» » » Pentingnya Peran Generasi Muda Sebagai Generasi Penerus Bangsa Indonesia

Muda adalah seseorang yang secara fisik mengalami perkembangan secara psikis dan mengalami perkembangan secara emosional. Sehingga pemuda ialah sumber daya manusia jangka panjang sebagai calon generasi penerus yang akan menggantikan generasi saat ini. WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa seseorang yang dikatakan muda adalah bagi mereka yang berusia 10-24 tahun, sedangkan usia 10-19 tahun disebut dengan "adolescenea" atau remaja.

Menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan. Definisi Pemuda adalah mereka yang berusia 18 hingga 35 Tahun.  Usia muda merupakan masa perkembangan secara biologis dan psikologis. Selain itu, pemuda juga selalu memiliki aspirasi yang berbeda dengan aspirasi masyarakat pada umumnya. Dalam makna positif aspirasi yang berbeda ini disebut dengan semangat pembaharu yang kreatif dan inovatif.

Bagaimana Jumlah Penduduk Muda di Indonesia?

Menurut Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia Abipryadi Riyanto menyatakan bahwa populasi penduduk Indonesia berada di usia produktif yaitu pada umur 15-64 Tahun, merupakan modal besar bagi perekenomoan nasional. selain itu juga, Penduduk dengan usia 15-64 tahun jumlahnya mencapai 60% dari total penduduk nasional yang mencapai 240 juta orang. Angka ini, hanya Indonesia yang memiliki populasi yang produktif hingga tahun 2030. Bila dibandingkan dengan China, yang hanya memiliki penduduk produktif sampai tahun 2015. Ini karena adanya kebijakan satu anak (one child policy). Namun, pada 1 Januari 2016. Pemerintah Tiongkok resmi mengizinkan pasangan-pasangan di China untuk memiliki dua anak. Pada dasarnya kebijakan yang sebelumnya dilakukan oleh pemerintahan China pada saat memberlakukan one child policy, memang mampu mengalami perbaikan dalam taraf hidup, menurut pemerintah China dengan adanya kebijakan One Child Policy upaya ini telah berhasil mengurangi angka kelahirahan hingga 400 juta jiwa selama pelaksanaannya.

Meskipun begitu berlakunya One Child Policy dengan ketatnya aturan dan sanksi tegas bagi setiap pelanggarnya tidak sedikit keluarga yang harus rela untuk melakukan aborsi pada masa kehamilannya. Dengan adanya One Childy Policy yang bersifat memaksa, tentu menimbulkan kontroversi terutama bagi pegiat hak asasi manusia karena bertentangan dengan hak asasi manusia, Terlebih bagi mereka yang tidak mengindahkan aturan One Child Policy sehingga harus melakukan aborsi, ini artinya pengguran kandungan di China bisa dikatakan sebagai prilaku pembunuhan yang dilegalkan oleh Negara sebab hanya karena tidak mengindahkan peraturan tersebut, keluarga yang melanggar harus menggugurkan kandungannya.

Populasi Penduduk Produktif Indonesia

Dengan adanya keuntungan populasi penduduk Indonesia dengan Usia Produktif yang mencapai 240 Juta Orang dari total penduduk Nasional. seharusnya generasi muda di Indonesia mampu menjadikan negara Indonesia menjadi lebih baik dibanding negara lain, karena negara kita memiliki usia produktif yang lebih unggul. Hanya saja dengan lebih banyaknya jumlah kaum muda harus disertai dengan pengembangan potensi khusus untuk kaum muda Indonesia agar mampu menyaingi kaum muda dari berbagai negara lainnya. Seperti kita ketahui bahwa generasi muda adalah salah satu komponen yang perlu dilibatkan dalam pembangunan baik secara nasional maupun di daerah, karena memiliki sumber daya manusia yang potensial yang mendukung keberhasilan pembangunan daerah, mengapa demikian? karena generasi muda memiliki Fisik yang kuat, pengetahuan baru, inovatif dan tingkat kreatif yang dapat digunakan untuk membangun daerah dan secara umum dapat membangun Negara Indonesia di masa yang akan datang.

Dalam mempersiapkan dan memberdayakan generasi muda agar mampu berperan sebagai pelaku aktif dalam pembangunan, tidak terlepas dari berbagai tantangan yang akan dihadapi, diantaranya :
  1. Permasalahan sosial yang dilakukan generasi muda seperti melakukan tindak kriminalitas, kekerasan, penyalahgunaan menggunakan narkotika, minuman keras adalah Permasalahan sosial yang hingga saat ini masih menjadi musuh terbesar dari generasi bangsa ini. Menciptakan generasi penurus yang disiplin dan terhindar dari segala macam bentuk permasalahan sosial adalah tugas bersama yang harus dilakukan baik itu dari orangtua dirumah (internal) maupun sekolah (Eksternal). Serta peran dari pemerintahan yang harus turut andil untuk menjauhkan anak bangsa dari permasalahan penyimpangan sosial.
  2. Permasalahan lainnya dalam hal ketahanan budaya dan kepribadian yang saat ini tidak bisa dihindarkan, dimana adanya budaya luar yang dapat mempengaruhi pola berpikir dan berprilaku generasi muda yang sudah tersebar malalui kemajuan teknologi komunikasi, dan juga derasnya arus informasi global yang berdampak pada penetrasi budaya asing. Akibat pengaruh budaya luar negeri, generasi muda jadi kurang berkembang kemandiriannya, kreativitas serta produktivitas. Sehingga generasi muda kurang dapat berpartisipasi dalam proses pembangunan yang sesuai dengan karakter Indonesia yakni gotong-royong dan semangat dalam membangun bangsa sebagaimana dicontohkan pemuda (anak bangsa) ketika berjuangan mempertahankan kemerdekaan. Perlawanan saat ini terhadap derasnya kemajuan teknologi serta masuknya budaya luar ke dalam negeri ini bukan berarti harus diperangi dalam arti mengangkat senjata akan tetapi kita (sebagai generasi bangsa) harus mampu lebih mencintai negeri ini dan tidak terpengaruh secara berlebihan terhadap budaya asing.
Solusi agar generasi muda bangsa, tidak terjerumus dalam penyimpangan sosial :
  1. Mengajarkan pendidikan agama dengan baik dan maksimal terhadap remaja. Jika landasan agama yang dimiliki remaja sudah baik, otomatis remaja tersebut tidak akan melakukan perbuatan yang menyimpang, karena pada dasarnya penyimpangan sosial terjadi diakibatkan kurangnya pendidikan agama bagi anak remaja.
  2. Memberikan pelajaran moral dan memberikan penjelasan tentang akibat yang akan dirasakan remaja jika remaja tersebut melakukan penyimpangan sosial.
  3. Pihak pemerintahan bekerja sama kepada pihak swasta untuk bersama-sama membentuk suatu peraturan terkait dengan pengurangan jam kerja bagi wanita  yang sedang hamil dan yang memiliki balita, tentu dalam hal ini peran orangtua terhadap anak sangat penting dalam perkembangan anak. Sejauh ini pemberlakuan pengurangan jam kerja bagi wanita hanya berlaku pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) saja, namun bagi wanita yang bekerja di perusahaan swasta belum memberlakukan pengurangan jam kerja dan terutama hak-hak wanita dalam bekerja pun belum di terapkan oleh perusahaan swasta meski dalam Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang KetenagaKerjaan telah tercantum hak-hak bagi pekerja wanita.
Dengan demikian, meski jumlah penduduk muda di Indonesia cukup besar, bila tidak di imbangi dengan perkembangan potensi generasi muda untuk bangsa ini, maka akan tertinggal jauh bila dibandingkan dengan negara lain. Untuk itu diperlukannya pengembangan potensi generasi muda yang berkarakter yang bisa dibentuk melalui keluarga, pihak sekolah maupun luar sekolah dalam hal ini adalah pemerintah.

Pemerintah bisa membantu mengembangkan potensi generasi muda, baik itu dengan program-program pemerintah yang mengikutsertakan generasi muda di bidang pendidikan ataupun sosial, dll. Sehingga secara bertahap pemuda bangsa bisa terlatih dalam membangun bangsa sedikit demi sedikit.
Sumber : zelously.blogspot.co.id

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply