» » » Pemuda Sebagai Pemimpin Masa Depan

Pemuda merupakan alat penggerak sebuah Negara. Sukses tidak suksesnya sebuah Negara ditentukan oleh pergerakan kaum pemuda. Sejarah membuktikan gerakan pemuda (youth movement) Termasuk di dalamnya gerakan mahasiswa, selalu menjadi pelopor untuk kemajuan dan masa depan bangsa. Dengan kata lain, gerakan pemuda menjadi kekuatan utama yang melahirkan revolusi besar-besaran bagi perjalanan penting sebuah bangsa, termasuk bangsa Indonesia sendiri.

Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, peran pemuda sangat signifikan dalam mengawal peristiwa penting yang terjadi di Indonesia pada zaman penjajahan. Terbukti dalam perjalanan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan, peran pemuda selalu menjadi tulang punggung dan berperan besar dalam merealisasikan pembangunan ke arah yang lebih menjanjikan yaitu kemerdekaan. Gerakan pemuda Indonesia juga mampu menghadirkan idealism maupun perubahan revolusioner yang mengesankan sumpah pemudah pada tahun 1928, telah melahirkan nasionalisme baru yang berupaya terlepas dari penjajahan dan berusaha untuk mencapai hakikat kemerdekan bagi bangsa Indonesia. Pemuda diharapkan mampu menegakkan sendi-sendi kehidupan yang telah diterpa badai kehancuran. Dengan demikian, kecerdasan pemuda sangat dinantikan untuk membangun peradaban yang telah jauh tersungkur dalam jurang kemerosotan akhlak. Sikap kritis dan kepekaan pemuda dibutuhkan untuk mendirikan bangunan kebangsaan yang kukuh.

Peran yang disandang  pemuda, sebagai agen perubahan (agen of change) dan agen control social (agen of control social) masih sangat efektif dan kreatif dalam memosisikan peran pemuda di tengah-tengah masyarakat. Dalam hal ini, peran pemuda mempunyai kekuatan untuk melakukan gerakan-gerakan kemajuan (progress movement) yang dapat memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah. Dengan peran sentral pemuda, segala kebijakan yang berkenaan dengan masa depan bangsa dan kesejahteraan masyarakat akan tetap terkontrol.  Hingga pada akhirnya, memunculkan gagasan balance of power yang terjadi antara pemerintah sebagai pemegang kekuasaan dan rakyat sebagai pengontrol segala kebijakan.

Kepemimpinan yang prima tidak akan pernah tercapai kecuali dengan menyediakan ruang hidup bagi jejaring pemuda. Kepemimpinan yang dimaksud adalah kemampuan profesional pemuda dalam membangun masa depan bangsa ke arah kemajuan yang signifikan. Masa depan sebuah bangsa sangat bergantung kepada potensi pemuda demi kemajuan peradaban bangsa yang gemilang. Maka dari itu, pemuda harus mampu memaksimalkan kerja mereka agar menjadi professional di bidangnya masing-masing untuk memajukan bangsa ini. Perlu juga kita tekankan bahwa menjadi pemimpin itu bukan hanya sebatas menjadi pemimpin dalam bidang politik saja, seperti menjadi presiden atau wakil rakyat. Semua orang adalah pemimpin, hanya kadar dan tanggung jawabnya saja yang berbeda. Maka dari itu sebagai calon pemimpin masa depan, para pemuda harus mempersiapkan bekal yang matang. Sebagai masyarakat biasa, kita bisa memulainya dengan mengikuti kegiatan organisasi yang kita minati.

Di titik ini, peran sentral pemuda dihadapkan pada satu tantangan yang luar biasa untuk membangun gaya kepemimpinan yang biasa diterima oleh masyarakat luas. Kepemimpinan pemuda sangat menentukan arah dan masa depan sebuah bangsa sehingga mau tidak mau mereka harus menunjukkan performa yang baik (god performance) dalam memimpin suatu organisasi tersebut. Dengan kata lain, pemuda di tuntut untuk membangun citra positif yang biasa membawanya pada satu posisi yang strategis dalam suatu pemerintahan. Citra positif perlu didukung dengan kemampuan dan kapabilitasnya dalam memberikan pengaruh kepada masyarakat sehingga apa yang disampaikan dapat diterima dengan baik.



Sumber: sumbawanews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply