» » » Pergerakan Mahasiswa Dulu & Sekarang

Bicara mengenai mahasiswa, berarti berbicara tentang perannya terhadap bangsa ini, mengingat sekarang masih di bulan Mei dan bulan yang sangat sakral bagi mahasiswa. Berdirinya negara ini, tak bisa dielakan campur tangan kaum intelektual yang bernama mahasiswa. Sebab, Mahasiswa merupakan lini penting bagi bangsa Indonesia. Paradigma yang inheren pada mahasiswa sebagai kaum intelektual, kritis, dan idealis sejak era perjuangan kemerdekaan sampai era reformasi maupun pasca reformasi, tetap melekat.

Mahasiswa merupakan suatu primacy besar masyarakat Indonesia menuju perubahan yang lebih baik bermodalkan intelektualitas serta idealisnya yang tinggi. Kepekaan terhadap gejala-gejala sosial yang ada di tengah-tengah masyarakat, mereka harus mampu menyelesaikan dan memberikan solusi alternatif bukan sekedar aksi-aksi demonstrasi belaka.


Dulu

Ada 2 fase pergerakaan mahasiswa Indonesia. Pertama, pra-kemerdekaan. Pembacaan naskah proklamasi 17 Agustus 1945 bukan perkara mudah, banyak pengorbanan yang dilakukan baik batin, fisik, serta gagasan ide yang tertuang. Banyak tokoh Indonesia yang berkorban dalam satu keinginan untuk lepas dari 'cengkraman' penjajah. Tokoh tua maupun tokoh pemuda saling bersinergi.

Adrenalin pemuda, termasuk mahasiswa untuk meraih puncak kemerdekaan dilakukan dengan berbagai macam cara. Mereka membentuk organisasi identitas pergerakan yang bertujuan menyadarkan serta menambah jiwa kebangsaan, terutama pemuda pada saat itu. Berdirinya Boedi Oetomo 20 Mei 1908 yang sekarang di kenal dengan "Hari Kebangkitan Nasional" adalah bukti kongkrit pergerakan mahasiswa. Dari organisasi inilah mahasiswa Indonesia mulai bersatu untuk mendiskusikan dan memperjuangkan bangsa Indonesia.

Selain itu, banyak juga pergerakan-pergerakan yang berbasis identitas kedaerahan seperti Jong Java yang mendorong pertumbuhan komunitas-komunitas didaerah lainnya. Organisasi pemuda Indonesia menyelenggarakan kongres pemuda 1 di tahun 1926 dan 11 pada tanggal 27-28 Oktober 1928 yang cikal bakal lahirnya "Sumpah Pemuda".

Bukan hanya di dalam negeri, mahasiswa Indonesia yang sedang menimba ilmu di luar negeri turut aktif dalam pergerakan kemerdekaan. Moh. Hatta dan kawan-kawan mendirikan perhimpunan Indonesia yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar di negeri kincir angin tersebut. Diskusi-diskusi, pemberontakan, serta pergerakan bawah tanah genjar dilakukan oleh mahasiswa Indoneisa demi tegaknya kemerdekaan yang diinginkan dan diimpikan bersama. Peristiwa Rengas dengklok merupakan pergerakan pemuda mahasiswa dalam upaya mendorong kemerdekaan Indonesia. Berkat peristiwa tersebut tokoh-tokoh tua memproklamirkan Indonesia, hingga kita dapat merasakan kemerdekaan saat ini.

Kedua, kemerdekaan hingga reformasi. Keberhasilan Indoneisa memproklamirkan negara Indonesia adalah suatu prestasi yang didapatkan melalui proses yang rumit, panjang dan didapatkan bukan di kasih secara cuma-cuma. Keberhasilan Indonesia memerdekakan diri tidak membuat serta merta mahasiswa Indonesia bersantai, diam dan duduk manis. Dimana mahasiswa Indonesia setelah kemerdekaan? Pemuda mahasiswa Indonesia tetap dalam lingkaran sebagai fungsi pengawalan (agen of control) terhadap roda pemerintahan yang baru saja terbentuk. Mereka aktif memberikan kritikan dan masukkan kepada pemerintahan.

Peralihan kekuasaan dari presiden Soekarno ke Soeharto tak luput dari kritikan mahasiswa. Namun, pada kekuasaan otoriter pemerintah saat itu membuat ruang gerak mahasiswa semakin sempit dan mendapat tekanan. Keran-keran Demokrasi ditutup, gerak-gerik selalu di atur dan di pantau oleh pemerintah. Dengan masa pemerintah yang otoriter berkuasa selama 32 tahun dapat juga ditumbangkan oleh kekuatan mahasiswa.

Gerakan-gerakan yang dimotori oleh mahasiswa dan tokoh lainnya, puncaknya pada bulan Mei 1998, Yang mana pada bulan Mei Soeharto mengundurkan diri secara paksa (reformasi). Kekuasaan otoriter yang berkuasa dapat juga terkalahkan dengan semangat kegotong-royongan kaum mahasiswa.


Sekarang

Melihat catatan sejarah pergerakan mahasiswa di tanah air, memang patut dibanggakan. Namun, belakangan gerakan mahasiswa seakan kehilangan efektifitasnya terhadap problematika kebangsaan. Gerakan mahasiswa kekinian mengalami pergeseran format dan idealismenya pasca kejayaan menumbangkan rezim orde baru. Kini mahasiswa lebih menyukai menjadi penonton di acara televisi bercanda ria di tengah problematika bangsa saat ini.

Anarkisme dan kebrutalan sangat lekat di pergerakan mahasiswa saat ini, alih-alih mendapatkan simpati dari masyarakat justru menuai kebencian dan antipati. Reformasi pergerakan mahasiswa memang perlu dilakukan, agar eksistensi gerakan mahasiswa tetap ada. Gerakan mahasiswa saat ini sudah tak relevan jika masih menggunakan cara konvensional yang berujung benturan fisik. Sudah saatnya mahasiswa menggunakan gerakan yang bersifat partisipatif dan dialogis. Banyak cara yang dilakukan bagi mahasiswa yang lebih edukasi seperti menulis buku, membuat artikel atau opini di berbagai media, membuat ruang diskusi dengan pemerintah, bahkan dapat bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Sudah saatnya mereformasi pergerakan mahasiswa Indonesia. Masa depan bangsa ini ada di tangan generasi muda dalam hal ini mahasiswa yang punya kepekaan sosial terhadap masyarakat, semangat nasionalisme, dan kreatif dalam menyusun gagasan sebagai solusi terhadap setiap problematika bangsa.



Sumber: rakyatpos.com oleh Sandri Saputra

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply