» » » Peresmian Rumah Aira Dapat Penghargaan dan Medali LPID

Anak Itu Rahmat Allah (AIRA). Sebuah kalimat yang sederhana namun penuh makna. Berangkat dari niatan yang suci menyelamatkan rahmat pemberian Tuhan YME rumah Aira didirikan. Terletak di Jalan Kaba Timur No 14 RT 09 RW 13 kelurahan Tandang kecamatan tembalang Kota Semarang sebuah kegiatan yang mulia dirintis oleh para relawan yang memperhatikan kesehatan masyarakat, khususnya perempuan dan anak dengan latar belakang korban HIV dan AIDS.dan 

Keprihatinan dengan meningkatnya kasus HIV & AIDS pada ibu rumah tangga yang ada di Kota Semarang telah menggerakkan hati para relawan untuk turut serta mengedukasi masyarakat agar para korban dapat hidup berdampingan secara normal dengan masyarakat secar umum. Ibu dan anak pengidap HIV & AIDS adalah manusia yang secara umum membutuhkan penghasilan untuk dapat menghidupi diri dan keluarga sepeninggal sang ayah. Realitas demikian inilah yang menggerakkan hati para relawan untuk membantu agar para korban HIV & AIDS tersebut tetap dapat hidup membaur sebagaimana normalnya sebuah kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian para relawan rumah Aira secara aktif bergerak melakukan sosialisasi mengenai HIV & AIDS di masyarakat. Kegiatan sosialisasi dilakukan secara intensif dengan melibatkan organisasi kemasyarakatan dan lembaga swasta agar penyebaran HIV & AIDS dapat terus ditekan serta menyelamatkan para korbannya.

Agenda rumah Aira di tahun 2016 untuk memiliki rumah sendiri sebagai rumah singgah dan sebagai pusat kegiatan pemberdayaan masyarakat telah tercapai. Dalam acara tasyakuran dibukanya rumah Aira yang dihadiri oleh para pemerhati kegiatan kemanusiaan dan kalangan pers. Kegiatan tasyakuran ini juga dimeriahkan oleh sebuah penghargaan dan medali dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia atas dedikasi dan kepedulian terhadap HIV & AIDS.

Para aktifis rumah Aira tampak bersemangat dan bergembira. Dengan pemotongan tumpeng sebagi salah satu dari perwujudan rasa syukur atas perkembangan kegiatan relawan rumah aira hingga bisa memiliki rumah singgah. Perjuangan yang dirintis sejak tahun 2013 ini sedikit demi sedkit telah menuai hasil. Sejak 26 oktober 2015 perintisan rumah singgah Oktober 2016 telah memiliki rumah singgah sebagi panti. Dengan demikian ibu dan anak korban HIV & AIDS ada yang dibina di luar dan juga di dalam panti.

Setelah rumah singgah ini berdiri para relawan rumah Aira berharap agar masyarakat kota Semarang teredukasi tentang HIV & AIDS sehingga stigma negative yang melekat pada Odha dapat dihilangkan. Dengan demikian odha dapat hidup berdampingan secara normal di tengah masyarakat. Sejauh ini terdapat 10 anak korban HIV & AIDS yang dibina diluar panti dan 2 anak, 1 ibu yang dibina di dalam panti.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply