» » » Refleksi Hari Pahlawan untuk Pemuda Indonesia

Hari ini (10/11) merupakan momen yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Masyarakat menyebutnya dengan Hari Pahlawan. Bukan pahlawan dalam artian seperti Hulk,Spiderman, Iron Man ataupun tokoh-tokoh fiksi lainnya yang diciptakan para sineas bangsa barat melainkan pahlawan dalam bentuk perjuangan melawan kolonialisme dan imperialism di bumi nusantara ini. Dapat kita bandingkan rasio bentang waktu Belanda menjajah bangsa kita yakni selama 350 tahun,sedangkan kemerdekaan yang diproklamirkan Bung Karno dan Bung Hatta baru berumur 67 tahun. Tanpa perjuangan para pahlawan yang berjuang lewat fisik melalui perang dan diplomasi melalui perundingan-perundingan serta segenap perjuangan rakyat Indonesia kala itu,kita saat ini tidak mungkin menikmati yang namanya pendidikan disekolah maupun perguruan tinggi, menikmati informasi melalui teknologi yang semakin canggih, bebas mengeluarkan aspirasi dan pendapat di media massa ataupun cetak tanpa intervensi, aktif menggaungkan perdamaian dimana saja dan masih banyak lagi buah syukur dari sebuah Kemerdekaan. Andaikan masih hidup ataupun menjadi veteran tentunya para pahlawan tidak ingin dipuja-puji layaknya dewa ataupun mendapatkan sekarung emas dari pemerintah. Namun,para pahlawan tentunya ingin memberikan pesan moral kepada kita generasi muda ini untuk meneruskan perjuangan disegala bidang.Tidak menggangkat senjata lagi,melainkan dalam bentuk yang lain.

Pemuda Indonesia saat ini kurang memaknai filosofi hari pahlawan itu sendiri. Banyak dari pemuda Indonesia ketika ditanya tanggal berapa atau bagaimanan hari pahlawan itu hanya menjawab tidak tahu. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menciptakan euphoria hari pahlawan itu sendiri. Tidak dengan tabur bunga ataupun berziarah di Taman Makam Pahlawan Saja. Sebagai pemuda kita dapat melakukan berbagai kegiatan yang positif yang dapat berguna bagi sesama. Di pelosok-pelosok desa dapat kita temukan masih saja ada sekolah dasar yangkurang beruntung dalam artian sekolah tersebut kurang mendapat bantuan fasilitas yang layak dari pemerintah misalnya buku bacaan pendidikandi perpustakaan sekolah tersebut yang sangat minim. Kita dapat membentuk kelompok relawan untuk mengumpulkan sumbagan buku bacaan pendidikan layak digunakan yang nantinya bisa kita sumbangkan ke sekolah yang kekurangan tadi. Cara yang masih bisa kita lakukan adalah dengan menjadi relawan untuk mengajar di sekolah dasar yang minim tenaga pengajar.

Tentunya hal tersebut sangat mulia dan dampak berdampak positif dalam jangka banyak. Seandainya kita berasal dari keluarga yang mampu,kita dapat menyisihkan sebagian uang kita untuk membantu pembangunan sekolah-sekolah dasar di desa yang bangunan sekolah tersebut sudah hampir roboh. Sesungguhnya saat ini,kitalah para pahlawan yang menjadi generasi penerus para pahlawan di era prakemerdekaan. Kitalah agen of change untuk merubah bangsa ini menjadi lebih baik. Jadilah pemuda yang empati dengan hal-hal yang ada disekeliling kita. Bukankah sebuah hal kecil akan menjadi besar jika kita bertekad untuk menjadi pelopor sebuah perubahan. Ayo pemuda,jadilah pahlawan disegala bidang yang anda kuasai. Saatnya kita bangkit di Hari Pahlawan ini. Selamat Hari Pahlawan.

Sumber : www.kompasiana.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply