» » » Peran Pemuda Dalam Kehidupan Beragama, Berbudaya, Berbangsa & Bernegara

Oleh: Hendra Guntara, S.Hum, M.Ud

Indonesia adalah Negara kesatuan yang penuh dengan keragaman. Indonesia terdiri atas beranekaragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan, dll. Namun Indonesia mampu mempersatukan berbagai keragaman itu sesuai dengan semboyan bangsa Indonesia “Bhineka Tunggal Ika”, yang berarti berbeda-beda tetap satujua.

Keragaman budaya atau “cultural diversity” adalah sesuatu yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Dalam kontek pemahaman masyarakat majemuk, selain kebudayaan kelompok suku bangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai kebudayaan daerah bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok sukubangsa yang ada di daerah tersebut.

Sejarah membuktikan bahwa kebudayaan di Indonesia mampu hidup secara berdampingan, saling mengisi, dan ataupun berjalan secara parallel  Misalnyake budayaan keratin atau kerajaan yang berdiri sejalan secara parallel dengan kebudayaan berburu meramu kelompok masyarakat tertentu. Dalam kontek kekinian, dapat kita temui bagaimana kebudayaan masyarakat urban dapat berjalan parallel dengan kebudayaan rural atau pedesaan, atau bahkan dengan kebudayaan berburu meramu yang hidup jauh terpencil. Hubungan-hubungan antar kebudayaan tersebut dapat berjalan terjalin dalam bingkai “Bhineka Tunggal Ika”, dimana bias kita maknai bahwa konteks keanekaragaman bukan hanya mengacu pada keanekaragaman kelompok suku bangsa semata namun kepada konteks kebudayaan.

Dalam kontek sejarah nasional, pemuda telah mencatatkan beberapa goresan penting yang tidak akan mungkin dapat terlupakan bagi bangsa Indonesia. Goresan tersebut terekam dalam beberapa momentum historis bangsa kita yang mencerminkan betapa besarnya peran pemuda di dalam dinamika kehidupan beragama, berbudaya, berbangsa dan bernegara, khususnya dalam rangka mendorong Negara kita menuju suatu eksistensi yang lebih baik. Beberapa momentum tersebut adalah:
  • Momentum Sumpah Pemuda; saat berkumpulnya kelompok pemuda yang tergabung di dalam oragnisasi-organisasi kedaerhan, kesukuan, dan agama 71 tahun yang lalu ditahun 1928.
  • Saat menjelang proklamasi Negara RI; saat dimana para pemuda mendesak kepada Presiden RI dengan membawa Bung Karno ke Rengas Dengklok ntuk segera memproklamirkan kemerdekaan Negara Indonesia.
  • Peran pemuda yang tergabung dalam aksi KAMI dan KAPI di dalam melakukan koreksi terhadap perjalanan sejarah bangsa yang telah dianggap dari komitmen awal perjuangan bangsa.
Di sadari atau tidak, pemuda sejatinya memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam akselarasi pembangunan termasuk pula dalam proses kehidupan beragama, berbudaya, berbangsa dan bernegara.

Baik buruknya suatu Negara dapat dilihat dari kualitas pemudanya, karena generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan Negara. Generasi muda harus memiliki karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, memiliki kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan dan teknologi untung bersaing secara global.

Pemuda berperan aktif sebagai kekuatan moral, control social, danagen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional.Peranaktif pemuda sebagai kekuatan moral diwujudkan dengan menumbuh kembangkan aspeketika dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan, memperkuat iman dan takwa serta ketahanan mental spiritual, dan meningkatkan kesadaran hukum.

Sebagai control social diwujudkan dengan memperkuat wawasan kebangsaan, membangkitan kesadaran atas tanggungjawab, hak dan kewajiban sebagai warga Negara, membangkitan sikap kritis terhadap lingkungan dan penegakan hukum, meningkatkan partisipasi dalam perumusan kebijakan public, menjamin transparansi dan akuntabilitas public, dan memberikan kemudahan akses informasi, mencintai perbedaan serta berperanaktif dalam menjaga perdamaian.

Sebagai agen perubahan diwujudkan dengan mengembangkan pendidikan politik dan demokratisasi, sumberdaya ekonomi, kepedulian terhadap masyarakat, ilmu pengetahuan, teknologi, olahraga, seni, dan budaya, kepedulian terhadap lingkunganhidup, pendidikan kewirausahaan, serta kepemimpinan dan kepeloporan pemuda.

Dalam proses pembangunan bangsa, pemuda merupakan kekuatan moral, control social, dengan perubahan sebagai perwujudan dari fungsi, peran, karakteristik, dankedudukannya yang strategisdalampembangunannasional. Untukitu, tanggungjawabdanperanstrategispemuda di segala dimensi pembangunan perlu ditingkatkan dalam kerangka hokum nasional sesuai dengan nilai yang terkandung di dalam Pancasila dan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan berasaskan Ketuhanan Yang MahaEsa, kemanusiaan, kebangsaan, kebhinekaan, demokratis, keadilan, partisipatif, kebersamaan, kesetaraan dan kemandirian.
Sumber : www.knpijuara.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply