» » Pemuda Indonesia yang Profesional

Pemuda Indonesia yang Profesional
Gejolak ekonomi dan kemajuan ekonomi, membuat pemuda Indonesia lupa diri. Semua mengejar ekonomi diri dan berkarir baik, selalu menang dalam kompetisi ekonomi nasional dan global. Semua sibuk dengan dunia konsumerisme dan polularitas di masa kini, namun lupa negaranya masih bertaraf development country. Bangkit menjadi negera adi daya di Asean sudah lah cukup, namun kemajuan NKRI dan para pemudanya terseret mental korupsi yang sistimatis.

Secara autokritik negara telah membawa para pemudanya ke dunia korupsi yang merajalela di negara ini. Sehingga membutuhkan pemimpin yang sangat tangguh merubah produk mental yang telah usang ini. Korupsi di kalangan pemuda bangsa ini, terdorong oleh ideologi kemewahan yang sering ditanamkan saat bersekolah dengan biaya pendidikan yang mahal; sehingga setelah tamat saya harus mengembalikan semua biaya yang telah dikeluarkan saat studi, dan meraih suatu ijazah bentuk apapun di NKRI.

Menjadi adidaya di ASIA setelah RRC, tak terkejar kali ini, butuh 50 tahun lagi. Namun kita lupakan itu,,benahi diri kita bagi pemuda NKRI (termasuk kaum perempuan), karena dengan jumlah penduduk yang besar, mestinya kita lebih waspada dalam mengatur negara ini. Minimal pemuda NKRI dapat merubah negara ini menjadi Terkemuka di ASIA TENGGARA, jika bisa terkemuka di ASEAN, Belum buat ASIA apalagi Dunia.

Tantangan pemuda terkini, adalah semua biaya hidup mahal, dan penghargaan upah yang rendah, membuat kita semakin tidak berharga di mata dunia. Karena masuk dalam katagori genius namun diupah rendah,,inilah faktor yang membuat NKRI terpuruk dalam persaingan antar pemuda di sekitarnya.

Kita butuh standar upah yang representatif di NKRI sesuai dengan UU yang berlaku. Jika belum dibuat, ya tahun 2013 dan 2014 di buatlah UU yang baku untuk merubah label tenaga kerja murah. Tenaga kerja murah kurang mampu merubah bangsa ini. Jika kita pemuda mau menghargai sesama anak bangsa NKRI, maka hargai upah kerja sesuai dengan standar lulusan yang dimiliki pemuda saat ini.

Penghargaan upah yang rendah bagi semua anak bangsa dari sabang sampai merauke, memberi dampak fatal, kita kurang profesional dalam bidang keahlian kita masing-masing, karena perangkat aturan yang ada tidak menjamin bagi para pemuda NKRI yang profesional. Jika UU baru lahir tentang sistim penghargaan atas upah kerja di dunia karir dan kerja saat ini, maka pemuda NKRI diperhitungkan atau disegani juga oleh negara lain.

Dorongan pemuda NKRI, terinspirasi dengan kerja yang layak dengan upah yang layak; sehingga konsentrasi membangun bangsa ini menjadi nyata. Sehingga kemungkinan pemuda meninggalkan korupsi yang sistemik tersebut, karena NKRI telah mampu menjamin atas keberhasilan setiap anak bangsanya di dunia bekerja dan berkarir secara profesional sesuai dengan keahlian yang telah dipelajari di bangku kuliah atau sekolah.

Korelasi yang sangat signifikan, jika riset pemuda juga dihargai oleh Negara ini, dan bukan hanya masuk MURI tetapi dibangun spirit yang tangguh membangun bangsa Indonesia. Refleksi ini sepantasnya saya sampaikan kepada para Pemuda NKRI, agar di jaman kita sudah ada sistim yang unggul dan tangguh dalam sistim ketenagakerjaan kita di NKRI.

Jika kaum profesional di kalangan pemuda dihargai murah, maka murah selalu dibangun asal jadi, mutu dan kompetensi diabaikan; sehingga ekonomi dan kemajuan terpuruk dari tahun ke tahunnya. Spirit untuk memajukan bangsa dan negara jalan secara biasa saja, tidak ada yang sungguh luar biasa. Dengan murahnya upah kerja kepada kalangan pemuda yang ada, telah mendorong pemuda bangsa ini melakukan tindakan liar yaitu korupsi.

Merubah korupsi di negara bangsa ini, hanya dengan pemicu inti yaitu: tetapkan standar upah yang mampu membangkitkan spirit kalangan pemuda berjuang hidup atau mati untuk negara bangsa NKRI ini. Karena hidup dalam dunia yang serba cepat dan kompeitif ini; butuh biaya yang tidak sedikit buat para pemuda profesional dalam mempertahankan ketangguhan dan kesatuan NKRI.

Sumber : pemuda-indonesia

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply