» » Indonesia Tekankan Peran Pemuda bagi Masa Depan

Indonesia Tekankan Peran Pemuda bagi Masa Depan
New York - Pembahasan mengenai tujuan-tujuan pembangunan masa depan tidak akan lengkap tanpa melibatkan kaum muda sebagai mitra dan pemangku kepentingan yang setara.

Kaum muda juga harus terlibat dalam proses pembuatan keputusan mengenai isu-isu yang menyangkut kepentingan mereka, serta diperlakukan sebagai salah satu aset penting dalam pembangunan. Pada pokoknya, kaum muda harus ditempatkan sebagai inti dari pembangunan.

Demikian antara lain ditekankan, Nova Riyanty Yusuf, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, pada pidato utama dalam pertemuan "High-Level Interactive Debate on the ICPD Beyond 2014 and Human Progress and Sustainability" di Markas Besar PBB, New York, Jumat, 4 April 2014.

Kabar ini diterima Tempo, dari Ricardo Stevano Ruru, Sekretaris III, Perwakilan Tetap RI di Markas Besar PBB New York, Sabtu, 5 April 2015.

"Agenda pembangunan untuk kaum muda yang sangat besar dan kompleks tidak akan dapat dicapai tanpa kemitraan yang nyata dan jujur. Pemerintah perlu meningkatkan sinergi antara berbagai program, serta mendorong kerjasama, koordinasi dan sinergi diantara kementerian dan badan pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, serta dengan kaum muda itu sendiri, guna mengoptimalkan seluruh sumberdaya yang diperuntukkan bagi kaum muda." papar Nova dalam pidato bertema Pemuda di Jantung Pembangunan (Youth at the Heart of Development).

Nova mewakili Indonesia dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh United Nations Population Fund (UNFPA). Tujuan pertemuan untuk meningkatkan visibilitas global terhadap pesan-pesan utama dari kajian Program Aksi Konferensi Internasional mengenai Kependudukan dan Pembangunan (ICPD). Serta untuk memastikan pembangunan berkelanjutan dengan menempatkan hak asasi seluruh manusia dan individu sebagai inti dari Agenda Pembangunan Pasca 2015.

Badan PBB itu mengundang 28 tamu khusus dari kalangan pejabat maupun mantan pejabat pemerintah pada tingkat kepala negara, menteri, wakil menteri, pimpinan lembaga donor, tokoh internasional, serta pejabat tinggi PBB. Selain Nova, UNFPA juga mengundang Prof. dr. H. Fasli Jalal, Ph.D, Kepala BKKBN, sebagai salah satu tamu undangan khusus.

Nova merupakan salah satu dari lima pembicara utama (keynote speaker) pada pertemuan dimaksud. Pembicara lainnya adalah Mr. Anote Tong (Presiden Kiribati), Profesor Fred Sai (Ketua ICPD Conference Kairo 1994), Dr. Mervat el-Tallawy (Chairwoman of the National Council for Women, Mesir), dan Mr Joaquim Chissano (mantan Presiden Mozambik).

Sumber : http://www.tempo.co

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply