» » Siapa Pemuda Indonesia?


Siapa Pemuda Indonesia?

Berbicara pemuda, tentu parameternya tidak lain adalah usia. Dalam rumusan UU No 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan, usia pemuda adalah antara 16-30 tahun. Namun hingga saat ini pun, batasan umur kategori pemuda disetiap lembaga dan organisasi kepemudaan mencapai maksimum usia 40 tahun, bahkan ada yang sampai 45 tahun. Akan tetapi penulis akan mencoba memaknai pemuda menurut undang-undang yang menurut penulis sangat sejalan dengan standar dan tren, serta kebutuhan sesuai dengan perkembangan dan tatanan global.

Pembatasan mengenai usia pemuda antara 16-30 tahun semestianya harus disikapi secara bijaksana oleh semua pihak untuk dipandang sebagai sesuatu yang positif. Sebagai asset bangsa, pemuda Indonesia yang akan menjadi harapan bangsa dalam membangun dan menjaga identitas bangsa dimata dunia, harus diberikan kesempatan untuk dapat ‘menggembleng’ dirinya secara matang. Hal tersebut penting, karena ini merupakan cara yang cukup efektif dalam upaya memberdayakan pemuda yang sesungguhnya. Selama ini pemuda dengan usia 16-30 tahun kurang mendapatkan ruang gerak yang luas dalam mengembangkan kemampuannya, karena adanya ‘pertarungan’ yang direbutkan oleh para pemuda yang sebenarnya sudah tidak muda lagi.

Oleh karena itu, perlu adanya sebuah kesadran regenerasi dalam tubuh organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), untuk menjalanaknan amanat undang-undang kepemudaan tersebut, terlebih bagi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang saat ini sedang menjalankan kongres bersamanya di Jakarta. KNPI sebagai induk dan wadah berhimpun OKP harus berani dan menegaskan diri atas peraturan yang ada, agar aturan ini juga dapat diikuti oleh OKP-OKP lain yang berhimpun dalam KNPI.
Selain itu, regenerasi kepemimpinan ke pemuda harus didasari oleh semangat kejujuran dan fair-based competition, dimana pemuda yang memang memiliki kemampuan dan kapabilitas yang memadai harus diberikan kesempatan. Karena selama ini pemuda ternyata secara tidak langsung telah dihegemoni tentang hak-haknya oleh ‘golongan tua’ yang merasa telah mapan dan lebih berpengalaman. Dalih itulah yang selalu didengung-dengunkan oleh ‘kaum tua’ untuk menghegemoni hak-hak pemuda Indonesia.

Sumber: politik.kompasiana.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply