» » » Pemuda Harus Idealis

Oleh JHON MIDUK SITORUS 

Idealisme adalah suatu keyakinan terhadap suatu hal yang dianggap benar oleh individu yang bersangkutan dan bersumber dari pengalaman, pendidikan, kultur budaya, dan kebiasaan.

Idealisme tumbuh dengan bertahap serta memiliki proses yang kuat, tetapi memiliki fondasi yang kukuh untuk memanifestasikan bentuk perilaku, sikap, ide, ataupun cara berpikir seseorang. Nilai-nilai individu yang idealis akan berpengaruh dalam pola hidup, nilai kebenaran, gaya berbicara, pola hidup, karier, dan lain-lain. Tan Malaka pernah mengatakan bahwa, ”Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda.”

Idealisme itu merupakan kekayaan yang tak ternilai dalam jiwa dan pikiran seorang pemuda karena benar-benar memikirkan sesuatu berada pada pola yang seharusnya terjadi pada saat kenyataan jauh dari pola tersebut. Bagaimana dengan kondisi sekarang? Masihkah kita menemukan pemuda yang berjiwa idealis? Jawabannya sangat banyak pemuda yang berjiwa idealis, tetapi kebanyakan hanya ketika bangku sekolah dan kuliah saja.

Sesudah tamat dari dunia pendidikan, pemikiran idealis itu seakan-akan melebur bersama ke dalam situasi dan kondisi dalam masyarakat itu sendiri. Tidak heran jika banyak kalangan aktivis 98 pada saat ini tidak kelihatan seperti dulu lagi. Tidak banyak lagi pemuda yang idealis yang benar-benar memikirkan nasib masyarakat luas karena pikiran dan hati telah tergiur dengan iming-iming dari kaum neolib dan kapitalis.

Pemuda sebagai pilar dan fondasi negara beberapa tahun ke depan harus memiliki jiwa idealis. Bukan seperti gerakan air yang mengikuti alur begitu saja. Pemuda harus berani mengatakan dan bertindak benar jika benar, dan salah jika salah. Dengan dukungan teknologi informasi sekarang, sangat mudah untuk menyatukan ide dan pendapat tentang masalah dan fenomena yang terjadi di masyarakat.

Tak lagi ada alasan untuk kesulitan membangun kebersamaan ide demi kepentingan dan masa depan bangsa. Pemuda adalah perisai masyarakat dalam memonitor kebijakan pemerintah secara nyata serta pemberi semangat untuk kegiatan yang prorakyat. Meski demikian, idealisme pemuda tetap harus berpegangan pada prinsip dasar dari Pancasila dan UUD 1945.

Karena dasar kukuhnya sebuah ide dan pandangan para pemuda berada pada falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang universal. Kalau bukan pemuda masa sekarang, siapa lagi yang mampu mengubah nasib bangsa ini? Ingat, idealisme adalah kekayaan terakhir yang dimiliki pemuda. Manfaatkan sebaik mungkin.
Sumber : www.koran-sindo.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply