang berusia lanjut kesulitan melakukan sebuah langkah awal bagi mimpi-mimpi mereka.

Banyak pemuda yang telah membuktikan bahwa muda tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk berhasil. Siapa yang tidak tahu tokoh Darwis dan Wikana? Ya, mereka adalah salah satu tokoh yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah. Darwis dan Wikana walaupun masih muda sudah menjadi utusan untuk menyampaikan keputusan rapat pemuda kepada Ir. Soekarno dan Drs. Moh Hatta. Oleh Karena itu, kita sebagai pemuda harus bisa menjadi pionir bagi bangkitnya Bangsa Indonesia. Belum lagi jika kita ingat kembali peristiwa Rengasdengklok yang terjadi pada 16 Agustus 1945, peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa sejarah dimana Ir. Soekarno dan Drs. Moh Hatta diculik oleh golongan muda. Adapun tujuan penculikan ini adalah untuk mendesak golongan tua agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Setelah bermusyawarah panjang lebar, akhirnya golongan tua dan golongan muda sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada keesokan harinya, yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945. Dari cerita ini kita dapat melihat bahwa para pemuda memiliki peranan penting dalam sebuah gerakan perubahan.

Pada hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke 72 ini, marilah kita para pemuda berusaha untuk selalu berkontribusi dalam menjaga dan memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Seperti kita ketahui bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, hal itu pulalah yang meneyebabkan banyak bangsa asing yang ingin menguasai Indonesia. Bisa dibayangkan bagaimana kayanya negara kita, yang nyaris memiliki segalanya. Kita memiliki ribuan pulau yang terbetang dari sabang sampai merauke, yaitu sebanyak 17.504 pulau. Kekayaan flora dan faunanya tidak perlu diragukan lagi, di Indonesia terdapat 300.000 jenis satwa liar, 515 jenis mamalia, menjadi tempat bagi 4.000 spesies paku-pakuan, dan masih banyak lagi. Belum lagi kekayaan perkebunan dan kehutanannya juga luar biasa melimpah, kopi, the dan padi merupakan hasil pertanian mayoritas Indonesia. Berbagai rempah-rempah seperti pala, cengkeh, kayu manis, ada di negeri ini. Dengan sumber daya alam yang melimpah nyatanya penduduk negeri ini masih hidup dalam kemiskinan dan keterbelakangan. Banyak rakyat Indonesia yang masih belum merasakan hakikat dari kemerdekaan. Sebanyak 13,2 juta jiwa rakyat Indonesia buta huruf, fasilitas kesehatan yang buruk, kriminalitas merajalela dan masih banyak kebobrokan-kebobrokan lainnya.

Sebanyak apapun sumber daya alam kita akan habis jika tidak diolah dengan baik dan bijak. Saya berharap ketika generasi kami memimpin tidak ada lagi rakyat Indonesia yang buta huruf, biaya pendidikan dan kesehatan menjadi tanggungan negara, karena pendidikan dan kesehatan adalah 2 hal mutlak yang sangat diperlukan manusia. Jika pada saat ini Indonesia menjadi negara dengan tingkat korupsi yang terbilang tinggi, maka pada generasi kami Indonesia akan menjadi negara dengan indikasi bebas korupsi. Jika hingga saat ini pasal 34 ayat 1 sampai 3 yang berbunyi,
  1. Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara,
  2. Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemasusiaan,
  3. Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.


Hingga saatini bunyi pasal 34 ayat 1 sampai dengan 3 hanyalah sebuah teori, dan saya berharap para pemimpin Indonesia di masa depan dapat merealisasikannya. Nanti tidak ada lagi alasan tidak bisa sekolah karena keterbatasan finansial, pendidikan gratis adalah hal yang harus direncenakan pemerintah untuk program di masa mendatang. Karena dengan pemuda Indonesia mendapat pendidikan akan menjamin ketersedian sumber daya manusia yang berkualitas yang bisa mengelola sumber daya alam negara kita. Jika sumber daya alam terkelola dengan baik oleh para pemuda Indonesia, insya allah rakyat akan hidup makmur dan Indonesia menjadi negara maju.

Saya juga berharap Indonesia memiliki sistem kekuasaan kehakiman yang adil. Semua warga negara Indonesia harus sama kedudukannya di dalam hukum, tidak ada diskriminasi ataupun pengecualian karena jabatan dan lain sebagainya. Tidak ada aturan yang kaya yang menang, sistem kekuasaan kehakiman harus ditegakkan secara jujur dan adil. Jika sistem hukum dijalankan secara adil maka para tetikus pencuri uang negara tidak akan nyaman hidup di Indonesia. Sikap-sikap seperti kolusi dan nepotisme harus dihindari agar tidak menjadi sebuah budaya.



«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply