» » » Potensi Pemuda Sebagai Penggerak Perekonomian dan Perpolitikan Indonesia

Keterlibatan pemuda sebagai motor penggerak utama yang berpengaruh besar dalam perekonomian dan perpolitikan dalam negeri, sudah berlangsung sejak masa pra-kemerdekaan. Pada tahun 1908, pemuda Indonesia bersama-sama membentuk organisasi pemuda pertama di Indonesia yakni Boedi Oetomo, yang pada saat itu bergerak secara moderat dalam bidang pendidikan, sosial dan ekonomi. Boedi Oetomo adalah organisasi pemuda yang mempelopori perjuangan pemuda Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Setelah Boedi Oetomo berdiri, organisasi-organisasi pemuda lain terus bermunculan, baik yang bersifat kedaerahan maupun nasional. Beberapa diantaranya adalah organisasi Perhimpunan Indonesia yang berdiri pada tahun 1925, dan organisasi Partai Bangsa Indonesia serta Partai Nasional Indonesia yang berdiri pada tahun 1945. Partai Nasional Indonesia adalah organisasi pemuda pertama di Indonesia yang bergerak di ranah politik dan merupakan organisasi pemuda pertama yang bergerak secara radikal dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Catatan sejarah telah membuktikan bahwa semangat juang pemuda dan jiwa nasionalisme pemuda Indonesia telah ada dan telah berkobar sejak masa pra-kemerdekaan. Tidak mengherankan bila keterlibatan pemuda Indonesia dalam berbagai aspek kebangsaan tetap bertahan hingga saat ini. Bahkan secara lebih khusus, generasi muda Indonesia pada perkembangannya dapat menjadi agen efektif bagi pembangunan perekonomian dan perpolitikan tanah air. 

Pemuda mampu memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan ekonomi bangsa dan negaranya. Lantas, pemuda seperti apakah yang mampu menjadi agen penggerak perekonomian bangsa? Modal utama yang harus dimiliki pemuda untuk menggerakkan perekonomian adalah inovasi. Inovasi yang dimaksudkan dalam hal ini adalah inovasi dalam hal menciptakan peluang usaha serta menciptakan produk-produk baru yang berkualitas. Wirausahawan muda adalah orang yang memiliki ide yang inovatif, dan mampu melakukan eksekusi yang baik atas inovasi usaha mereka dengan memanfaatkan peluang yang ada. Perkembangan zaman menuntut pemuda lebih kreatif, inovatif dan mandiri. Indonesia memiliki angkatan kerja yang besar, namun tidak diikuti dengan peningkatan pembukaan lapangan kerja. Alhasil, pengangguran terbuka jumlahnya kian meningkat, dan mirisnya sebagian besar dari mereka adalah pemuda yang masih berusia produktif. Hal ini yang menuntut pemuda untuk terus mampu berinovasi menciptakan peluang usaha baru, pandai memanfaatkan kesempatan sehingga dapat membuka lapangan kerja bagi orang lain. Wirausahawan muda tidak harus datang dari kalangan terpelajar yang malang melintang di dunia bisnis dan pemasaran. Wirausahawan muda juga dapat berasal dari kalangan pemuda biasa, tanpa dukungan ilmu tentang bisnis dan manajemen yang mumpuni. Semua tergantung dari upaya dan kerja keras pemuda tersebut dan seberapa besar kemauannya untuk mau terus belajar, mendengarkan dan pantang menyerah. Dalam UU No. 40 Tahun 2009 tertulis bahwa, “Pemerintah wajib ikut serta mendorong dan melibatkan pemuda dalam pembangunan ekonomi”. Artinya, keterlibatan pemuda dalam perekonomian bangsa tidak dapat dihalangi pemerintah, bahkan pemerintah justru harus mendorong keterlibatan pemuda dalam perekonomian bangsa. Bila dengan berwirausaha dan membuka lebih banyak lapangan kerja, perekonomian kita dapat tumbuh lebih baik secara agregat, maka partisipasi pemerintah sangat diharapkan untuk mendukung kinerja para wirausahawan muda di Indonesia. Bantuan pemerintah dapat berupa bantuan dana, insentif kebijakan yang menguntungkan wirausahawan muda atau berupa pelatihan dan pendampingan bagi wirausahawan muda, terutama bagi mereka yang baru merintis usaha tanpa latarbelakang pendidikan tentang bisnis dan manajemen keuangan sama sekali. Dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3I) 2011-2025, pemerintah secara nyata melibatkan peran serta pemuda di dalamnya. Sosialisasi MP3I tersebut dilakukan dihadapan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) beberapa waktu lalu. Tujuan sosialisasi tersebut adalah untuk mendorong partisipasi pemuda dalam Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa keterlibatan kolektif dari pemuda Indonesia yang memiliki potensi inovasi dan kreativitas yang tinggi, sangat dibutuhkan Pemerintah untuk dapat menciptakan kemajuan yang baik bagi perekonomian Indonesia. 

Pemuda adalah bidan bagi lahirnya perpolitikan Indonesia. Artinya, pemuda dan politik adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Mentalisme seperti apa yang harus dimiliki pemuda untuk dapat terus menjunjung tinggi etika politik? Yang paling utama adalah jiwa pelopor. Kepeloporan artinya berani merespon dan proaktif terhadap tantangan pembangunan, mampu memunculkan gagasan orisinil dan berani yang bersifat antisipatif, berjiwa pembaharu dan berjiwa pendobrak atas kekunoan yang bersifat destruktif. Kepeloporan tidak lepas dari kaitannya dengan keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan. Sederhananya saja, bagaimana pemuda dapat mencetuskan gagasan-gagasan baru atau mendobrak kebiasaan lama apabila mereka tidak punya acuan yang jelas berdasarkan ilmu pengetahuan? Maka dari itu kepeloporan ini diharapkan dapat muncul dari kalangan pemuda terpelajar sebagai pencetus gagasan-gagasan baru. Pemuda terpelajar dalam hal ini dapat direpresentasikan sebagai golongan mahasiswa dan cendekiawan muda. Sementara pemuda dari kalangan tak berpendidikan tinggi diharapkan dapat menjadi pelaksana atau pengeksekusi gagasan. Selama pemuda Indonesia masih memiliki jiwa pelopor yang tinggi, baik pemuda terpelajar ataupun tidak, keduanya turut berperan dalam kemajuan politik Indonesia. 

Selain memiliki jiwa pelopor yang tinggi, pemuda penggerak kemajuan politik suatu bangsa haruslah memiliki sifat terbuka. Pertama, mampu menerima pancasila sebagai ideologi terbuka. Pancasila sebagai ideologi terbuka memungkinkan Pancasila untuk dapat fleksibel menerima perubahan-perubahan nilai dalam masyarakat seiring dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai fundamental dari Pancasila itu sendiri. Bila Pancasila dibentuk sebagai ideologi yang kaku, mustahil Pancasila dapat bertahan sebagai ideologi bangsa hingga detik ini. Selain itu, keterbukaan dalam hal ini juga berarti terbuka terhadap pluralisme pendapat, sikap, dan perilaku dari individu sekitar. Pemuda harus mampu menghargai setiap perbedaan diantara masyarakat, dan mampu menjaga tata krama berprilaku dalam menyampaikan perbedaan pendapat. Keterbukaan menjauhkan pemuda dari dominansi berlebihan atas suatu permasalahan dan memungkinkan pemuda untuk memacu dirinya lebih baik lagi karena mau mendengarkan saran dan kritik membangun dari orang lain. Keterbukaan juga mengarah pada keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan. Seperti yang telah dijelaskan pada paragraf sebelumnya, bahwa keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan akan menjadi dasar bagi munculnya kepeloporan. Pemuda yang cerdas, pemuda yang membuka diri terhadap ilmu pengetahuan akan memiliki begitu banyak gagasan-gagasan baru yang dapat mereka kontribusikan untuk kemajuan bangsa, baik dari aspek politik dan aspek kenegaraan lainnya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa keterbukaan terhadap hal-hal positif mutlak harus menjadi salah satu mentalisme dasar bagi pemuda Indonesia untuk menjadikannya agen pembangunan politik di Indonesia. 

Mentalisme dasar terakhir yang harus dimiliki pemuda penggerak kemajuan politik bangsa yaitu harus memiliki jiwa kebersamaan. Pemuda yang berjiwa kepemimpinan, cerdas atau bahkan jenius sekalipun tidak dapat menjadi penggerak perpolitikan bangsa atau dapat memajukan kualitas hidup suatu bangsa secara umum, apabila tidak dilandasi dengan jiwa kebersamaan yang tinggi. Kebersamaan artinya merasa saling memiliki, saling menghargai dan merasa senasib sepenanggungan. Kau adalah aku. Kita satu tubuh, satu jiwa, satu bahasa, satu tanah air, satu tujuan, satu sebagai bangsa Indonesia, pemuda Indonesia. Dengan demikian, budaya kerja kolektif dapat dibangun dengan baik. Rasa bersama inilah yang akan membuat pemuda lebih mengutamakan kepentingan bersama atau kepentingan umum diatas kepentingan pribadi dan golongan. Hal ini akan meningkatkan kualitas hidup berbangsa dan bernegara. Tidak akan ada lagi korupsi, sebab rasa kebersamaan dan jiwa nasionalisme yang mendarah daging di dalam tubuh para pemuda akan membuat mereka enggan memanipulasi keuangan negara atau merebut apa yang bukan menjadi haknya, dengan mengorbankan kehidupan saudara sebangsa dan setanah airnya yang lain. Jadi, mentalisme dasar pemuda penggerak politik tidak cukup lengkap tanpa adanya jiwa kebersamaan. Rasa kebersamaan inilah yang mengikat pemuda dalam satu harapan dan satu tujuan, sehingga dapat membangun perpolitikan tanah air dengan lebih baik. 

Ekonomi dan politik adalah dua aspek kehidupan berbangsa yang sangat penting dan memiliki pengaruh besar dalam stabilitas suatu negara. Oleh sebab itu, pada kedua aspek ini peran besar generasi muda sangat diharapkan untuk mampu menggerakkan pembangunan bangsa secara lebih baik. Pemuda dapat melakukan banyak hal bagi perekonomian dan perpolitikan dalam negeri, dengan mentalisme dasar yang mumpuni. Pemuda penggerak perekonomian dituntut untuk inovatif dan kreatif menciptakan peluang usaha. Sementara pemuda penggerak perpolitikan harus memiliki jiwa pelopor, keterbukaan dan jiwa kebersamaan sebagai mentalitas dasar untuk menciptakan dunia politik yang lebih amanah, bersih dan berwibawa. Kesalahan yang mungkin dilakukan para pendahulu tanah air bukan untuk diulangi atau diteruskan secara turun temurun sebagai tradisi, melainkan dipatahkan dan diubah menjadi lebih baik. Untuk apa ada generasi muda penerus bangsa, bila yang diteruskan hanyalah tradisi negatif dari para pendahulunya? Saatnya kita sebagai generasi muda bangkit dari keterpurukan dan maju berjuang bersama untuk mengubah apa yang perlu diubah dan memperbaiki apa yang perlu diperbaiki, sehingga dengan mentalitas dasar yang kita benahi masing-masing, kita dapat menjadi generasi muda yang mampu menjadi agen pembaharu bagi pembangunan perekonomian dan perpolitikan Indonesia. Kita sebagai pemuda harus mampu menghapuskan paradigma berpikir yang kolot tentang pemuda. Siapa bilang pemuda tidak mampu berkontribusi bagi pembangunan perekonomian bangsa? Siapa bilang pemuda dilarang berpolitik? Tak ada hal yang mampu menghalangi kontribusi pemuda sebagai penerus bangsa untuk terus berjuang bagi bangsanya. Sebab, pemuda Indonesia bisa. Pemuda Indonesia mampu. 



[lauracitafebrianty.blogspot.co.id]

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply