» » » PERAN PEMUDA DALAM UPAYA MENANAMKAN NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI JATI DIRI BANGSA MELAWAN ARUS GLOBAL

Oleh : Gangsar Lintas Damai ( MA Amanatul Umah )

Menjadi sebuah bangsa yang  memegang teguh jati diri merupakan cita-cita besar yang patut di perjuangkan. Bangsa yang setiap elemen masyarakanya memegang teguh jati diri tidak akan  kehilangan arah dalam berkehidupan dan terombang-ambing dalam permainan politik global. Menyadari bahwa kekuatan asing melalui arus ideologi tak pernah berhenti menghanyutkan kebanggan masyarakat terhadap identitas diri. Dampak negatif dari cengkraman globalisasi dengan segala dimensinya menyebabkan berbagai ketahanan budaya, identitas nasional, dan jati diri menghadapi suatu ancaman, bahakan degradasi ketiganya telah terlihat dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia, dengan kata lain globalisasi telah mengakibatkan goncangan dan krisis budaya, yang kemudian berujung pada lemahnya ketahanan budaya. Pancasila sebagai nilai luhur yang kental dengan sejarah perjuangan bangsa semakin ditinggalkan masyarakat karena dianggap tidak relevan dengan bergulirnya zaman. Pengaruh besar globalisasi telah merubah paradigma umum mengenai pentingnya memiliki, menjaga dan bangga terhadap identitas nasional sendiri.

Generasi muda merupakan generasi penerus yang eksistensinya sangat menentukan langkah kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia ke depan. Sebagai generasi penerus, pemuda diharapkan mampu memberikan kontribusi sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Peran generasi muda sangat menentukan dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Merupakan hal yang relistis jika pemikiran kritis dan kreatif dengan dilandasi oleh idealisme anak-anak muda saat ini mampu menjadi pemantik pergerakan Indonesia. Merekalah yang kemudian menjadi tonggak awal dalam melihat realitas sebagai suatu kontruksi sosial yang progresif dan revolusioner.

Menengok sejarah keberhasilan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan, para pemuda tak pernah berhenti memberi kontribusi sekuat mereka bisa. Sudah berapa besar tenga, harta, dan  waktu yang telah mereka korbankan. Perjuangan panjang yang membuktikan esksitensi genrasi muda sebagai pelopor pergerkan nasional menuju kemerdekaan Indonesia. Namun seiring dengan dinamika perkembangan politik, sosial, dan budaya di Indonesia peranan generasi muda mengalami pasang surut. Bahkan di zaman globalisasi sekarang peranan generasi muda terutama dalam mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan masyarakat menjadi semakin surut.

Fenomena kecenderungan perilaku dan kepribadian generasi muda sekarang ini semakin menjauh dari nilai-nilai Pancasila dan kehilangan jati diri sebagai suatu individu yang berakar dari nilai-nilai luhur budaya bangsa. Lemahnya ketahanan budaya pada generasi muda juga ditunjukkan oleh terjadinya gejala krisis identitas sebagai akibat semakin melemahnya norma-norma lama dan masuknya norma-norma baru secara masive. Hal ini membuat terjadinya kegoyahan pegangan dan merubah tatanan nilai dalam masyarakat. Lebih jauh lagi, saat ini nilai kebebasan tumbuh subur menghadirkan  pandangan yang serba boleh (permisif) yang telah mengakibatkan menguatnya budaya hedonis generasi muda.

Degradasi kualitas generasi muda Indonesia telah memasuki taraf yang mengkhawatirkan, yang ditandai dengan melemahnya identitas dan ketahanan budaya. Lemahnya ketahanan budaya tersebut tercermin antara lain dari lemahnya kemampuan dalam menyikapi dinamika perubahan sebagai akibat dari tuntutan zaman yang secara kental diwarnai oleh derasnya serbuan budaya global. Kebudayaan nasional yang diharapkan mampu sebagai filter dalam mengadopsi nilai-nilai universal yang luhur dan sekaligus sebagai filter terhadap masuknya budaya global yang bersifat negatif ternyata belum mampu berfungsi sebagaimana mestinya. Tanpa adanya sikap untuk menyeleksi  nilai-nilai luar, maka adopsi budaya negatif, antara lain: sikap konsumtif, individualis-hedonis, akan lebih cepat prosesnya dibandingkan dengan adopsi budaya positif-produktif.

Untuk itu generasi muda perlu mereposisi perilaku dan perannya dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila. Saatnya generasi muda mereposisi perilakunya dengan meninggalkan budaya hedonis dan budaya luar yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Selain itu, pemuda harus memberikan peranan yang lebih aktif dalam membumikan Pancasila terutama di tengah berbagai persoalan masyarakat yang mulai terlepas dari jati diri dan identitas sebagai bangsa Indonesia.

Untuk itu perlu dibangun karakter generasi muda yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Eksistensi suatu bangsa sangat ditentukan oleh karakter yang dimiliki. Hanya bangsa yang memiliki karakter kuat yang mampu menjadikan dirinya sebagai bangsa yang bermartabat dan disegani oleh bangsa-bangsa lain. Oleh karena itu, menjadi bangsa yang berkarakter adalah keinginan kita semua. Sebagai generasi penerus bangsa yang akan menjadi akar bangsa ini di masa mendatang harus bisa mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional dengan memiliki modal dasar sebagai agent of change (agen perubahan) dan agent of social control (agen pengawas sosial) dalam masyarakat. Karena pemuda merupakan suatu potensi yang besar sebagai armada dalam kemajuan bangsa. Peran pemuda sangat penting dalam membangun peradaban dan kemajuan suatu bangsa.

Membekali diri dengan pendidikan yang berlandaskan Pancasila

Beberapa peran yang dapat dilakukan oleh generasi muda dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila adalah menjadi pelajar yang membekali diri dengan pendidikan yang berlandaskan Pancasila. Berkaca para fenomena pendidikan di Indonesia khusunya terhadap kepedulian pelajar memang masih miris, bagimana tujuan besar ini bisa diraih ketika pelajaran yang menanamkan nilai-nilai Pancasila seperti PKn hanya dianggap pemberat mata pelajaran dan menjadi formalitas saja. Pandangan pelajar tentang keberadaan pelajaran berbasis Pancasila memang tidak bisa di toleran, mereka hanya belajar hanya untuk mencari nilai tuntas di raport sehingga bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Alur yang sama terjadi setiap tahunya, ketika pelajar membaca saat hanya ada tugas, menghafal saat hanya ada ujian, dan melupakannya setelah itu. Jika untuk mengerti pentingnya Pancsila saja tidak bisa bagaimana pelajar bisa mempraktekanya di kehidupan bermasyarakat. Padahal nilai-nilai Pancasila adalah pemikiran besar yag dirancang oleh pembuatnya agar bisa mengantar pada kemaslahatan bersama. Butuh pemahaman yang dalam terhadap konsep yang dijarkan dalam pendidikan Pancasila dan bukan sekedar dihafal untuk mendapat nilai bagus saat ujian. Kelemahan para pelajar saat ini memang telah turun-menurun dari generasi ke generasi sebagai akibat kurangnya kepedulain terhadap pentingnya memiliki jati dari yang membedakan dari bangsa lain dan menjadi pedoman untuk menetukan arah kebenaran dalam melakukan tindakan. Oleh karena itu, hal pertama yang seharusnya pelajar lakukan adalah memiliki kepedulian terhadap keadaan kritis bangsanya ini. Karena sebuah kepedulian memunculkan kesadaran pentingnya menjunjung pendidikan berbasis Pancasila serta tekad kuat untuk merubah realita saat ini.

Pendidikan dengan Pancasila menekankan pada nilai-nilai untuk menumbuhkan warga negara yang baik dan patriotik. Pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, sebagaimana yang terpendam dalam Pancasila, hendaknya dijadikan komitmen bangsa yang mencerminkan identitas nasional. Pendidikan merupakan modal utama dan sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai Indonesia dan nasionalisme Indonesia secara keseluruhan terutama dalam menyiapkan generasi muda. Pendidikan terutama materi PKn, sejarah, dan sebagainya akan memperkenalkan generasi kepada pengalaman kolektif dan masa lalu bangsanya. Pendidikan juga membangkitkan kesadaran dalam kaitannya dengan kehidupan bersama dalam komunitas yang lebih besar, sehingga tumbuh kesadaran kolektif dalam memiliki kebersamaan dalam sejarah. Proses pengenalan diri inilah yang merupakan titik awal dari timbulnya rasa harga diri, kebersamaan, dan keterikatan (sense of solidarity), rasa keterpautan, dan rasa memiliki (sense of belonging), kemudian rasa bangga (sense of pride) terhadap bangsa dan tanah air sendiri.

Pendidikan mempunyai peran yang fundamental dalam memperkuat nasionalisme dan jati diri bangsa di tengah berbagai persoalan internal dan eksternal bangsa Indonesia. Komunitas merupakan suatu ikatan yang sentimental yang mengikat para anggotanya dalam kesatuan solidaritas, kebersamaan dan diikat oleh kohesi sosial sehingga melahirkan the sense of belonging. 

 Penguatan nilai etnik dan nasionalisme generasi muda

Nilai-nilai etnik di Indonesia yang sangat majemuk bisa bertahan menghadapi modernitas globalisasi. Generasi muda dapat mengakomodasi nilai-nilai tradisional tersebut agar menjadi kuat perannya dan sebagai hal utama yang harus dikembangkan untuk menjadi identitas dan jati diri bangsa menjadi lebih kuat terhadap tantang modernitas dan globalisasi. Generasi muda memegang peran penting bagaimana menjadi bangga dengan nilai etnik dan nasionalismenya. Identitas akan memperkuat jati diri, dan jati diri akan menimbulkan kebanggaan, dan dari kebanggaan inilah muncul percaya diri dan mampu menghadapi berbagai hal dalam kaitannya dengan modernitas dan globalisasi dengan nilai-nilai bangsa Indonesia sendiri.

Nilai-nilai etnik dengan segala kemajemukannya dapat menjadi sumber kekuatan bangsa Indonesia, bukan sebaliknya menjadi kelemahan yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.  Di persatuan dan kesatuan inilah terbentuk perilaku dari para anggotanya yang telah diikat oleh rasa persatuan dan rasa saling membutuhkan satu dengan yang lain. Dalam konteks inilah solidaritas dan kolektivitas dibangun menjadi sebuah pondasi yang kuat. Komunitas merupakan suatu ikatan yang sentimental yang mengikat para anggotanya dalam kesatuan solidaritas, kebersamaan dan diikat oleh kohesi sosial sehingga melahirkan the sense of belonging. Pada akhirnya menjadi kekuatan menghadapai modernitas dan globalisasi itu sendiri. Kelekatan dan tanah air saling menguatkan di dalam upaya untuk kembali ke akar sendiri. Perlu mengakarkan diri kembali, agar melekatkan diri mereka sendiri pada keaslian mereka yang murni, diri mereka yang otentik.

Pancasila sebagai dasarnya menekankan pada nilai-nilai untuk menumbuhkan nasionalisme pada setiap siswa agar mempunyai ketahanan global.  Rasa kebersamaan ini semestinya harus dapat dirasakan pada setiap saat dan dimana saja. Sehingga rasa nasionalisme atau cinta tanah air dapat kita wujudkan dan dapat masyarakat nikmati secara merata. Rasa kebersamaan ini tidak hanya muncul saat terjadi bencana-bencana alam, keamanan negara diganggu oleh negara lain, warga negara kita disiksa oleh warga negara negara lain, tetapi mestinya muncul pada setiap saat dan tempat. Sehingga masyarakat menjadi aman dan tentram karena pejabat politik memiliki rasa solidaritas yang tinggi untuk membela rakyat agar menjadi maju. Pemerintah juga memiliki rasa kebersamaan dalam menanggulangi kemiskinan, pengangguran dan  kebodohan yang masih banyak dirasakan oleh rakyat Indonesia.

Terjun Berperan Aktif dalam Masyarakat

Berdasarkan hal tersebut, juga diperlukan peran aktif dari generasi muda dalam meperkokoh identitas Indonesia dan ketahanan budaya. Pemuda perlu berintraksi bersama masyarakat disertai dengan pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila, dimulai dengan bertindak seperti yang pancasila ajarkan, dampak positif yang dijanjikan pancasila akan datang melingkupi kehidupan sosial masyarakat sekitar. Hal-hal positif dari nilai-nilai tersebut menyebar dan menciptakan persepsi tentang kebanggan untuk mengamalkan pancasila. Pandangan masyarakat yang cenderung mengesampingkan pancasila akan berubah secara bertahap. Pelajaran yang diberikanya akan meberikan kesadaran akan manfaat yang lebih besar untuk meyakini indentitas nasional sendiri. Rasa kebersamaan yang timbul dari pengamalan Pancasila menumbuhkan semangat untuk saling memiliki dan menjadikan identitas ke-Indonesia-an sebagai hal yang patut dipegang dan diperjuangkan. Tindakan itu dapat dimulai dari hal sekecil apapun. Pelajar bisa membukitikan kebanggaan terhadap bangsanya walau hanya dengan mengajak orang tua atau teman untuk memilih makanan tradisional sebagai menu makan siang daripada menghabiskan uang untuk memilih makanan yang berasal dari luar negeri. Bahkan dari hal kecil ini nilai-nilai Pancasila akan berkembang. Ketika melakukan itu, mereka yang awalnya hanya malu untuk memilih mekanan asli Indonesia akan menjadi lebih terbuka dan berani untuk mengatakan bahwa ini memang sesuai dengan lidah mereka. Sebuah pengakuan kecil akan kekayaan lokal yang akan menciptakan keberanian untuk mengakui kekhasan lain milik Indonesia yang telah tercipta dalam proses yang berabad-abad lamanya. Urutan langkah inilah yang akan membawa seseorang untuk meyakini akan budaya nasional sebagai bagian dari jati diri serta menjadikan mereka akan mengatakan bahwa dirinya bangga menjadi bangsa Indonesia dan tidak akan malu jika meninggalkan gaya lain yang dibentuk oleh tata berkehidupan global. Dengan konsep seperti inilah identitas ke-Indonesia-an yang kuat dan ketahanan budaya terbentuk  sebagai benteng yang mendasari pengaruh apapun dari dampak negatif globalisasi dan menguatkan nasionalisme Indonesia  secara keseluruhan. Oleh sebab itu, pelajar perlu melakukan sosialisasi dalam masyarakat dengan tujuan menjalankan atau mengamalkan nilai-nilai kehidupan yang diajarkan Pancasila sehingga penyebaranya dapat menjangkau dan diamalkan pula oleh setiap orang yang berkebangsaan Indonesia.

Semangat idealisme dari kelompok pemuda yang visioner tersebut menyebabkan bangsa Indonesia dapat mengatasi masalah dan tantangan derasnya arus globalisai yang mungkin bisa membuat Pancasila hanya sebagai ideologi yang pernah digunakan di Indonesia.

Jadi, Dalam menghadapi tantangan besar yang tidak bisa dihandari ini, diperlukan suatu tindakan  dari pemuda yang berperan sangat penting dalam membangun peradaban dan kemajuan suatu bangsa. Sebagai generasi penerus bangsa yang akan menjadi akar bangsa ini di masa mendatang. Mereka dituntut  harus bisa mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional dengan memiliki modal dasar sebagai agent of change (agen perubahan) dan agent of social control (agen pengawas sosial) dalam masyarakat. Beberapa peran itu yang dapat dilakukan oleh generasi muda dalam memperjuangkan Pancasila adalah dengan membekali diri dengan pendidikan yang berlandaskan Pancasila serta menguatkan nilai etnik dan menciptakan rasa cinta terhadap tanah air. Pancasila sebagai jati diri bangsa melawan arus global.
Sumber : lomba.web.unej.ac.id

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply