» » PANCASILA MENJADI SOLUSI DALAM PERMASALAHAN BANGSA DAN NEGARA

Hari lahirnya pancasila yang dirayakan setiap tanggal 1 juni, memang sudah lama berlalu. namun bukan berarti semangat pancasila yang sudah dicita-citakan oleh proklamator Bung Karno pudar begitu saja. Sang Perumus mencita-citakan Pancasila bisa menjadi jalan keluar dalam menuntaskan permasalahan bangsa dan Negara indonesia. Pancasila  sebagai dasar Negara  yang dijadikan pemersatu, yang menyatukan seluruh suku, bangsa, budaya, dan agama sehingga pancasila dijadikan tonggak dasar bagi Negara Indonesia.

Pancasila yang lebih kita kenal sebagai ideologi dan dasar negara. Dimana di dalam butir-butir pancasila terdapat nilai-nilai yang sangat penting bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Namun Nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila dinilai belum diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. sehingga di era reformasi ini masih banyak rakyat Indonesia  yang belum dapat merasakan makna pancasila yang sebenarnya, yaitu menjunjung tinggi rasa keadilan, persatuan, kesatuan dan mensejahterakan rakyat.


Kemiskinan, pendidikan yang mahal, keadilan yang diperjual-belikan, korupsi yang merajalela serta tidak adanya kebebasan memeluk agama merupakan sedikit polemik yang dihadapi rakyat pada saat sekarang ini. Banyak kesan yang didapat rakyat dari masalah-masalah tersebut, namun mereka tidak sanggup untuk mengungapkannya. Sehingga seolah-olah rakyat tidak dapat merasakan adanya pancasila.

Pancasila lebih sering kita dengar di dalam upacara bendera, dan dijadikan syarat pokok yang tidak boleh terlupakan didalam pelaksanaan upacara bendera. Dimana dapat kita sadari bahwa pancasila tersebut Mengandung nilai-nilai penting, yang apabila diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dapat mewujudkan sebuah Negara yang berdaulat dan bermatabat, yaitu Negara yang menjunjung tinggi rasa keadilan, persatuan dan kesatuan.

Banyak kasus-kasus pada saat ini yang bertitik tolak dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam pancasila seperti kasus mpok minah yang divonis 1,5 bulan kurungan dengan masa percobaan 3 bulan akibat mencuri tiga buah kakao. Melihat dari kasus Mpok Minah tersebut teringat oleh kita salah satu butir pancasila yang berbunyi Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Dimana butir pancasila tersebut Mengandung makna bahwa setiap warga Negara mendapatkan perlakuan yang sama di depan hukum.

Tetapi, bandingkan dengan kasus sesmenpora yang menjerat bendahara umum partai demokrat nazarudin yang telah melakukan penyuapan dalam pembanggunan wisma atlet SEA games di palembang, saya merasa hukum malah kebal terhadap nazarudin, dimana penegak hukum tidak sanggup untuk memulangkan Nazarudin ke Indonesia. Dan seolah-olah membiarkan nazarudin bebas berobat dan berkeliaran di singapura sampai berhari-hari dan berminggu-minggu. Apakah itu yang disebut adil? Hukum di Negara kita sudah jauh melenceng dari garis kebenaran, serta keadilan  yang menyalah artikan keadilan.

Saya sepakat dengan pernyataan salah satu dosen FHUA, bapak Feri Amsari SH.MH yang merupakan salah satu dosen konsepsi Negara hukum dan juga dosen HTN di FHUA, beliau menjelaskan asas Positiveme hukum yang diperkenalkan oleh George comte di dalam perkuliahan konsepsi Negara hukum. Beliau memberikan pernyataan “celaka dalam berfikir seorang penegak hukum yang tidak dapat membedakan mencuri karena rakus atau mencuri karena kelaparan”. Menurut bapak feri, hukum yang berasaskan asas legalitas yaitu suatu perbuatan tidak dapat dihukum apabila tidak ada aturan hukum tertulis yang mengatur sebelumnya, tidak dapat digunakan sepenuhnya di dalam masyarakat sekarang ini. Hakim tidak dapat memutus perkara yang hanya berpedoman kepada KUHP saja, tapi hakim juga berpedoman dengan nilai-nilai moral yang berkembang di masarakat karena masyarakat masih kental dengan norma-norma adatnya.

pancasila menjadi jalan keluar dalam menuntaskan permasalahan bangsa dan Negara.

Di dalam pancasila terdapat nilai-nilai dan makna-makna yang dapat di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sila Pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa. Secara garis besar mengandung makna bahwa Negara melindungi setiap pemeluk agama (yang tentu saja agama diakui di Indonesia) untuk menjalankan ibadahnya sesuai dengan ajaran agamanya. Tanpa ada paksaan dari siapa pun untuk memeluk agama, bukan mendirikan suatu agama. Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaannya kepada orang lain. Menjamin berkembang dan tumbuh suburnya kehidupan beragama. Dan bertoleransi dalam beragama, yakni saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

Sila Kedua : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Mengandung makna bahwa setiap warga Negara mendapatkan perlakuan yang sama di mata hukum, karena Indonesia berdasarkan atas Negara hukum. mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. Menempatkan manusia sesuai dengan hakikatnya sebagai makhluk Tuhan. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Bertingkah laku sesuai dengan adab dan norma yang berlaku di masyarakat.

Sila Ketiga : Persatuan Indonesia. Mengandung makna bahwa seluruh penduduk yang mendiami seluruh pulau yang ada di Indonesia ini merupakan saudara, tanpa pernah membedakan suku, agama ras bahkan adat istiadat atau kebudayaan. Penduduk Indonesia adalah satu yakni satu bangsa Indonesia. cinta terhadap bangsa dan tanah air. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Rela berkorban demi bangsa dan negara. Menumbuhkan rasa senasib dan sepenanggungan.

Sila Keempat : Kerakyatan Yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Mengandung maksud bahwa setiap pengambilan keputusan hendaknya dilakukan dengan jalan musyawarah untuk mufakat, bukan hanya mementingkan segelintir golongan saja yang pada akhirnya hanya akan menimbulkan anarkisme. tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Melakukan musyawarah, artinya mengusahakan putusan bersama secara bulat, baru sesudah itu diadakan tindakan bersama. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.

Sila Kelima : Keadilan Sosial Bagi Seluruh rakyat Indonesia. Mengandung maksud bahwa  setiap penduduk Indonesia berhak mendapatkan penghidupan yang layak sesuai dengan amanat UUD 1945 dalam setiap lini kehidupan. mengandung arti bersikap adil terhadap sesama, menghormati dan menghargai hak-hak orang lain. Kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat. Seluruh kekayaan alam dan isinya dipergunakan bagi kepentingan bersama menurut potensi masing-masing. Segala usaha diarahkan kepada potensi rakyat, memupuk perwatakan dan peningkatan kualitas rakyat, sehingga kesejahteraan tercapai secara merata. Penghidupan disini tidak hanya hak untuk hidup, akan tetapi juga kesetaraan dalam hal mengenyam pendidikan.

Apabila nilai-nilai yang terkandung dalam butir-butir pancasila di implikasikan di dalam kehidupan sehari-hari maka tidak akan ada lagi kita temukan di Negara kita namanya ketidak adilan, terorisme, koruptor serta kemiskinan. Karena di dalam pancasila sudah tercemin semuanya norma-norma yang menjadi dasar dan ideologi bangsa dan Negara. Sehingga tercapailah cita-cita sang perumus Pancasila yaitu menjadikan pancasila menjadi jalan keluar dalam menuntaskan permasalahan bangsa dan Negara.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply